Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
1. Spesial part (Gara-Gara Mobil Baru)


__ADS_3

🌴🌴🌴


Keseharian yana makin berwarna setelah Nua lahir ke dunia yang penuh tipu daya ini, awalnya mereka sepakat memanggil adik bayi mereka dengan sebutan Nura dari Nurhasian tetapi lagi-lagi Lulu yang kini sudah bisa menyebut namanya dengan benar namun merubah nama panggilan adik bayinya menjadi Nua.


Maka jadilah seluruh anggota keluarga memanggil bayi menggemaskan itu dengan sebutan Nua karena tak ingin punya masalah dengan Lulu si mantan anak bungsu itu.


Kini usia Nua sudah memasuki bulan kelima pipi gadis kecil itu selalu menjadi bahan candaan keluarga karena mirip kue bakpao bulatnya, tangan dan kakinya juga tak lepas dari perbincangan para kakak, persepupuan, para nenek kakek dan om tante karena mirip roti sobek yang sangat cocok untuk menemani kopi di sore hari.


🌴🌴🌴


Pagi itu, Raja terlalu lalai berbincang dengan para bapak-bapak setelah subuh berjamaah di masjid komplek perumahan vila biji semangka. Dan resiko yang harus Raja ambil adalah mendapatkan empat wanitanya tak berhenti berbicara mengungkit kesalahannya sepanjang pagi.


“Ayah cepat, Lala ga mau telat.” Ucap Lala memanggil ayahnya dari luar kamar sedangkan sang ayah baru saja selesai mandi.


“Abang kemana aja sih, kan hari kerja kenapa telat pulangnya.” Yana berbicara sambil menyuapi Raja roti ketika laki-laki itu sedang mengancing baju kemejanya.


“Udah sayang, abang ga lapar.” Ucap Raja lalu meraih celana bahan berwarna hijau tua yang sudah Yana siapkan lalu memakainya.


“Sarapan bukan untuk kenyang tapi biar abang ga sakit, nanti maag abang kambuh.” Jawab Yana sambil menyuapi Roti suapan terakhir untuk Raja.


Raja menyisir rambutnya dan Yana memakaikan dasi pada suaminya itu, hari ini Raja ada pertemuan dengan beberapa perusahaan yang menerima mahasiswa magang dari kampusnya sehingga mengharuskanya lebih rapi dari biasa.


“Beres, ayo.” Ucap Yana lalu memberi ciuman singkat pada pipi laki-laki itu seperti rutinitasnya setiap pagi kemudian Yana bergegas meraih Nua dalam dekapanya, bayi yang sedari tadi melihat drama romantis ayah ibunya itu sambil menendang dan meninju udara di depanya dengan bahagia kini bertambah bahagia saat di gendong oleh Yana.


“Lili mau di antar sampai dalam kelas kalau terlambat.” Ucap Lili kesal.


“Iya,” jawab Raja tenang tak ingin ada keributan.


“Ikut ketekoyah umma aja kak, enak.” Jawab Lulu memberi solusi.


Sedangkan Lala bibirnya sudah maju maksimal karena kesal dengan ulah ayahnya pagi ini.


“Nua?” Tanya Raja memastikan kenapa Nua harus pergi juga ikut bersama mereka.


“Kata mamak selama mamak pulang kampung Nua di antar kerumah ibu saja, mamak ga izinin Nua di tinggal sama Wak Mar kerjaan wak mar kan banyak, yah. Mamak juga udah telpon ibu kemarin ibu malah senang katanya.” Betapa jawaban Yana justru membuat kepala Raja bertambah pusing sembilan keliling.


Mak Duma ibunya tercinta itu memang sebegitu sayang dan waspada terhadap cucunya terbukti dari Lala Lili dan Lulu yang mak Duma asuh secara totalitas sejak Mia meninggal hingga Yana ada di kehidupan mereka.


“Okeh, biar sekali jalan berarti yang di antar duluan umma.” Jawab Raja.


“Nua?” Tanya empat wanita itu kompak seperti sudah latihan sejak jauh-jauh hari.


