Ditakdirkan Mencintaimu

Ditakdirkan Mencintaimu
Panggung Drama 1


__ADS_3

Sana menggerutu kesal sebab baju yang dia kenakan malam ini terlihat hampir memperlihatkan aset pribadinya. Sana beberapa kali mengumpat.


"Kalau dia mengumpat begini, pasti lupa jika Rindi hari ini belum datang," Saras nampak tersenyum jail, melihat wajah Sana yang terlihat seperti kertas di kepal.


"Hai, Nona! Terus saja kau tersenyum di sana. Berikan saja semua penderitaan kepadaku, agar aku bisa mati berdiri." Ketus Sana yang sibuk dengan belahan dadanya. Saat dia menaikkan lengan gaunnya, bagian depannya melorot dan hampir menampakkan gundukan asetnya. Begitupun jika lengan itu di lebarkan, rasanya lengan itu hampir melorot juga.


"Apakah tidak ada baju lain selain yang ini," omel Sana.


"Aduh cantik, jangan di gituin ye gaun eike, itu fashion terbaru. Belum ada yang pakai model gaun itu sebelumnya. Tapi aduhai, pas sekali gaun ini di tubuhmu." Seorang pria gemulai yang dengan lincahnya merapikan gaun Sana itu tak berhentinya bicara. Bahkan membiarkan aset Sana yang hampir menyembul.


"Katakan kepadaku, bisakah kau memberiku gaun lain yang tidak menunjukkan gunungku? atau kau ingin semua orang menikmati pemandangan disana." sinis Sana. yang malah ditanggapi kekehan dari pria gemulai dan Saras.


"Hai, itu tidak seberapa, bahkan ada yang lebih terbuka tuh, mereka biasa-biasa saja," ucap Saras dengan santai.


"Itu mereka, bukan saya." ketus Sana, tapi matanya berkaca-kaca, Sana mengusapnya kasar. "Tahu bajunya begini aku bakalan tidak mau." lirih Sana.


"Maafkan aku Sana, aku hanya memberikan style gaun yang akan kau pakai. Aku tidak tahu jika gaunnya bakalan seperti ini,"' Saras berjongkok dihadapan Sana.


"Nggak papa, aku saja yang terlalu lebay menanggapinya." Sana tersadar, langsung mengusap air matanya. "Kan, riasanku berantakan lagi." Pria gemulai yang biasa dipanggil Merry itu pun kembali menyempurnakan make up Sana.


"Aduh Ciin, kenapa kamu gerak terus begini sih, Eike mau benahi ni, make up you."


"Gaunnya nggak enak banget, bagian dadanya terlalu terbuka, bisakah aku ganti gaun saja?"


"Tapi ini yang paling bagus buat performa you. Bukankah beberapa hari yang lalu kita sudah mengukur tubuh you. Sudahlah! Kita pasang saja bros bunga dengan rumbai menjuntai disini, biar bisa menutup bagian dadanya." pria gemulai itu mengambil bros cantik dari dalam sebuah kotak perhiasan, lalu dia menyematkan bros cantik di bagian dada Sana. Sehingga gunung milik Sana tertutup sempurna.


"Perfect!"


"Waoww, Sana, kau sangat cantik malam ini, Aku yakin, Vino tidak akan bisa mengalihkan pandangannya."


"Vino!"

__ADS_1


Sana menaikkan satu alisnya.


"Iya, Vino siapa lagi? Apakah kau mengharapkan ada yang lain lagi?" goda Saras.


Sana hanya tersenyum kecut. Hubungan dirinya dan Vino hanyalah sebatas rekan kerja. Meskipun Sana sebenarnya menginginkan lebih dari itu.


"Kak Saras, kapan aku perform?"


Sana mengalihkan pembicaraan.


"Sebentar lagi, sebaiknya kita mendekat, yuk!" Saras menarik tangan Sana dengan lembut.


Vino tengah duduk di sofa panjang di depan lorong masuk ke panggung. Vino berselayar dengan ponselnya, memeriksa beberapa laporan yang masuk.


Beberapa penari dan dua orang penyanyi yang melewatinya, terlihat curi-curi pandang, namun Vino tetap tidak bergeming dari ponselnya. Hingga seseorang berdiri tegak di hadapannya. Vino hanya mendongakkan kepalanya sekilas, lalu kembali sibuk dengan ponselnya.


"Vino!"


"Mau apa kau kemari?" ketus Vino.


