
Husein diam diam sering datang untuk memberikan bantuan berupa sembako dan uang untuk biaya berobat kedua orang tua Farhana.
Uang itu di dapat dari penghasilannya mengerjakan skripsi teman temannya. Meskipun Husein belum lulus, namun kemampuan berpikirnya tidak di ragukan lagi.
Sehingga pertemuan yang sering terjadi itu membuatnya jatuh hati pada Farhana.
Farhana sangat bahagia ketika ada orang yang tulus mencintainya, namun status sosial membuatnya merasa minder. Namun Husein terus meyakinkan nya.
Cinta itu adalah anugerah. Kita tidak bisa memilih, harus melabuhkan cinta kita pada siapa.
Cinta yang benar adalah karena semata-mata beribadah pada Tuhan. Cinta yang tidak pernah memaksa. Cinta yang membuat hati kita ikhlas melihat orang yang kita cintai bahagia.
Cinta yang mampu mendorong kita pada keta'atan dalam beribadah. Bukan cinta yang justru merusak, dan menjauhkan kita dari keyakinan kita.
Husein memiliki rasa cinta pada Farhana, karena dia adalah wanita yang menjaga kehormatannya sebagai sebagai seorang perempuan, dengan menutup auratnya, serta selalu menundukkan pandangan pada yang bukan sejenisnya. Sikap lemah lembut dan penyayang yang di tunjukkan dengan ikhlas merawat orang tuanya.
Bahkan dengan tegas Farhana menolak jika ada lelaki yang mengajaknya berpacaran. Sehingga membuat Husein semakin yakin, bahwa dia adalah seorang wanita yang baik.
"Farhana, aku tidak akan meminta mu menjadi pacar ku. Namun aku meminta mu menjadi istri ku. Aku ingin melindungi mu dan ikut merawat kedua orang tua mu. Meskipun status ku masih menjadi seorang mahasiswa, in shaa Allah, aku akan berusaha untuk memberi mu nafkah, tidak hanya batin saja, tapi juga lahir." ucap Husein kala itu yang membuat Farhana tak berkutik.
Tak pernah ia membayangkan akan di persunting oleh pemuda yang tidak hanya mencintai dirinya tapi juga orang tuanya. Setelah melewati istikharah yang panjang, Farhana mengangguk setuju menerima pinangan itu.
Setelah meminta ijin pada kedua orang tuanya, Farhana di ajak Husein untuk menemui kedua orang tua Husein.
Farhana terbengong menatap rumah yang megah bak istana milik keluarga Husein. Timbul rasa minder di hatinya kala akan memasuki rumah itu.
Namun Husein meyakinkan bahwa apapun yang terjadi ia akan tetap mencintai Farhana. Sehingga membuat gadis itu yakin untuk melangkah ke dalam.
__ADS_1
Kedua orang tua Husein sangat terkejut dengan kedatangan anaknya yang membawa makhluk aneh di hadapannya. Mereka menelisik penampilan Farhana dari atas sampai bawah.
Sehingga membuat Farhana kembali merasa minder. Entah mengapa ia melihat tatapan tak bersahabat dari kedua orang tua Husein.
Husein yang mengerti kecanggungan di antara mereka segera mencairkan suasana. Ia memperkenalkan Farhana dengan baik.
Farhana pun menarik senyum di balik cadarnya sambil mengulurkan tangan pada kedua orang tua Husein.
Bukannya menerima uluran tangan, kedua orang tua Husein justru membuang muka, sehingga membuat hati Farhana sedih.
Husein pun akhirnya mengatakan, jika ia ingin menikahi Farhana. Namun dengan tegas kedua orang tuanya menolak.
Farhana dan Husein syok dengan penolakan itu.
Tak hanya sekedar menolak, kedua orang tua Husein bahkan mencaci maki karena latar belakang Farhana yang berbeda 180 derajat jika di bandingkan dengan nya. Sehingga membuat Farhana menangis sesenggukan lalu pergi meninggalkan rumah Husein.