“Nua ayah sendiri aja yang antar ke rumah nenek, nanti dia bisa duduk di car seat.” Jawab Raja sambil melajukan mobilnya mulai membelah jalan ibu kota yang padat.


“Mang bica?” Tanya Lulu ingin tahu.


“Kamu dulu waktu bayi ayah urus sendiri.” Jawab Raja tanpa melihat ke arah anaknya yang duduk di jok belakang itu.

__ADS_1


“Ga gitu yah, jawabnya sama anak-anak.” Tegur Yana.


“Bisa sayang, ayah kita kan hebat.” Jawab Yana meralat jawaban Raja. Membuat Lulu mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan pernyataan Ummanya.


🌴🌴🌴


Semua urusan antar mengantar sudah selesai tanpa kendala, bahkan Nua sudah sampai ke rumah bu Nur dengan selamat tanpa kurang sebotol ASI beku pun. Raja juga sempat mengobrol sebentar dengan pak Ahmad membicarakan burung srigunting yang baru saja Raja pesan untuk ayah mertuanya itu.


Raja melirik jam tangan di lengan kanan nya, masih ada waktu dua jam lagi sebelum ia mulai pertemuan dengan perusahaan yang dijanjikan. Tanpa pikir panjang Raja menujukan kendaraannya ke sebuah showroom mobil.


Saat pertama kali melihat, pilihan Raja jatuh pada sebuah mobil berjenis Revolt CVT berwacana kuning dengan harga lebih sepertiga dari sepuluh digit angka rupiah. Detik itu juga ia membayar cash mobil itu dan meminta di antar ke rumah sore nanti sekitar pukul lima.


Niatnya baik dan sangat mulia mobil itu akan Raja hadiahkan untuk istri tercintanya dan berharap bisa dipakai sekali-kali saat keadaan sedang genting seperti pagi tadi.


Raja lanjutkan kegiatannya sesuai Rencana yang ada, sampai waktu sudah mulai menunjukan jam pulang untuk para pencari cuan. Pak dosen itu kembali berubah menjadi supir dan pertama sekali menjemput Yana dan Lulu kemudian Lala yang memang sekolah sampai sore.


Selanjutnya Nua dan Lili yang berada di rumah bu Nur karena dibawa oleh Elita kesana bersama Adam. Hubungan cs bestie antara Adam dan Lili kembali erat akhir-akhir ini.


🌴🌴🌴


Saat mereka tiba di rumah waktu sudah menunjukkan pukul lima kurang sepuluh menit sore, karena Raja sempat berhenti sebentar mencari masjid terdekat saat adzan ashar berkumandang ketika perjalan pulang tadi.


Dan benar saja permintaan Raja pada petugas showroom tepat waktu, petugas mengantarkan mobil itu bertepatan dengan mereka sekeluarga baru saja hendak masuk kedalam rumah.


Lili dan Lulu terlihat bahagia saat melihat mobil baru itu tetapi tidak dengan Lala dan Yana, Dua wanita berbeda usia itu justru menunjukkan wajah tak suka mereka.


Yana hanya diam dan meliriknya tajam rasa lelah sepulang bekerja seharian bertambah dengan rasa kecewanya yang membuncah.


“Iya, kalau abang sudah ga mau antar jemput Aya sama anak-anak lagi bilang aja, Kami bisa naik angkutan umum tidak perlu buang uang beli mobil.” Dan Yana berlalu begitu saja meninggalkan Raja.


“Salah terus abang di mata kalian dari pagi, mau kalian semua apa.” Ucap Raja sedikit meninggikan suaranya, beruntung hanya Lala yang mendengar karena Lulu dan Lili sudah berada di dalam mobil baru itu.


Namun Yana tak menjawab dan terus saja melangkah ke dalam rumahnya, Lala juga hendak mengikuti langkah ibu sambungnya itu seolah menjelaskan ia berpihak pada sang umma.


“Kak, salah ayah apa lagi?.” Tanya Raja sambil menarik lengan Lala.


