Gadis Milik Rhein

Gadis Milik Rhein
Perasaan Jujur Hazel


__ADS_3

Hazel tertidur di atas sofa ruang tamu karena hari memang sudah sangat malam. Sebenarnya Hazel menunggu Rhein untuk berbicara tentang apa yang sudah terjadi di antara mereka. Hazel ingin memberitahu Rhein jika dia minta maaf sudah jatuh cinta pada Rhein.


Hazel ingin tau apa tanggapan Rhein akan hal itu. Hazel memang sangat polos dan dia baru pertama kali ini dia jatuh cinta. Hazel terlihat sangat gelisah sebenarnya dari tadi tentang perasaannya saat ini sampai dia tertidur di sofa menunggu Rhein.


Rhein yang datang tepat jam dua belas malam melihat Hazel yang tidur di atas sofa dan ada makanan yang tersedia di meja makan.


"Dia pasti sedang menungguku. Gadis ini, kenapa kamu harus jatuh cinta padaku? Aku bahkan tidak pantas untuk kamu cintai." Rhein melepaskan suitnya dan melonggarkan dasinya. Dia membawa tubuh Hazel ke dalam kamar dan menidurkan Hazel di atas tempat tidurnya.


"Maafkan aku, Hazel. Aku tidak bermaksud membuat kamu jatuh cinta padaku." Rhein menyelimuti tubuh Hazel dan dia masuk ke dalam kamar untuk berganti baju.


Rhein naik ke atas tempat tidur dan tidur dengan memeluk Hazel. Hal itu sudah menjadi kesukaan Rhein meskipun kali ini dia merasa bersalah pada Hazel.


Hazel yang merasakan ada tangan yang memeluk perutnya tampak ingin membuka kedua matanya, tapi dia juga merasakan rasa kantuk yang teramat sehingga matanya kembali lagi di tutup, tetapi tangannya memegang tangan Rhein yang ada di perutnya.


***


Keesokan harinya, Hazel terbangun dari tidurnya dan tidak melihat siapapun di sana.

__ADS_1


"Rhein mana? Bukannya semalam Rhein ada di sini? Aku dapat merasakan tangan Rhein melingkar pada perutku."


Hazel beranjak dari tempat tidur dan mencoba mencari Rhein, tapi Hazel tidak menemukan Rhein di sana.


"Apa semalam aku hanya bermimpi jika Rhein pulang? Kenapa Rhein tidak memberi kabar padaku?"


Raut wajah Hazel seketika tampak sedih dengan apa yang terjadi. "Apa Rhein sengaja menghindari aku dan tidak ingin bertemu denganku? Tapi kenapa?"


Hazel menghubungi Kak Darren karena dia ingin tau Rhein kenapa tidak pulang sama sekali.


"Kak Darren, apa Rhein bersama denganmu?"


"Tuan Rhein tidak bersama denganku, Hazel. Memangnya kenapa?"


"Dia dari kemarin belum pulang ke rumah, aku kira kemarin malam dia pulang, tapi ternyata dia tidak pulang."


"Mungkin tuan Rhein tidur di kantornya karena kemarin dia ada lembur. Aku sedang tidak ada di kota ini karena aku mengurusi bisnis tuan Rhein di kota lain, dan dua hari lagi aku baru kembali."

__ADS_1


"Oh seperti itu. Ya sudah kalau begitu. Terima kasih, Kak Darren."


"Hazel, apa kamu dan Tuan Rhein sedang ada masalah?"


Hazel terdiam sejenak. "Kamu baik-baik saja. Kak Darren kalau begitu aku mau memasak dulu, siapa tau nanti Rhein pulang, jadi sudah ada makanan di rumah."


"Ya sudah kalau begitu. Kalau ada apa-apa, kamu bisa menghubungiku."


"Iya, terima kasih Kak Darren."


Hazel memilih melakukan kegiatannya saja, yaitu membersihkan apartemen Rhein dan membuat makanan untuk dia sendiri.


Saat sedang memasak, ponsel Hazel berbunyi dan dia terkejut melihat ada nama Rhein di sana.


"Halo, Gadis Perawan, apa kamu sudah mandi? Kalau sudah sekarang kamu turun ke bawah karena aku sudah menunggu kamu di bawah."


"Apa? Kamu menungguku di bawah?"

__ADS_1


__ADS_2