
Terlihat Rosa sudah mulai ikhlas menjalani takdirnya. Ia menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat seperti melakukan sholat sunah, membaca Al Qur'an, mendengarkan tausyiah, dan membaca tentang kehamilan lewat handphone nya.
"Ya Allah, aku ngga nyangka. Di umur ku yang belum genap 16 tahun, sebentar lagi akan memiliki bayi." gumam Rosa sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit.
"Mama yakin, kamu pasti akan jadi bayi yang kuat nak. Mama juga yakin, kamu adalah obat pelipur lara bagi mama dan nenek kamu." imbuhnya lagi.
"Hem... menunggu waktu 6 bulan di rumah sendiri pasti akan terasa sangat membosankan. Seperti nya aku harus cari kerjaan? Agar punya biaya untuk kelahiran anak ku nanti."
Setelah selesai sholat isya', Rosa mengutarakan keinginan nya untuk mencari kerja.
"Kamu serius nduk mau cari kerja? Apa uang jajan yang ibu berikan untuk mu kurang?"
"Bukan seperti itu bu maksud Rosa. Rosa hanya ingin mengusir rasa bosan saja. Jika Rosa bisa menghasilkan uang, kenapa harus berpangku tangan di rumah. Iya kan?" Rosa tersenyum sambil menggenggam tangan ibunya yang kemudian menghela nafas panjang.
"Memang nya kamu mau melamar kerja di mana nduk?"
"Sejauh kaki melangkah, asal Rosa punya niat yang kuat pasti Allah kasih jalan."
"Ya Allah nduk." bu Susi merengkuh Rosa dalam pelukannya, dan ia mulai terisak.
"Apapun keinginan mu ibu pasti dukung." bu Susi melerai pelukannya dan menatap Rosa dengan intens. Jawaban ibunya sungguh melegakan hati Rosa.
Pagi hari setelah selesai mengerjakan semua tugas rumah, Rosa bersiap siap untuk melamar kerja. Beberapa surat lamaran yang telah ia siapkan semalam sudah ia masukkan ke dalam tas.
"Rosa, ayo kita sarapan dulu." teriak ibunya dari dapur.
"Sebentar bu." Bergegas ia merapikan diri dan membawa tas nya ke dapur.
"Kamu harus makan yang banyak, biar nanti kuat cari kerja." ibunya menuang nasi ke dalam piring Rosa. Seketika ia membulatkan kedua matanya karena piring nya penuh dengan nasi.
"Ibu." Rosa memanyunkan bibirnya, sedangkan ibunya hanya menanggapi dengan tersenyum.
"Doakan Rosa ya bu." Rosa berpamitan pada ibunya sambil mencium punggung tangan ibunya.
"Iya, ibu doakan semoga kamu secepatnya dapat kerja, dan dedek bayi nya kuat di ajak kerja." ibunya mengelus perut Rosa yang sedikit buncit sambil tersenyum.
__ADS_1
Keduanya sama-sama melajukan motornya tapi berlainan arah.
'Bismillah, mudahkan urusan ku ya Allah.' batin Rosa sebelum menuju pos satpam. Kini ia sudah berada di salah satu pabrik dekat rumahnya.
"Permisi pak, apa ada lowongan kerja? Saya mau mendaftar."
""Maaf dek, di sini belum ada lowongan."
"Ya sudah pak tidak apa-apa." Rosa tetap menyunggingkan senyum.
"Mungkin belum rezeki ku, ya sudah tidak apa-apa." gumam Rosa menyemangati diri.
Beberapa kali ia bertanya di pos satpam, beberapa kali itu juga ia di tolak.
"Begini banget ya nasib lulusan SMP. Kalau ngga ada lowongan, ya di tolak gara gara ijazah." Rosa mendengus kesal sambil mengelap peluh yang membasahi wajahnya. Kulitnya semakin terlihat legam karena kena sengatan sinar matahari.
"Gimana hasilnya tadi nduk?" tanya ibunya di suatu sore ketika keduanya sedang duduk menikmati siaran tv.
"Belum dapat bu, ternyata susah ya cari kerja itu." Rosa menggeleng lemah.
"In shaa Allah Rosa akan terus berusaha sampai dapat pekerjaan bu." jawab Rosa penuh keyakinan.