Gadis tanggung itu berbalik menatap ayahnya tajam bercampur iba. “Salah ayah karena sudah terlalu tua jadi ayah sampai lupa umma ga bisa nyetir dan Uma takut belajar nyetir.”


Setelah itu Lala juga menyusul ummanya masuk kedalam rumah dan langsung naik ke kamar pribadinya.


Raja yang menyadari ada kekeliruan mengucap istigfar berkali kali lalu meluapkan kekesalannya dengan memaki diri sendiri. “paoknya lah otak ini kok bisa aku lupa” monolog Raja sambil berlari menuju kamar.


“Mar, liatkan anak-anak di luar.” Teriak Raja memanggil dan memberi perintah pada wak Mar, setelah melihat wak Mar menuju pintu depan barulah Raja masuk ke kamarnya dan syukurnya kamar itu tak di kunci.


Disana Raja melihat Yana duduk di sofa santai dan sedang memberi Asi kepada Nua, Raja mendekat dan duduk di lantai lalu memegang kaki kecil Nua yang masih terbungkus kaos kaki.


Bayi kecil yang hampir tertidur itu terusik dan menendang seolah sedang menyatakan iya berada di pihak kakak sulung dan ummanya.

__ADS_1


“Ay jangan lah marah, abang minta maaf tadi pagi abang ga mikir dulu Aya bisa nyetir atau nggak.”


“Aya ibu yang hebat, abang sampai lupa ada hal yang Aya ga bisa lakukan.”


“Nanti bisa sekali-sekali kita pakai, atau bisa di pakai wak Ipan mengantar jemput anak-anak dan kamu kalau abang sedang benar-benar tidak sempat.” Ucap Raja sambil merebahkan kepalanya di atas paha Yana mencari ketenangan dan membuat Nua meletakkan kakinya diatas kepala ayahnya itu.


“Aya ga marah bang, hanya saja abang membeli mobil tanpa kompromi dengan Aya, Aya ini istri abang.” Jawab Yana dengan penekanan.


“Iya, abang salah, maaf ya.”


“Aya tau abang sanggup beli apa aja, tapi kalau begini Aya merasa abang ga perlu pendapat Aya.” Jawab Yana masih kesal.


“Perlu sayang, perlu. Abang ga bisa hidup kalau ga ada Aya.” Jawab Raja memuja istrinya.


“Emmm.” Hanya itu yang keluar dari mulut Yana.


“Maaf ya sayang.”


“Emmm,” Jawab Yana masih dengan nada malas-malas


“Ga mahal kok cuman_” Raja menyebutkan nominal harga mobil yang Raja beli.


“Astagfirullah, abang.”


“Ga mahal kan,” Ucap Raja sambil memegang kaki Nua melepaskan kaos kaki dan mencium cium telapak kaki gadis kecilnya itu.


“Niatnya ga marah tapi sekarang marah.” Jawab Yana ketus dan membuat Raja mengangkat kepala menatap istrinya itu heran.


“Ya udah nanti abang jual lagi.” Ucap Raja pasrah dan kembali menidurkan kepalanya di atas paha Yana mencari simpati wanita itu.


“Ya udah ga usah.” Jawab Yana datar.


“Ya udah terima dong.” Jawab Raja dengan nada manja.


“Ya udah iya.” Jawab Yana lagi sambil tersenyum.


Baru saja Raja ingin ikut tersenyum namun pintu kamarnya di ketuk dan Lala adalah pelakunya.


“Yah, opung mau ngomong.” Ucap gadis kecil itu sambil menyodorkan ponsel saat ia dipersilahkan masuk.


“Kau bilang apa sama opung.” Tanya Raja dengan suara pelan.


“Bilang ayah marahin umma lah, sebelum opung kemarin pulang itu tugas yang opung amanatkan sama aku.” Jawab gadis itu santai dan mendekat pada Yana lalu memberi ciuman pada Nua.


Sampai bertemu di SP berikutnya Rakan


🌴🌴🌴

__ADS_1


Halo Rakan apa kabar jangan lupa bahagia dan jangan lupa syenyummm


__ADS_2