"Aku merindukanmu Vino." bergelayut manja di lengan Vino, dan kepalanya dia letakkan di bahu Vino.


"Sima, lepaskan!" Vino menggoyangkan lengannya. Kenapa harus ada wanita menjengkelkan ini seh."


Bahkan Vino semakin jengkel saja, saat beberapa orang yang melewati mereka nampak berbisik.


"Ayolah Vino, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku tahu, kau begitu mencintaiku, maka dari itu kau begitu marah. Aku sungguh menyesal, aku khilaf, awalnya aku hanya main-main."


"Main-main?"


"Iya, Sayang! Aku hanya main-main. Aku tidak ada maksud serius dengan Temanmu itu," bujuk Sima, sambil terus menggesekkan tubuhnya ke lengan Vino.

__ADS_1


Vino tersenyum sinis, diapun melepaskan pegangan tangan Sima di lengannya. "Sampai tidur bersama kau bilang main-main, Sima!" Vino semakin membenci wanita itu, mungkin rasa bencinya sudah sampai ke ubun-ubun.


Wanita menjijikkan! Aku menyesal karna pernah menjalin hubungan dengan wanita seperti dia. batin Vino


"Vino, aku khilaf, beri aku kesempatan. Maafkan aku ya, Sayang!"


"Adakah alasan yang lain? Alasan yang kiranya lebih pantas dan masuk akal? Atau kau memang sudah tidak memiliki akal. Kau sudah tidur bersama temanku, dan kau bilang, itu hanya main-main? berarti kau juga selama ini hanya main-main denganku!" Suara Vino memang terdengar biasa, namun rasanya menusuk ke dalam hati dengan luar biasa.


"Vino ... ! Bukan seperti itu, aku serius denganmu!"


"Serius bermain-main denganku dan serius melukai hatiku. Aku sungguh berterima kasih kepadamu. Kau wanita bermuka dua yang luar biasa." Vino memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, setelah itu pergi dari sana.


"Vino! Kau begitu marah!" lirih Sima, menatap nanar kepergian Vino.


Sedangkan dibalik sebuah tembok pembatas, seorang gadis yang tengah asyik menguping itu semakin merapatkan tubuhnya ke dinding. Dia berusaha bersembunyi, agar tidak ketahuan oleh Vino.


"Vino, aku tahu, bagaimana rasanya menahan sakit akibat dihianati." Netranya mengikuti kemana Vino pergi.


"Hai, kau disini, ayo kau harus memainkan peranmu." Saras menepuk bahunya lembut.


Sana menuju panggung dengan alunan musik yang mengalun indah, kisah Cinta Harum dan Wangi Samudra. Dari itulah drama panggung di beri judul Cinta Wangi.


Diperankan oleh Sana dan Vino. Kisah cinta seorang putri yang mendapat kutukan sebab menolak cinta sang pangeran Segara Bayu. Segara Bayu yang tidak menerima penolakan, merasa sakit hati, dia menyuruh pengikut setianya bernama Nenek Bangkai untuk mengutuk Cinta Harum agar tidak ada siapapun yang mau meminangnya.


Sana di beri mantra Bunga Bangkai, agar bau badannya berubah seperti bangkai. Semua orang yang menciumnya akan langsung pingsan dan terkulai lemas tak berdaya.


Sebab itulah, Putri Cinta Harum diusir dari kerajaannya sendiri. Di tengah perjalanan, putri Cinta Harum bertemu dengan rusa jantan. Dari rusa ini, Putri Cinta mengetahui, jika dirinya bisa sembuh jika menemukan Cinta sejatinya. Tentu saja Putri Cinta merasa senang, sebab dirinya bisa sembuh. Tapi juga bersedih, siapa yang mau mendekati dirinya, sedangkan dia memiliki bau yang tidak sedap.


Berhari-hari Putri Cinta menyusuri hutan. Tidak ada satupun hewan yang mendekati dirinya, sebab tidak tahan dengan bau badan yang keluar dari tubuh Putri Cinta. Bahkan saat mandi pun, semua ikan di sungai timbul ke permukaan air dan menggelepar mati. Putri Cinta semakin bersedih.


Akhirnya Putri Cinta hanya akan mandi jika musim hujan telah tiba, sebab banyaknya air, tidak akan membuat ikan di sungai mati.

__ADS_1


**Bersambung ....


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.. Selamat membaca. Love you alll**


__ADS_2