
Mommy Kei mengenalkan Nala pada Hazel. Dia menjelaskan siapa Hazel karena memang Nala dan Akira belum bertemu Hazel. Rencananya mereka akan bertemu saat makan malam yang sudah direncanakan oleh Keiko, tapi karena insiden yang menimpa Orlaf mungkin acara itu ditunda.
"Jadi, kamu gadis yang diceritakan sama Mommy? Kamu cantik sekali."
"Terima kasih, kamu juga sangat cantik, dan aku senang bisa berkenalan denganmu Kak Nala."
"Tidak perlu memanggil, Kak. Panggil saja aku Nala, supaya kita bisa lebih akrab."
"Iya, Nala."
"Oh ya! Kamu sudah berkenalan dengan suamiku, Kan?"
"Tentu saja, suami kamu sangat ramah walaupun kita baru saja bertemu. Kalian pasangan yang sangat sempurna."
"Terima kasih." Nala seolah mengingat sesuatu. "Sebentar. Tadi kalau tidak salah aku melihat kamu dan Rhein pergi ke pusat perbelanjaan."
Hazel melihat pada Rhein, dan Rhein tidak tau jika Nala melihat mereka.
"Kami tadi memang berhenti di sana untuk membeli sesuatu."
"Padahal tadi aku kira kamu sedang bersama dengan kekasihmu."
__ADS_1
"Hazel ini kekasihnya Orlaf dan mereka akan bertunangan, Nala. Kamu ingat mommy kapan hari pernah cerita sama kamu."
"Oh iya, aku ingat." Nala melihat pada Rhein, dia sebenarnya ada yang ingin ditanyakan pada Rhein karen tadi yang dia lihat antara Rhein dan Hazel bukan seperti kedekatan seorang kakak ipar dan adik ipar. Nala melihat mereka bergandengan tangan dan Rhein terlihat sangat perhatian pada Hazel.
Tidak lama dokter mengatakan jika operasi Orlaf berjalan lancar dan keadaan Orlaf baik-baik saja, hanya menunggu untuk pemulihan.
Semua di sana tampak lega. Orlaf akan dipindahkan ke ruang perawatan.
"Hazel, sebaiknya kamu yang masuk duluan untuk melihat Orlaf karena dia dari tadi memang mencari kamu."
"Oh iya, Tante, aku juga ingin bertemu dengan Orlaf."
Hazel sedang duduk di samping ranjang Orlaf. Orlaf masih belum sadar saat ini, tapi Hazel terus menemaninya dengan memegang tangan Orlaf.
"Orlaf, aku minta maaf karena sudah membuat kamu seperti ini. Seharusnya aku tidak meninggalkan kamu lama di rumah dan menemani kamu." Hazel benar-benar merasa bersalah sudah membuat pria yang sangat baik kepadanya terluka.
Pria itu membuka kedua matanya dan tersenyum pada Hazel. "Mana roti yang ingin kamu belikan untukku?"
Hazel terkekeh kecil. "Aku lupa meninggalkannya di mana? Sepertinya di halaman rumah kamu."
"Kamu diajak ke mana saja sama Rhein? Bagaimana hubungan dia dan kekasihnya?"
__ADS_1
"Sepertinya akan berakhir," celetuk Hazel.
"Jadi, mereka akan putus? Memangnya ada masalah apa Hazel? Apa karena wanita lain? Rhein memang tidak bisa jauh dari para wanita."
Hazel sebenarnya menjelaskan tentang dia dan Rhein.
"Orlaf, bagaimana keadaan kamu sekarang?"
"Aku sudah lebih baik, apa lagi saat melihat kamu di sampingku." Orlaf menggenggam tangan Hazel erat.
Hazel tersenyum yang dipaksakan. Sekali lagi Hazel merasa bersalah saat melihat wajah polos Orlaf yang terlihat senang memandang wajah Hazel. Dia mencintai Rhein, tapi dia tidak mau melihat wajah bahagia Orlaf berubah sedih karenanya.
"Kalian bicara apa saja? Apa sekarang kamu sudah lebih baik bisa bertemu dengan gadis yang sangat kamu cintai?" Goda mommy Kei.
Semua masuk ke dalam kamar dan menyapa Orlaf satu persatu. "Aku minta maaf sudah membuat kalian semua khawatir."
"Lain kali jangan ceroboh, Nak. Mommy kamu benar-benar seperti kehilangan nyawanya saja," terang Daddy Adrian.
"Aku berjanji akan menjaga Orlaf, Om. Hal ini tidak akan terjadi lagi."
Pandangan Rhein tak lepas dari Hazel, dan pandangan Nala tak lepas dari Rhein.
__ADS_1