Gadis Milik Rhein

Gadis Milik Rhein
Keinginan Keiko


__ADS_3

Kei menjelaskan pada Orlaf jika anak gadis di sini kalau bisa jangan sampai pulang larut malam, apa lagi kalau hanya pergi jalan-jalan dengan temannya karena akan menjadi pandangan buruk.


Keiko ini wanita blasteran Jawa-- Jepang dan dia sudah lama tinggal di Indonesia. Jadi jiwa ketimurannya masih ketara, sedangkan suaminya asli orang luar negeri alias bule. Keiko sebisa mungkin dia mendidik anak-anaknya tidak lupa adat ketimuran. Dia juga selalu mewanti-wanti Orlaf jika berpacaran tidak boleh sampai di luar batas, dan agar menjaga nama baik keluarganya. Bahkan Keiko juga melarang Orlaf menyentuh minuman keras.


"Aku minta maaf, Mom. Aku kira kalau hal itu biasa saja, bukannya Hazel juga pergi denganku."


"Kalau orang melihat kalian, pasti orang lain mengira kalian itu sepasang kekasih."


Hazel seketika melihat pada Orlaf. "Mommy bisa saja. Sebaiknya aku tidur dulu karena besok harus masuk kuliah pagi sekal, dan juga besok adalah hari pertama kamu masuk kuliah Hazel. Jadi, istirahatlah yang cukup agar besok kamu bisa lebih segar masuk kuliah."

__ADS_1


"Kamu mengajaknya pulang larut, tapi sekarang malah menyuruh dia tidur dengan cukup. Dasar anak bandel!" Keiko mencubit hidung mancung Orlaf. Hazel hanya tertawa melihat hal itu.


Keiko menyuruh dua anaknya masuk ke kamar masing-masing. Di kamar Orlaf, dia membanting terlentang nyaman di atas tempat tidur besarnya. Entah kenapa dia beberapa hari mengenal Hazel ada sesuatu yang membuatnya sangat tertarik dengan gadis pemilik senyum manis itu.


"Bagaimana kalau aku menjadikan Hazel kekasihku, ya? Kira-kira dia mau tidak?" Orlaf tampak berpikir dengan menatap langit-langit kamarnya.


Di kamar Hazel, dia sedang duduk di dekat jendela menatap ke arah luar melihat pemandangan taman dan air mancur yang ada di sana.


Sedangkan di dalam kamar Keiko. Dia yang sedang duduk di depan meja rias sedang menyisir rambutnya dan suaminya yang bernama Adrian tampak berkutat dengan Laptop di depannya.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana jika Hazel benaran aku jadikan putri kita, apa kamu setuju?"


"Maksud kamu apa? Bukannya kita memang sudah menganggap Hazel seperti putri kita sendiri, kita akan merawat dan menjadikan dia seorang wanita dengan masa depan yang cemerlang."


"Kalau hal itu tentu saja. Maksudku kita tidak hanya jadikan dia anak angkat, tapi juga anak mantu."


Seketika Adrian menghentikan jarinya menekan tombol pada laptopnya. Dia melihat pada istrinya. "Kamu mau menikahkan dia dengan Orlaf?"


Keiko mengangguk. "Aku lihat mereka berdua cocok. Dua remaja yang sangat manis dan menyenangkan."

__ADS_1


"Biarkan Orlaf menyelesaikan dulu kuliahnya. Setelah Orlaf lulus dia akan bekerja di salah satu perusahan milikku, baru dia akan pantas untuk menjadikan seseorang miliknya."


Keiko beranjak dari tempatnya dan duduk di sebelah suaminya. "Putraku itu, kan, seorang pebisnis muda walaupun dia masih kuliah. Jujur saja aku sebenarnya takut jika suatu hari nanti ayah tiri Hazel datang dan mengambil Hazel dari kita karena dia merasa memiki hak atas Hazel."


__ADS_2