
Pagi itu Rosa sudah rapi dengan kemeja biru dan celana panjang warna hitam. Berbekal restu dari orangtuanya dan kemantapan hatinya, ia berangkat ke Disnaker setempat untuk mendaftarkan diri menjadi TKI.
Ternyata, tak semudah yang ia bayangkan untuk mewujudkan keinginannya itu. Banyak kendala yang harus ia hadapi. Salah satunya adalah usia yang belum mencukupi.
Namun keinginan Rosa tak dapat di bendung lagi. Sehingga petugas terpaksa merubah beberapa data dirinya, demi bisa memudahkan jalannya menjadi TKI.
Serangkaian tahapan Rosa lakukan seperti medical check up, perjanjian penempatan, pengurusan paspor, pengurusan asuransi, perjanjian kerja dan pengurusan visa, yang berlangsung selama beberapa hari.
Setelahnya, ia tinggal menunggu waktu pembekalan dan jadwal pemberangkatan.
Di waktu waktu terakhirnya di rumah, Rosa pergunakan sebaik mungkin untuk mencurahkan kasih sayang yang ia miliki pada Zaidan. Setiap malam ia selalu terjaga, ia mengusap wajah Zaidan dengan lembut.
"Sabar sedikit ya sayang. Mama yakin, kita bisa melewati semua ini dengan baik. Mama pergi bukan untuk meninggalkan mu, melainkan untuk mencukupi kebutuhan mu. Di sini ngga ada yang mau menerima mama kerja. Kita ngga mungkin bergantung pada nenek terus, kasian kan dia. Sudah saatnya mama yang membantu nenek." bisik Rosa lembut di telinga anaknya yang tengah tertidur lelap.
Rosa pun menitikkan air mata, ternyata ujiannya belum berakhir. Bergegas ia menghapus air matanya. Ia tak ingin air matanya membuat ia semakin lemah.
Seminggu sudah Rosa berada di rumah. Dan kini tiba waktunya ia berangkat menuju tempat pembekalan.
"Bu, Rosa titip Zaidan ya." pamit Rosa pada ibunya yang tengah menggendong Zaidan.
"Ros, kamu yakin akan meninggalkan ibu dan Zaidan sendirian?" ucap ibunya dengan sendu, untuk yang kesekian kalinya.
"Bu, Rosa juga melakukan semua ini demi kita agar mendapat masa depan yang lebih baik. Tolong ibu kuat, demi kita. Ya?" ujarnya meyakinkan ibunya.
"Baiklah nak, ibu do'akan semoga kamu mendapat majikan yang baik, di manapun kamu berada selalu di lindungi Allah."
"Aamiin, terima kasih doanya bu. Sekarang Rosa pamit ya. Assalamu'alaikum." ucap Rosa dengan lembut namun terlihat kuat, ia mencium punggung tangan ibunya dengan takzim, lalu memeluk nya erat.
"Wa'alaikumussalam." balas ibunya sambil menitikkan air mata, namun bergegas ia menghapus nya.
__ADS_1
Jika Rosa saja bisa terlihat kuat dan yakin, lalu ia sebagai ibunya, kenapa tidak bisa?
Rosa juga berkali kali menghujani Zaidan dengan kecupan.
"Mama pergi dulu ya sayang, jangan nakal di rumah, patuh sama nenek." ucap Rosa pada Zaidan. Walaupun bayi itu belum bisa menjawab, ia tersenyum dan terus memainkan kedua tangannya, membuat Rosa semakin gemas padanya, dan tentunya akan membuatnya semakin rindu pada malaikat kecilnya.
"Pasti mama akan merindukan mu sayang." imbuhnya lagi sambil mengacak-acak kepala anaknya.
Tak lama, mobil jemputan yang akan mengantarkan Rosa ke tempat pembekalan pun datang. Rosa menatap ibu dan anaknya lekat, lalu pergi meninggalkan keduanya, dan segera menaiki mobil.
Rosa tersenyum ramah pada teman barunya yang sudah terlebih dulu duduk di dalam mobil. Mereka pun membalas senyuman Rosa dengan senyuman juga.
Di sepanjang perjalanan, Rosa saling bertukar cerita dengan teman seperjuangan nya. Mereka yang umurnya rata-rata lebih tua dari Rosa, memberikan banyak nasehat pada Rosa sebagai TKI baru.
