
💚💚
Dalam sebuah hubungan ikatan sepasang kekasih rasa saling percaya adalah kunci utama untuk mempertahankan hubungan.
Bahkan itu bukan hanya berlaku pada sepasang kekasih namun juga pada pasangan yang sudah menikah.
Jika dalam suatu hubungan tidak ada saling percaya maka akan terasa berat meskipun kadar cinta dari masing-masing pasangan di atas rata-rata.
Hal itulah yang terus saja Andoni Raman Anggara rasakan sejak menjalin hubungan dengan Yana hingga saat ini.
Jika dulu Ia tak percaya akan keseriusan Yana padanya, kali ini rasa tak percayanya bertambah setelah Yana bertemu dengan Raja.
Doni mengetahui semua kisah masa silam Yana secara detail, untuk seorang Doni yang berkecimpung di bidang bisnis kelas Asia bahkan dunia tak sulit untuknya mendapatkan data Yana.
Bahkan jika ia mau ia bisa mendapatkan semua cerita gadis itu sejak Yana lahir hingga saat ini.
Satu minggu lalu keributan dengan Yana membuatnya harus lebih waspada dalam memantau pergerakan Yana namun Doni tak sepolos yang Yana pikir tak mungkin ia menyuruh semua orangnya mundur menjauh dari Yana.
Dan benar saja pilihannya tepat, salah seorang kepercayaan Doni mengabarkan bahwa Yana sedang makan di warung tenda di depan rumah sakit dengan seorang wanita yang sudah berumur membuatnya menelpon Yana namun tak di angkat oleh gadis itu.
Doni ingin marah namun tak pernah sekalipun laki-laki itu bisa marah pada Yana tak sekalipun entah apa sebabnya, Jika di kantor Doni bahkan lebih ditakuti dari ayahnya namun saat bersama Yana Doni kalah telak.
Hari itu Yana melanggar aturan Doni untuk tidak makan sembarangan di pinggir jalan, namun keributan dengan Yana sebelumnya membuatnya memilih diam saja ia tak akan sanggup jika harus ribut dengan Yana.
Tak lama berselang orang kepercayaannya mengabari bahwa wanita yang sedang makan bersama Yana adalah Ibu dari Raja mantan kekasih Yana belasan tahun silam,
Bahkan orang kepercayaannya juga mengabari Raja juga ada di rumah sakit itu sedang sakit dan dirawat di rumah di kamar Vip tiga.
Tanpa pikir panjang Doni langsung saja mengabari Putra orang kepercayaan sang ayah dan juga calon adik iparnyauntuk menggantikannya memantau pabrik di bogor.
Putra tak bisa membantah karena memang sudah tugasnya sebagai bawahan Doni untuk menerima semua tugas yang Doni perintahkan.
Saat itu Doni datang tepat waktu saat Yana hampir saja mengiyakan ajakan seorang wanita yang sudah terlihat lebih tua dari usia mamanya itu untuk mengikuti wanita itu ke kamar rawat anaknya.
Doni lega karena kehadiranya membatalkan Yana bertemu dengan anak wanita tua itu yang Doni tau adalah Raja.
Saat Doni bertanya kenapa gadis itu tak mengangkat telepon Yana menjelaskan bahwa saat itu ponselnya tertinggal di nurse station dekat kamar operasi karena ia menitip hp nya untuk di charge.
Dan berujung sore itu Yana dibelikan ponsel keluaran terbaru berlambang buah-buahan khas malang yang sisi kanan nya ada bekas digigit tikus, dengan harga lebih mahal dari harga sebuah motor 125 cc.
Awalnya Yana menolak namun Doni mengatakan melakukan hal itu agar tak terjadi lagi insiden menumpang charger di sembarang tempat begitu kata Doni.
Sejak saat itu juga ia mengharuskan Yana untuk terus memberinya kabar, dengan alasan ia sangat cemas terjadi hal buruk pada Yana pada saat ia menelpon dan gadis itu tak mengangkat telepon darinya.
__ADS_1
“Hari ini mas jemput jam berapa sayang.” Tanya Doni saat sudah hampir dekat sekolah Yana pagi itu.
“Mas lagi gak banyak kerjaan ya,? udah seminggu aku ga liat mang Didi mas terus yang antar jemput.” Yana balik bertanya.
“Kenapa kangen sama mang Didi kamu.”
“Ish… mang Didi aja dicemburuin, mang Dadang juga, ozan juga siapa lagi hahahahaha.” Tanya Yana sambil tertawa lepas.
“ Semua, semua yang mau merebut kamu dari aku.” Jawab Doni ambigu.
Jika ditelaah dari semua sisi Doni jelas lebih dari sederetan nama laki-laki yang Yana sebutkan tadi, Bahkan jika harus dibandingkan dengan Raja pun Doni jelas memiliki nilai lebih dari segala hal. Lebih muda, lebih mapan dan lebih berkulit putih bersih terawat tentunya.
