Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Ay boleh kangen gak?


__ADS_3

💚💚


Berapapun usia seorang anak maka ia akan tetap menjadi anak untuk ibu dan ayahnya meskipun si anak sudah beranak pinak bahkan sekali pun sudah bercucu seorang anak akan tetap menjadi anak untuk orang tuanya.


Sore itu, seorang wanita berusia lima puluh tujuh tahun duduk pada kursi kayu yang menghadap meja bulat di beranda rumahnya yang sedang menunggu suaminya kembali dari memberi makan ikan pada kolam mereka yang berada di samping rumah.


Sepiring Lapis legit yang dibuatnya sendiri sudah dipotong-potong dan juga satu mug kopi pahit panas yang mulai hangat menemaninya belum ia sentuh sama sekali.


Dalam genggamannya, terdapat ponsel yang sedari tadi ia pegangi. Dalam hati, wanita berusia lima puluh tujuh tahun itu sedang bermonolog tentang putranya sulungnya yang kini telah hidup sendiri setelah menantunya meninggal sekitar tiga tahun lalu.


Sejak satu bulan yang lalu, cucu pertamanya yang tengah beranjak remaja sering menelepon. Bercerita bahwa sang ayah, yakni putra pertama dari wanita itu sekarang ini bersikap sangat aneh.


Dari cerita Lala sang cucu wanita itu yakin Putra sulungnya tengah jatuh cinta pada seseorang wanita yang merupakan bunda dari teman Lili cucu keduanya dari sang anak.


Wanita yang sudah mulai terlihat keriput di wajahnya itu bernama Duma Hasian yang tak lain adalah ibu dari Mahraja itu tiba-tiba diliputi penasaran.


Sudah satu bulan wanita yang dipanggil opung oleh cucunya itu merasa penasaran dengan kebenaran berita dari Lala, namun tak pernah sekalipun bu Duma mencoba bertanya langsung pada putra sulungnya itu.


Beliau menimang, apakah dengan menelepon dan bertanya kebenaran cerita sang cucu akan mengusik ketenangan hati Raja? Namun, penasaran makin meluap-luap yang pada akhirnya membuat wanita itu segera melakukan panggilan pada kontak yang diberi nama ‘Abang’.


Tak pernah sekalipun Raja tak menjawab panggilan telepon dari mamaknya apapun kondisinya Sekalipun sedang rapat penting atau mengajar Raja tak pernah menolak panggilan telepon dari wanita yang melahirkan dan membesarkanmu itu walaupun hanya sekedar mengatakan ‘sedang mengajar nanti Ja telepon balik ya mak’.


Begitu juga di panggilan telepon wanita itu kali ini di dering pertama, panggilan langsung terhubung menyusul suara Raja mengucap salam.


"Assalamualaikum mak"


"Waalaikumsalam, sehatnya kau nak ku?" Tanya wanita itu dengan penuh sayang.


"Sehat mak, mamak sama bapak sehat?"


"Sehat kami pun bang," Ucap wanita itu lagi


“Bapak mana mak.?”


“Ngasih umpan ikan lah bapak mu sore-sore gini.”


"Ada mau mak tanyakan sama kau bang,sibuknya kau?"


“Gak mak, apa apa mak.?” Jawab Raja lembut

__ADS_1


"Betulnya yang di cerita Lala tu."


Raja terdengar tertawa lepas mendengar pernyataan mamaknya karena tau kemana arah mamak bertanya dan mamak memang selalu langsung ke sasaran tak suka basa-basi.


"Bang rasa mamak memang udah boleh kau cari ganti si Mia cemana lah bisa kau sendiri mengurus anak tiga bang susah mamak mikirkanya.


"Lala pun Recok kali nanya-nanyain ke mamak bang, kau kalau cari perempuan yang bisa nerima anak-anakmu, jan kau pikir hidupmu aja." Tambah wanita yang Raja pangil mamak itu panjang lebar.


Bukan menjawab pertanyaan mamak Raja malah kembali tertawa lebih keras dari sebelumnya.


"Ketawa lah terus kau ga usah kau dengar lagi cakap mamak mu ini." Mamak Raja mulai kesal dengan tingkah anaknya.


“Gak gitu loh mak, sensitif kali mamak awak ni ah, pasti belum minum kopi hari ini.” Jawab Raja membercandai wanita tersayangnya itu.


“Mak tanya serius, gitu jawab mu kesal mamak ah.” Bu Duma yang tak pernah basa-basi meluapkan kekesalannya dengan tanggapan putra sulungnya.


"Nanti lah ku tengok dulu ya mamak ku sayang, belum lagi ku pikirkan, masalah anak-anak ga usah mamak pikir kali ga mungkin ku tinggal orang itu mak."


"Tenang mamak nya, kalaupun iya aku nikah lagi harus sama yang bisa terima anak-anak mak.” Jawab Raja menenangkan hati mamaknya yang jauh di pulau seberang.


Setelah berbasa-basi bertukar kabar dan menanyakan ini itu panggilan telepon itu dimatikan oleh putra sulungnya.


Wanita itu juga tahu masalah yang terjadi di awal pernikahan anaknya itu dulu, meski Raja dan Mia tak pernah bercerita.


