Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Berita Dari Lili part 2


__ADS_3

💚💚


Seandainya masih bisa memilih mungkin Yana akan memilih tidak pernah membuka hati untuk Doni, hubungan rumit yang mereka jalani sangat menyita pikiran Yana.


Yana tak ingin menikah hanya karena alasan umurnya sudah semakin bertambah atau karena alasan tak sanggup mendengar omongan orang-orang yang mencibir soal usianya saat ini dan dia masih sendiri.


Sekarang ketika ia menemukan orang yang menurutnya sudah tepat kenapa malah menjadi lebih rumit, Yana terdiam cukup lama setelah mendengar permintaan maaf dari Doni.


“Mama mas cerita apa aja.” Tanya Yana datar.


“Ga cerita.” Doni mengambil air mineral dalam botol dan meneguknya hingga tandas sebelum lanjut berbicara.


“Aku dengar mama telepon ketua yayasan untuk memastikan bahwa kamu gak tau niat kedatangan mama ke sekolah yang sebenarnya apa,”


“Aku ribut sama mama,” Ungkap Doni sambil kembali menghadap kedepan dan menundukkan kepala pada setir mobilnya.


Yana bingung tak tahu harus berkata apa mengapa hanya karena gadis sepertinya sampai harus membuat seorang anak berkelahi dengan ibunya.


“Aku udah bilang berkali-kali sama mama jangan ikut campur urusan kamu tapi mama selalu aja buat aku kecewa.” Tambah Doni dengan kepala masih menunduk.


“Aku ga marah.” Yana berbicara dengan sangat tenang dan lembut.


“Aku cuma kecewa aja mas, dan aku butuh dukungan mas untuk tetap bisa menjadi diriku yang sekarang ini meski nanti setelah kita menikah.”


Hatinya sakit tetapi lagi-lagi kali ini egonya harus dia kalahkan lagi demi menyelamatkan seorang laki-laki yang ia cintai dari dosa karena melawan ibunya.


Kata-kata Yana berhasil membuat Doni menegakkan kepala dan melihat ke arahnya.


“Maaf.” Ucap Doni lagi.


Kali ini Yana balas dengan anggukan dan senyum yang begitu manis di mata Doni.


“Minta maaf sama mama ya mas, aku gak mau terima lamaran kamu kalau mas belum baikan sama tante Jelita.”


“Tante Jelita juga ga perlu tau kalau aku tau masalah ini.”


“Aku hanya butuh mas menepati janji setelah menikah nanti dan aku percaya itu.” Ucap yana pnajang lebar.


Doni mulai terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya. Untuk Doni mendapatkan Yana sebagai istri adalah keberuntungan, cerdas lembut penuh cinta dan sabar.


“Aku janji, makasih sayang makasih udah ngertiin aku,” Jawab Doni dengan sangat yakin sambil mendekat ke arah Yana namun Yana menghindar dan membuat Doni kembali mundur dan kembali meminta maaf.


“Sekarang mas pulang minta maaf sama mama.” Ucap Yana.


Namun hal tak terduga kembali keluar dari mulut Doni dan kembali membuat Yana terkejut.

__ADS_1


“Aku laper belum makan dari siang.”


“Kita makan dulu ya aku mau makan ditemenin kamu.”


“Tapi mas begini, kita mau makan dimana, Kita makan di warung tenda mau ga?” Ucap Yana dengan antusias sambil membayangkan makanan yang ia inginkan.


Namun harapan Yana semu saat melihat Doni menggelengkan kepalanya.


“Kita ke apartemen aku dulu, aku mau mandi dan ganti baju sebentar aja,” Ucap Doni.


“Aku ga mau.” Yana menjawab tanpa berpikir membuat Doni tertawa.


“Tenang aku ga bawa kamu naik ke apartemen aku, kamu nunggu di butik muslimah yang dekat situ sambil beli baju ganti.”


“Aku juga takut khilaf kalau cuman berdua kamu.” Kata-kata Doni membuat Yana mendelikkan matanya pada Doni dan disambut oleh tawa lagi dari laki-laki itu.


“Nih pegang.” Doni memberikan satu kartu debitnya pada Yana dan terpaksa diterima oleh gadis itu karena memang Yana pergi tanpa membawa apapun termasuk ponselnya yang tadi dia cas saat sebelum menemui Doni.


