
Hazel dan Rhein kembali ke rumah, tapi saat sampai di rumah, mereka kaget karena ada mobil ambulans dan di rumah Rhein.
Dua orang itu tampak panik. Mereka segera turun dan ingin tau apa yang terjadi sebenarnya.
"Mom, ada apa?"
"Adik kamu tadi terjatuh dan sekarang dia harus dibawa ke rumah sakit karena sepertinya ada patah pada punggungnya."
"Oh My God! Kenapa bisa sampai jatuh? Dia jatuh di mana?"
"Anak tangga."
"Orlaf, apa dia baik-baik saja?" Hazel yang cemas mencoba mendekat ke arah mobil ambulans.
"Hazel ... Hazel," panggil Orlaf dengan menahan rasa sakit.
"Aku di sini, Orlaf."
Hazel yang ingin melihat Orlaf di hadang petugas medis dan dia di suruh untuk minggir karena Orlaf akan segera dibawa ke rumah sakit.
Mobil ambulan sudah berangkat ke rumah sakit. Rhein dan Hazel ikut menyusul ke sana.
__ADS_1
Sesampai di rumah sakit, Orlaf segera diperiksa dan mereka menunggu di luar.
"Mom, bagaiman Orlaf bisa jatuh?"
"Dia tadi di atas, dan mendengar ada mobil datang, dia mengira itu kamu dan Hazel. Orlaf berlari turun dan dia ingin berpegangan, tapi dia lupa jika tangannya masih terluka. Orlaf terjatuh dari anak tangga."
"Daddy ke mana? Apa tidak ada di rumah?"
"Daddy pergi ke kantor Akira, tapi sudah mommy hubungi. Dia akan ke sini dengan Akira."
Hazel yang tangannya di gandeng oleh Rhein seketika dia melepaskan tangan Rhein.
Tidak lama dokter keluar dari kamar dan menjelaskan jika Orlaf harus menjalani operasi dan dibutuhkan persetujuan dari keluarga.
Mommy Kei menandatangani izin itu dan Orlaf masuk ke ruang operasi.
Kei memeluk Hazel karena dia sangat khawatir dengan keadaan Orlaf. "Tante Kei jangan khawatir. Orlaf pasti baik- baik saja."
"Hazel, aku sangat takut jika keadaan Orlaf semakin tidak baik. Aku takut dia kenapa-napa karena tadi dia terjatuh sangat keras, apa lagi anak tangga di rumah sakit tinggi."
"Maafkan Hazel, Tante, seharusnya Hazel tidak terlalu lama meninggalkan Orlaf tadi."
__ADS_1
"Tante tidak menyalahkan kamu. Orlaf tadi bilang kalau kamu pergi untuk membeli kue untuknya."
"Kalian berdua tenang saja. Orlaf adikku yang kuat dan dia pasti baik-baik saja, dan kamu, Hazel, jangan menyalahkan diri kamu terus, bagaimanapun kamu tidak salah dalam hal ini. Kamu sudah sangat perhatian dengan Orlaf, mommy juga tau tentang hal itu. Iya, kan, Mom?"
"Iya, Sayang, ini bukan salah kamu. Kamu kekasih Orlaf yang sangat baik dan perhatian pada Orlaf."
Daddy Adrian dan Akira datang ke sana. Mereka diberitahu jika Orlaf sedang menjalani operasi dan Mommy juga menceritakan kejadian yang terjadi pada Orlaf.
"Kita tunggu saja dan terus berdoa, Kei." Adrian memeluk istrinya.
Operasi hampir berjalan selama tiga jam, dan selama itu mereka menunggu dengan cemas.
"Mom, bagaimana keadaan Orlaf?" tanya Nala yang tiba-tiba muncul di sana. Wajah Nala terlihat sangat cemas dengan keadaan adik iparnya itu.
"Nala." Keiko langsung memeluk Nala. "Orlaf masih di ruang operasi. Entah kenapa lama sekali, aku sangat cemas.
"Mommy tenang saja, dia pasti baik."
Nala masih memeluk ibu mertuanya. Kemudian sekarang pandangannya jatuh pada Hazel yang berdiri di sana. "Ini siapa?"
Hazel melihat pada Nala, dan Hazel tau jika wanita di depannya ini adalah sosok wanita yang dulu membuat Rhein patah hati dan sampai tidak mau membuat Rhein mengenal arti cinta.
__ADS_1