Bukan tanpa alasan saat itu ia menjodohkan Raja karena mengira anak sulungnya tak pernah terlihat punya teman wanita dan tak juga punya kekasih.


Untuk Kali ini apapun keputusan Raja asalkan wanita yang Raja bawa bisa menerima ketiga cucunya Lala Lili dan Lulu maka wanita itu sudah bertekad akan menerimanya, ia tak akan mencari lagi wanita pendamping untuk Raja terkecuali anaknya itu sendiri yang meminta.


➰➰➰♥️♥️♥️


Putri yang masuk ke kamarnya di sambut dengan senyum lebar oleh Putra yang merasa begitu percaya diri bahwa istrinya itu tak bisa berjauhan darinya.


“Kan benar ga bisa jauh Uthi dari abang.” Seru Putra percaya diri.


“Abang pindahin Adam aja ya, kalau Idris muat ni kita bertiga.” Sambung Putra sambil menunjuk dua ponakan yang tertidur di sampingnya dengan tenang.


“Uthi kesini mau bawa bang Utha ke kamar kak Yana, kalau abang terbukti bersalah Uthi mau pindah tidur ke kamar kak Yana selamanya.” Ucap Putri sang istri dengan wajah serius dan sedikit memajukan bibirnya tanda merajuk.


Putra yang awalnya seperti ditiup angin sepoi-sepoi di sore hari kini berubah seperti ditiup angin badai yang mematikan, Pria yang sebentar lagi menjadi ayah itu seketika duduk dari tidurnya.

__ADS_1


“Salah abang apa sayang, jangan aneh-aneh deh.” Jawab Putra mulai panik. Memang sebelum Putra menikahi Putri wanita itu sudah dekat dengan Yana dan Elita dan ketika sudah menjadi istrinya Putri bertambah terlihat kompak dengan Yana dan Elita.


“Salah abang udah tega jerumusin kak Yana, kasihan banget anak aku punya ayah tega begitu sama saudara sendiri.” Ucap Putri sambil mengelus perutnya dan masih tidak dapat dipahami oleh putra.


Derama ibu hamil kadang memang lebih mengerikan dan berbahaya dari cerita horor. Apa salah dan dosanya sampai calon anaknya juga di bawa-bawa.


“Ayo ke kamar kak Yana,” Ucap istrinya dingin dan keluar lebih dulu dari kamar itu menuju kamar Yana.


Putra hanya bisa mengikuti dengan hati cemas dan was-was, dan benar saja saat masuk ke kamar itu tatapan tajam mematikan milik Elita kakaknya membuatnya merinding.


“Aku ga salah kak aku ga tau apa-apa.” Ucap Puta sunguh-sungguh saat Elita memberikan pertanyaan penyidikan pada adik bungsunya itu.


“Aku kan udah pernah bilang ke kak Yana mas Doni dan keluarganya itu bukan orang sembarangan kak,”


“Mereka bisa melakukan apa aja kak.” Ungkap Putra dengan nada kecewa.


Yana hanya diam saja, sedang Elita dan Putri terlihat masih merasa kesal dan kecewa dengan pernyataan Putra, dan meminta Ayana menanyakan apa maksud Doni melakukan semua itu pada Yana, bukankah sudah jelas Yana memilih dia apalagi yang harus dicurigai dari Yana.


➰➰➰♥️♥️♥️


Di Sebuah kamar dengan cat biru seorang laki-laki berbaring di atas ranjang dengan lengan sebagai bantalnya. Raja, laki-laki itu masih setia dengan patah hatinya meski sudah sebulan berlalu dari saat wanita pujaan hatinya di lamar laki-laki lain.


Raja sadar betul semua yang terjadi adalah disebabkan olehnya juga, ia juga ingat betul pernah meninggalkan Yana dengan luka teramat sangat sakit di masa lalu.


Namun ketika kali ini hatinya dihempaskan oleh gadis itu maka tak mungkin lagi ia berharap untuk bisa kembali. Bodohnya ia tenggelam larut dengan masalah hatinya.


Setiap pagi juga Raja masih menunggu di depan sekolah hanya untuk melihat Yana, pesan yang Yana balas hanya dengan enam huruf ‘thanks’ saat ia mengucapkan selamat bertunangan. Setiap hari ia buka kembali pesan itu berharap ada pesan lain yang Yana kirimkan.


Namun sampai satu bulan berlalu harapannya itu tak pernah ia dapatkan, andai saja kata maaf bisa mengembalikan semua harapan yang pernah ada menjadi nyata mungkin hidupnya tak sekacau ini saat ini.


“Tuhan hanya engkau yang mampu membuka pintu hatinya untuk kembali mencintai ku, tolong aku.” Monolog Raja penuh harap.


“Ay kangen boleh ga.” Gumamnya lagi sebelum menutup mata memilih tidur mencoba meringankan beban.


➰➰To Be Continue➰➰


Pariban : artinya sepupu (dalam kekerabatan Batak)


♥️Andai saja kata maaf bisa mengembalikan semua harapan yang pernah ada menjadi nyata.

__ADS_1


〰️Tetap semangat rakan jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm ☺️〰️


__ADS_2