“Lupa lagi,” Tanya Doni pada Yana yang terlihat ragu saat hendak turun di depan butik muslimah di dekat apartemen itu.


Doni menyebutkan tanggal lahirnya pada Yana yang selalu saja lupa pin kartu debitnya itu.


Hanya berselang kurang dari tiga puluh menit Doni sudah kembali menjemput yang sedang menunggu di kursi tunggu depan butik. Yana tak membeli baju baru seperti yang Doni perintahkan padanya.


Jika saja bukan Doni orangnya mungkin saat ini mereka sedang makan di warung tenda pinggir jalan dengan memakai pakaian seadanya tanpa harus repot begini hanya untuk makan saja.


➰➰➰♥️♥️♥️


Hari berlalu seolah begitu lambat untuk Doni yang menunggu acara lamaranya dengan Yana pujaan hatinya.


Sama Halnya dengan Raja yang selalu saja merasa waktu begitu lambat berputar untuk menungu pagi di setiap harinya.


Bahkan pagi tadi setelah mengantar Lala dan Lili seperti biasa dia menunggu di depan sekolah Yana hanya untuk melihat gadis itu, namun sampai Lulu sudah bosan Yana belum juga terlihat.


Siangnya Raja menjemput Lili yang pulang lebih cepat dari Lala, Raja membawa Lili dan Lulu makan di restoran ayam siap saji karena wak Mar sedang izin pulang kampung suaminya melihat mertuanya yang sedang sakit.


“yuyu paha ya yah.” Kata Lulu yang berada dalam gendongan Raja antusias.


“Aku mau spaghetti carbonara aja.” Ucap Lili tidak semangat.


Setelah selesai makan Raja memberikan waktu lima belas menit untuk Lili dan Lulu bermain di wahana bermain mandi bola di tempat itu, Lulu tampak antusias saat permintaanya dikabulkan sang ayah.


Tetapi Lili hanya duduk saja tak berniat ikut main, padahal seragam sekolahnya sudah berganti dengan baju biasa dan membebaskanya untuk mian sesuka hati.


“Kamu kenapa gak main.” Tanya Raja pada Putri keduanya itu.

__ADS_1


“Aku lagi kesel.”


“kenapa,”


“Si gigi ompong minjam pulpen ku terus dihilangkanya,” Ungkap Lili dengan bibir mengerucut tanda kecewa dan marah.


“Ya uda nanti beli lagi aja.” Ucap Raja.


“Betol ya yah boleh beli lagi.” Mata Lili berbinar saat memastikan hal itu dan Raja mengangguk tanya itu benar.


“Nanti ku bilang lah sama dia ga usah ganti lagi.”


“Ayah punya no hape mamanya.” Tanya Lili.


“Untuk apa.”


“Mau ku telpon lah yah biar ku bilang ga usahnya di ganti lagi pulpen ku yang dia hilangkan tu.” Jawab Lili semangat.


“Udah besok aja bilang sama dia di sekolah.” Raja memberi solusi.


“Gak bisa besok aku bilangnya, ga sekolah dia besok yah.”


“Kenapa dia ga sekolah.”


“Rahasia yah ga bisa ku bilang lagi nanti dia marah lagi sama ku.”


“Kan ayah gak pernah bocorin rahasia masa Lili ga percaya sama ayah.” Tanya Raja yang mulai penasaran.


“Janji ya.” Ucap Lili sambil memberikan satu jari kelingkingnya mengajak Raja mengaitkan jari kelingking tanda berjanji.


“Mana ada janji begitu janji ya janji saja jangan ikut-ikut yang ga banar li.” Ucap Raja menasehati.


“Tapi ayah janji ya.”


“Iya janji.” Jawab Raja sambil mengambil kopi di meja dan meminumnya.


“Bundanya besok acara lamaran Jadi si gigi ompong ga sekolah." Ungakap Lili tanpa dosa.


"Besok...!!!"


➰➰To be Continu➰➰


♥️Persahabatan bagai kepompong kadang KEPO kadang REMPONG apalagi kalau sahabatan sama Lili dan si Ompong 😂


〰️tetap semangat jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm😊〰️

__ADS_1


__ADS_2