Sementara di rumah Husein, untuk pertama kalinya ia beradu mulut dengan kedua orang tuanya. Dan akhir nya, ia lebih memilih pergi menemui Farhana.
Sesampainya di rumah Farhana, Husein sangat terkejut ketika pintu rumah terbuka lebar. Bergegas ia masuk dan melihat Farhana yang tengah menangis sesenggukan di dekat kedua orang tuanya.
Ia semakin terkejut ketika kedua orang tua Farhana sudah tidak bernyawa. Ia ikut membantu mengurusi proses pemakaman jenazah nya sampai selesai.
Setelah proses pemakaman selesai, tinggallah Farhana seorang diri di dalam rumah, sedangkan Husein duduk di teras rumah Farhana. Ia menyesal karena mengajak Farhana ke rumahnya, sehingga orang tuanya tidak ada yang menemani.
Husein meminta ijin pada ketua RT untuk tidur di teras rumah Farhana. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada wanita yang sudah mengisi seluruh ruang di hatinya. Dan akhirnya ketua RT itu mengijinkan.
Keesokan harinya setelah membelikan sarapan untuk Farhana, Husein pulang. Sekali lagi, ia mengatakan pada orang tuanya untuk menikahi Farhana.
__ADS_1
Namun pendirian kedua orang tuanya tetap sama. Sehingga, kedua orang tuanya memberikan ia pilihan yang begitu sulit.
Memilih kedua orang tuanya dengan gelimang kemewahan, atau hidup susah bersama gadis miskin itu.
Bukan maksud menentang kedua orang tuanya, dan bukan pula tidak menghargai kemewahan yang di berikan oleh kedua orang tuanya, dengan berat hati Husein memilih hidup susah dengan Farhana seorang gadis miskin itu.
Orang tuanya yang geram, langsung mengusirnya seketika itu juga. Husein menerima dengan lapang dada dan langsung pergi meninggalkan kediaman nya tanpa membawa satu pun barang berharga.
Ia menemui Farhana di rumahnya, dan mengatakan semuanya pada gadis itu.
Tentu saja, Farhana sangat terkejut dan menangis karena merasa tak tega telah memisahkan orang tua dan anak.
Ia tahu rasanya kehilangan orang yang di cintai, dan ia tak ingin Husein atau pun kedua orang tuanya mengalami nasib yang sama seperti dirinya.
"Mas, aku mohon, kembali lah pada kedua orang tua mu. Orang yang paling berjasa dalam hidup mu, karena sudah merawat mu sejak masih dalam kandungan. Sedangkan aku hanyalah orang yang sepintas singgah di hati mu, tanpa memberi manfaat bagi mu." ucap Farhana dengan tersedu.
Mendengar ucapan Farhana, semakin membuat Husein yakin, bahwa Farhana adalah wanita yang memiliki hati emas. Sehingga ia tetap memutuskan untuk menikahi nya walau apapun yang terjadi.
Farhana yang sudah kehabisan kata-kata, tak bisa lagi menolak ajakan Husein, akhirnya keduanya melaksanakan akad nikah yang sangat sederhana di rumah Farhana.
Ibu Sekar yang memiliki seorang mata-mata, segera meluncur ke rumah Farhana, begitu mendapat berita itu.
Ia mengintai dengan hati hati di balik jendela. Ia menyaksikan sendiri, dengan lantang Husein mengucapkan ikrar ijab qobul, dan tak lama kemudian semua saksi kompak berkata SAH.
Air matanya seketika luruh. Sejak saat itu, ia berjanji akan merusak kebahagiaan mereka bagaimana pun caranya.
"Aku bersumpah, tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia di atas penderitaan ku. Terlebih kamu Farhana, yang tega memisahkan anak dengan ibu kandungnya sendiri." gumam Bu Sekar penuh dengan sorot mata kebencian.
__ADS_1
Ia menghentakkan kakinya dengan dongkol sebelum pergi meninggalkan rumah Farhana.