Membutuhkan waktu sekitar 8 jam perjalanan tentu saja membuat Rosa kecapekan, akhirnya ia pun tertidur di dalam mobil, begitu juga dengan temannya yang lain.
Akhirnya mobil tiba di kota Jakarta, dan sebentar lagi mereka akan sampai di tempat pelatihan. Rosa berdecak kagum melihat keindahan kota Jakarta. Gedung gedung yang menjulang tinggi. Dan lalu lalang kendaraan yang sangat padat.
Mereka di sambut baik oleh petugas, kemudian di persilahkan menempati kamar yang sudah di persiapkan.
Setelah menata barang barang di kamar, mereka di panggil untuk berkumpul kembali.
"Ayo Ros." ajak salah satu temannya yang sekamar dengan Rosa.
"Iya bu, tunggu sebentar." jawab Rosa yang belum selesai menata barangnya.
Semua TKI berkumpul menjadi satu di ruang aula untuk mendapatkan instruksi selanjutnya dari pengajar.
Sebelumnya mereka di beri kesempatan untuk memperkenalkan diri. Satu persatu mereka maju ke depan dan memperkenalkan diri.
__ADS_1
Mereka terkekeh melihat teman mereka yang memperkenalkan diri dengan bahasa yang menurut mereka unik.
Dan, akhirnya tiba giliran Rosa memperkenalkan diri. Mereka menatap Rosa seperti menatap anak mereka sendiri, karena memang Rosa yang paling kecil umurnya di antara mereka. Namun, meskipun umurnya masih kecil, ia terlihat sangat kuat dan cerdas. Bahkan ia cukup menguasai bahasa Arab yang kemarin ia pelajari.
Mereka memberikan tepuk tangan yang luar biasa pada Rosa, setelah ia selesai memperkenalkan diri.
Tanpa terasa 2 minggu sudah Rosa dan teman-temannya melakukan pembekalan, dan kini mereka tengah bersiap untuk melakukan penerbangan ke Arab Saudi.
"Ya Allah, permudah lah urusan ku." gumam Rosa sebelum beranjak dari tempat tidurnya. Bergegas ia menyusul teman-temannya dengan membawa 2 tas miliknya.
"Bunda ingatkan lagi pada kalian, bekerja lah dengan sungguh-sungguh. Kita jauh jauh ke negeri seberang untuk mengais rezeki yang halal, jangan sampai mengotori tangan kita dengan perbuatan yang tidak baik. Jika kita bisa bekerja dengan sebaik mungkin, pasti majikan kita juga akan berbuat baik kepada kita." pesan pelatih.
Setelah itu mereka pun meninggalkan ruang aula, menuju mobil yang sudah siap mengantarkan mereka menuju bandara.
Ada sedikit perasaan gugup ketika pertama kalinya Rosa hendak menaiki pesawat. Tapi kembali lagi ia mensugesti diri agar tidak perlu panik.
"Bismillah." gumam Rosa, lalu dengan yakin kakinya menginjak garbarata pesawat.
Kini ia duduk dekat jendela, dan pandangannya menatap pemandangan yang ada di luar.
Setelah semua siap, pesawat mulai bergerak pelan memutar, lalu dengan cepat melesat terbang tinggi di angkasa.
'Sampai ketemu zaidan, ibu, Lidya, dan semua orang baik yang pernah hadir di hidup ku.' batin Rosa dan tanpa sadar ia menitikkan air mata, yang langsung ia hapus.
Rosa terus memperhatikan keadaan di bawah lewat jendela. Ini adalah pengalaman pertamanya menaiki pesawat, dan tujuannya adalah ke Arab Saudi untuk mencari nafkah.
Ia berharap suatu saat nanti, jika ke Arab Saudi tujuannya adalah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah.
"Ros, kenapa kamu sejak tadi diam saja?" tanya teman yang duduk di sampingnya, sehingga membuyarkan lamunan Rosa.
__ADS_1
"Eh, aku cuma ingin melihat pemandangan di luar sana bu. Ternyata indah sekali ya, jika di lihat dari atas. Seperti miniatur rumah, lucu banget." kekeh Rosa menghilangkan kegelisahan hatinya.
Temannya pun terkekeh mendengar jawaban Rosa. Kini keduanya bercakap-cakap. Lagi lagi Rosa mendapat ilmu tambahan dari teman yang umurnya seusia dengan ibunya itu.