“Siapa yang mau sama aku, udah tua.” Jawab Yana cemberut.
“jangan cemberut gitu ih aku gemes.” Ungkap Doni yang dihadiahi cubitan di leganya oleh Yana
“Aduuuuhhhhh sakit yang.” Teriakan Doni membuat Yana tertawa puas.
“Oh iya mas boleh ga bilangin ke mama Jelita jangan setiap hari minggu bawa aku ke salon.” Tanya gadis itu lagi.
“kerjaan ku lagi banyak mas aku harus setor nilai anak-anak ke wali kelas mereka masing-masing, Aku juga harus mengisi rapor hasil ujian tengah semester anak-anak.”
Doni terlihat menarik nafas sebelum menjawab pertanyaan Yana, ia sudah pernah membahas hal itu dengan mamanya namun kata-kata mama yang mengatakan tak ingin Yana terlihat tua pada acara pernikahan membuatnya mengalah.
“Cuma hari minggu kan sayang, ikutin aja ya kasian mama gak ada temennya ke salon.” Jawab Doni.
“Ya gapapa aku juga cari uangnya untuk kamu kan.”
“Gombal ih.” Ucap gadis itu tepat saat mobil Doni sudah berhenti di depan gerbang sekolah SMA Binaan satu.
“Yang…!” Panggil Doni saat Yana kan menutup pintu mobil mewah itu.
“Ya..?” Jawab gadis itu sedikit menunduk melihat kembali kedama mobil tunanganya itu.
“Jangan dekat-dekat sama mang Dadang.”
“Hahahahaha.” Yana malah tertawa
“Yang....! aku serius.”
“Iya iya.” Ucap Yana dan menutup pintu mobil itu dan segera berjalan masuk ke dalam area sekolah tanpa menegur mang Dadang.
➰➰➰♥️♥️♥️
__ADS_1
Jam pulang sekolah Yana duduk di warung mie ramen depan sekolah bersama Mutia sahabatnya sesama guru.
Wanita itu memesan mie ramen komplit dan segelas jus mangga spesial, sedangkan Yana hanya memesan teh hijau dingin tanpa gula.
Yana juga lapar namun kiriman foto dari Uthi, meja makan rumahnya yang memperlihatkan sayur asem, sambal terasi, pepes ikan peda ditambah dengan ikan asing goreng dengan keterangan ‘Kalau ga ada yang pulang ini Uthi abisin semua ya.’
Menu masakan bu Nur itu membuat Yana tak mau mengisi perut dan mempersiapkan perut kosongnya untuk melahap masakan bu Nur nantinya.
“Enak Yan, yakin kamu ga mau.” Tanya Mutia guru seni yang hidupnya tak lengkap bila tanpa lagu india itu.
“Ga ah mbak.”
“Kenapa? dilarang Doni lagi? Gendeng laki mu Yana, pikir dulu deh matang-matang untuk nikah sama dia.” Ucap Mutia yang memang tau banyak bagaimana sikap Doni.
“Ga bestie, bukan karna itu, ibu masak sayur asem aku mau makan di rumah.” Jawab Yana sambil tersenyum.
“Wah lapar aku.”
“Ini kan lagi makan mbak.” Ucap Yana sambil geleng-geleng kepala, bagaimana orang bisa merasa lapar saat berada di depan makanan.
“Hahahahahaah busui harus banyak makan kata bojoku bestie.” Jawab Mutia.
“Nanti mbak gendut bang Ziadi lirik yang lain lho mbak ga takut.” Yana menakut-nakuti.
“Husss mulutnya pamali Yana ih, bang Ziadi cinta mati sama aku walaupun pipiku udah kayak donat gini.” Jawab Mutia sambil memasukan suapan terakhir mei ramen ke mulutnya.
“Bang Ziadi asli sumatra kan mbak.?
“Iya, kenapa.”
“Enak ga mbak punya suami orang sumatra?”
“kenapa jadi nanya orang sumatra, Doni kan Jawa asli.” Tanya Mutia sambil menatap mata Yana mencari maksud pertanyaan itu.
“Nanya aja mbak ga ada maksud apa-apa.”
“Kamu nanya orang sumatra atau orang medan, ga usah muter-muter ak….”
“Mas Doni udah jemput aku duluan ya bestie byeee.” Ucap Yana pergi begitu saja saat melihat mobil Doni berhenti di depan warung mie ramen itu sebelum sempat Mutia meneruskan pernyataanya.
➰➰➰To be Continue➰➰➰
♥️Tim mas Doni mana? coba tunjuk diri hihihihihihih
__ADS_1
♥️Tim sayur asem ikan asin mana? coba tunjuk piring hihihihihi
〰️Tetap semangat rakan jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm☺️ dan jangan lupa kasih like sama komen hihihi 🙏🏻