Ditakdirkan Mencintaimu

Ditakdirkan Mencintaimu
Rencana Sima


__ADS_3

Di sebuah ruangan, duduk dua orang wanita dengan santainya, sambil menikmati minuman mereka masing-masing.


"Bagiamana kelanjutan permainan kita Sima?" Mita kini duduk dengan menyilang kan kakinya, menggoyangkan Wine yang tengah berada di antara jari telunjuk dan jempol.


"Semua sudah berjalan sesuai rencana. Bahkan lebih heboh dari yang kita bayangkan. Perempuan itu akan menanggung akibat dari apa yang sudah diperbuatnya." Sima tersenyum sangat puas.


"Lihatlah, bahkan belum genap satu dua bulan gadis itu didunia entertaintment, tapi namanya langsung jatuh dan terburai." Sima menjatuhkan gelasnya dan tersenyum terbahak.


"Apa kau yakin, kita akan berhasil?" ragu Mita. Sebab sejauh yang dia tahu, Vino sudah tidak pernah lagi menyinggung pertunangannya. Vino seakan sudah lupa bahwa pernah menjalin hubungan dengan Sima. Tapi Mita tidak ambil pusing akan hal itu, sebab hatinya begitu sakit saat tahu, bahwa Vino adalah adik dari Vanka. Orang yang telah mengambil Riki darinya. Dan sebab Vino, Mita kehilangan pekerjaan.


"Aku sangat yakin!"


"Tapi bagaimana jika Vino malah membela gadis itu?" Mita meletakkan gelasnya, dan beralih pada ponsel miliknya.


"Itu tidak mungkin!" Sepertinya Sima terlalu cepat mengambil kesimpulan. Mita tersenyum melihat beberapa postingan yang isinya menghujat nama model produk terbaru Bravo Grup.


"Kau hebat! Aku yakin, dampaknya akan sangat luar biasa!" ucap Mita tersenyum puas.


"Bahkan gadis itu tidak akan bisa tidur dengan nyenyak setelah melihatnya!" Sima menepuk tangannya, datanglah seorang pelayan masuk ke dalam ruangan itu.


"Bersihkan sampah itu!" menunjuk pecahan gelas kaca.


"Kau mau kemana?"


"Aku harus keluar untuk mencari simpatik yang lebih, Bukan?" Sima mengambil tas miliknya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.


"Obat tetes mata?" Mita mengernyit heran.


"Aku yakin sekali, akan ada banyak wartawan di luar sana yang menunggu diriku. Aku harus terlihat bersedih bukan?" Sima mengibaskan rambutnya lalu berjalan anggun dan tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Flashback


Sima yang memang geram dengan sikap Vino yang selalu mengacuhkan dirinya. Apalagi setelah di acara pesta saat itu. Sima sudah mencoba berbagai cara untuk mendekati Vino. Mulai mendatanginya di kantor, tapi bukannya bertemu dengan Vino, dia langsung diusir oleh satpam perusahaan sebelum bertemu.


Dan malam itu, Sima mendatangi studio untuk bertemu dengan Vino. Dia masuk dengan mudah sebab memiliki kenalan di bidang entertainment. Sima melihat Vino nampak duduk sendiri. Inilah kesempatan yang bagus untuk mendekati Vino, begitulah pikirnya.


"Vino!"


"Mau apa kau kemari?" ketus Vino. Sima mengeratkan pegangan pada tali tas selempang miliknya. Sima harus membujuk Vino dengan sikap manjanya yang biasa dia lakukan dulu.


"Aku merindukanmu Vino." bergelayut manja di lengan Vino, dan kepalanya dia letakkan di bahu Vino.


"Sima, lepaskan!" Vino menggoyangkan lengannya. Nampak sekali Vino tidak suka, namun bukan Sima namanya jika dia tidak bisa menebalkan muka.


"Ayolah Vino, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku tahu, kau begitu mencintaiku, maka dari itu kau begitu marah. Aku sungguh menyesal, aku khilaf, awalnya aku hanya main-main."


"Main-main?"


Vino tersenyum sinis, diapun melepaskan pegangan tangan Sima di lengannya. "Sampai tidur bersama kau bilang main-main, Sima"


"Vino, aku khilaf, beri aku kesempatan. Maafkan aku ya, Sayang!" Sampai kapanpun, Sima tidak akan begitu saja menyerah. Dia sudah menyesal sebab pernah melepaskan Vino, tambang emasnya.