Akhirnya setelah wira wiri mencari kerja selama sebulan, ada toko kelontong yang menerima nya kerja. Walaupun gajinya tidak seberapa tapi sudah membuat girang bukan kepalang. Paling tidak bisa memiliki uang tabungan dari hasil jerih payahnya sendiri.
"Alhamdulillah. Akhirnya usaha ku berhasil. Aku harus semangat kerja." gumam Rosa dengan senyum yang mengembang.
"Kalau mau, sekarang juga kamu bisa kerja." imbuh pemilik toko itu ketika melihat Rosa sangat senang mendapat kerja.
"Ba_baik bu, terima kasih." Rosa gelagapan karena terlampau senang.
Akhirnya hari itu juga Rosa bekerja untuk yang pertama kalinya. Ia tak merasakan capek sama sekali, mungkin karena ia terlalu bersemangat. Hingga rasa capek nya kalah begitu saja.
Pemilik toko yang mengawasi langsung pekerjaan Rosa juga sangat puas melihat hasil kerja nya. Baru sehari kerja ia mampu menghafal sebagian harga barang dengan cepat. Sehingga antrian pembeli dengan cepat ia atasi.
"Rosa, ini sudah jam 4 lebih. Pulang lah, jam kerja mu sudah habis. Besok jangan lupa balik kesini jam 8 pagi ya." suara pemilik toko mengejutkan Rosa yang tengah melayani pembeli.
__ADS_1
"Tapi ini belum selesai bu." sanggah Rosa karena merasa tak enak.
"Ada karyawan lainnya, kamu tenang saja." ucap pemilik toko itu, sehingga Rosa bersiap siap untuk pulang.
"Saya pamit pulang dulu ya bu." Rosa berpamitan pada pemilik toko sambil mencium punggung tangannya. Ia juga berpamitan pada 2 karyawan lainnya.
"Assalamu'alaikum." Sambil mengucap salam Rosa masuk rumah.
"Wa'alaikumussalam, dari mana kamu Rosa?" tanya ibunya yang terlihat sangat khawatir.
"Alhamdulillah Rosa akhirnya dapat kerjaan bu, tadi Rosa di suruh langsung kerja." ucap Rosa dengan wajah yang berbinar sambil mengambil baju ganti.
"Alhamdulillah, ibu ikut senang mendengarnya. Ya sudah, kamu mandi dulu saja. Sudah ibu rebuskan air untuk mu mandi. Cerita nya nanti di sambung lagi."
"Baik bu." Rosa segera berlalu menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi, badan Rosa kembali segar. Ingin rasanya ia kembali melakukan aktivitas lain nya, tapi tidak tahu apa. Sehingga ia hanya membuka situs kehamilan lewat handphone nya.
"Rosa, ayo makan?" teriak ibunya yang membuat nya sedikit terkejut karena tengah asyik membaca.
Bergegas ia menuju dapur di mana ibunya sudah berada di sana.
"Kamu pasti belum makan siang." ucap ibunya sambil menuang nasi ke piring Rosa.
"Alhamdulillah di sana dapat jatah makan bu." ucap Rosa sambil menyuap nasi ke mulut nya.
"Katanya mau cerita ke ibu soal kerjaan mu, ayo sekarang di mulai cerita nya." ibunya terlihat sudah tak sabar mendengarkan cerita anak semata wayang nya itu.
Akhirnya Rosa mulai bercerita tentang pekerjaan nya di toko kelontong itu dengan antusias. Ibunya yang mendengarkan cerita nya juga terlihat manggut-manggut sambil tersenyum.
"Alhamdulillah, semoga kamu betah ya nduk. Jangan cari masalah. Hasil sedikit tidak apa-apa, asalkan berkah." ucap ibunya setelah Rosa selesai bercerita.
"In shaa Allah iya bu, Rosa akan lakukan semua nasehat ibu." jawab Rosa, tanpa terasa karena asyiknya bercerita makanan mereka sudah habis.
"Sekarang kamu harus segera tidur, biar rasa capek mu hilang dan besok kembali semangat kerja. Ingat, ada bayi dalam perut mu, harus di jaga baik-baik. Jangan sampai karena keasyikan kerja kamu melupakan nya, sehingga membuat mu menunda makan, minum atau sejenak beristirahat ketika berada di tempat kerja." nasehat ibunya sebelum tidur yang membuat Rosa tersenyum bahagia karena merasa sangat di perhatikan oleh ibunya.
__ADS_1
"Iya bu." jawab Rosa sekali lagi sambil di iringi senyum manisnya.