"Adakah alasan yang lain? Alasan yang kiranya lebih pantas dan masuk akal? Atau kau memang sudah tidak memiliki akal. Kau sudah tidur bersama temanku, dan kau bilang, itu hanya main-main? berarti kau juga selama ini hanya main-main denganku!"


"Vino ... ! Bukan seperti itu, aku serius denganmu!"


"Serius bermain-main denganku dan serius melukai hatiku. Aku sungguh berterima kasih kepadamu. Kau wanita bermuka dua yang luar biasa." Vino memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, setelah itu pergi dari sana.


"Vino! Kau begitu marah!" lirih Sima, menatap nanar kepergian Vino.

__ADS_1


Sekarang.


"Vino, aku benar-benar menyesal sebab meninggalkan dirimu saat itu, aku sungguh sangat menyesal, sampai sekarang aku tidak bisa melupakan dirimu. Aku memang bersalah, tapi sebenarnya aku memang sangat mencintaimu." ucap Sima sambil mengelus ponsel miliknya, ada foto Vino terpampang jelas di sana. Dia merutuki kebodohannya yang telah berani berselingkuh.


"Tapi kau tidak perlu khawatir Vino, aku akan berusaha membuat kita bersatu kembali." Sima tersenyum bahagia. Wajahnya berubah bersinar.


"Maafkan aku, karna tanpa seizinmu, aku mengunggah foto mesra kita berdua, dan juga foto Si Pengganggu hubungan kita berdua. Aku sudah memberitahukan kepada semua orang, bahwa dialah orang ketiga di antara kita berdua, kau pasti akan sangat terbantu dengan ini. Dan kita, akan bersatu kembali." lirih Sima.


Tanpa Sima sadari, jika cinta dihatinya telah berubah menjadi obsesi yang membuat hatinya berubah menjadi orang yang jahat. Bahkan dia sudah mengumumkan kepada semua orang, jika Sana adalah pihak ketiga diantara hubungan Sima dan Vino. Sima membuat unggahan Video dan beberapa foto yang menjelaskan hubungan antara dirinya dan Vino saat bertunangan beberapa bulan yang lalu.


Dan kini, Sima seolah menjadi pihak yang begitu hancur saat Vino dengan gamblang dan terang-terangan menyatakan cinta di hadapan semua orang. Wajah Sima tidak hentinya tersenyum membaca komentar netizen yang menyudutkan Sana, sebab pemberitaan yang dibuat oleh Sima. Setelah puas dengan kata-kata kotor yang ditulis oleh para netizen, tapi beberapa menit kemudian, semua postingan itu lenyap tak tersisa.


"Kenapa postingan itu, kenapa semuanya hilang?" Sima memainkan jari-jarinya dengan begitu lincah, tapi tetap saja berita dan postingan yang dia buat lenyap tanpa tersisa.


"Siapa yang berani lakukan ini?" Sima nampak berpikir keras, hingga sebuah nama terlintas di otaknya.


"Aku tahu, itu pasti kau, tapi aku akan tetap menekan perempuan itu, agar dia meninggalkan dirimu. Aku tidak akan mau berbagi kekasih dengan siapapun, apalagi memberikan Vino secara cuma-cuma. Artis dadakan yang langsung tenar itu, mengancam kedudukanku," Sima meremas ponsel miliknya.


Sedangkan Vino saat ini terlihat begitu kacau, pemberitaan yang semakin memanas dan menyudutkan Sana membuatnya tidak bisa lagi berkonsentrasi dengan baik.


"Tuan!"


"Arjun, kenapa masih adanya postingan yang tertinggal, hah! Kenapa tidak semuanya dihapus? Bagaimana kalau Sana tahu akan hal ini? Aku tidak ingin Sana kecewa kepadaku dan hubunganku berakhir sebelum aku memulainya." Vino mencengkeram kerah kemeja Arjun dengan kuat, lalu sedetik kemudian dia tersadar dan melepaskannya kasar.


"Maaf, Arjun! Aku benar-benar bisa gila jika memikirkan ini semua!" Vino menetralkan nafasnya yang menderu.


"Semuanya sudah beres, Tuan! Tidak ada lagi postingan itu, sekarang saatnya penyelesaian terakhir. Lima belas menit lagi kita akan melakukan pers, Anda harus melakukan konfirmasi mengenai hubungan ini!"


"Tapi bagaimana dengan Sana?" lirih Vino tak bersemangat.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2