
Setelah menempuh perjalanan 11 jam lebih, akhirnya rombongan TKI tiba di King Khalid international airport, Riyadh, Arab Saudi.
Berulang kali Rosa mengucap syukur karena bisa sampai dengan selamat.
Satu persatu mereka mulai menuruni garbarata. Dan berjalan menuju area terminal kedatangan (arrival).
Sesampainya di sana, seorang lelaki mengangkat selembar kertas besar yang bertuliskan TKI Indonesia. Mereka pun segera mempercepat langkahnya mendekati lelaki itu.
"Selamat datang di Arab Saudi." sapa lelaki itu ramah.
Mereka pun berterima kasih pada lelaki itu yang ternyata seorang sopir, yang hendak mengantarkan mereka menuju tempat agensi.
Sesampainya di kantor agensi, mereka dan majikannya menyelesaikan prosedur yang berlaku, dan barulah mereka ikut pulang bersama majikannya.
Ada sedikit perasaan takut dan was-was, kala yang menjemput Rosa adalah seorang laki-laki. Bayangan masa lalunya seketika melintas. Ia menganggap semua lelaki adalah sama, suka memanfaatkan wanita.
Rosa takut jika nanti akan tinggal serumah dengan lelaki brewok dan sepantaran dengan ayahnya. Ia takut suatu saat lelaki itu tiba-tiba menginginkan nya.
"Ta'aala ma'ii." (Ayo ikut dengan ku.) kata majikan lelaki itu, ketika melihat Rosa yang masih diam mematung.
Berulang kali Rosa mengatur nafasnya, agar sesak di dadanya bisa hilang.
"Hasanan sayidi." ( baik pak.) balas Rosa, dan bergegas mengikuti majikannya.
Rosa kembali berdiri mematung ketika sudah sampai mobil majikannya. Antara harus duduk di depan dekat kemudi, atau di belakang.
"Tafadhol bialdukhul." ( silahkan masuk.) kata majikannya sambil membuka pintu mobil bagian belakang. Seolah-olah ia tahu apa yang tengah Rosa pikirkan.
"Jazakumullahu khoir." ( terima kasih untuk laki-laki.) balas Rosa, lalu ia masuk, dan duduk di bagian belakang mobil.
Sepanjang perjalanan keduanya diam, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, dan di pinggir nya berjajar 3 pohon kurma.
Rosa segera turun dari mobil dan mengikuti majikannya masuk.
"Assalamu'alaikum Farhana." ucap majikannya sambil membuka pintu.
"Ta'aala ataba'aani."( ayo ikut saya) titah sang majikan, dan Rosa pun mengikuti langkah majikannya. Ia berjalan menuju lorong, dan berbelok pada sebuah kamar.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Farhana." ucap majikannya sekali lagi.
"Wa'alaikumussalam abi." ucap majikan wanitanya. Suara nya terdengar halus dan lembut. Ia terbaring di tempat tidurnya, dengan tetap mengenakan pakaian yang menutup seluruh auratnya, bahkan wajahnya juga memakai cadar.
Rosa menerka dalam hatinya, bahwa majikannya adalah sepasang suami istri. Hal itu terlihat ketika wanita yang di panggil Farhana mencium punggung tangan lelaki itu.
"Mendekat lah." ucap Farhana yang membuat Rosa begitu terkejut, karena wanita itu bisa berbahasa Indonesia. Rosa pun segera mendekat.
"Kamu terkejut, melihat ku bisa berbahasa Indonesia?" tanya Farhana dengan halus.
"I_iya nyonya." balas Rosa dengan sedikit gelagapan, dan ia pun menundukkan badannya untuk menghormati wanita itu.
"Kami sudah membaca dokumen mu, dan melihat kamu adalah warga Indonesia. Kami pun sebenarnya sama, juga warga Indonesia." tutur Farhana dengan lembut.
Sementara Rosa manggut-manggut menanggapi ucapan majikannya itu.
"Tugas utama mu adalah membantu menyiapkan segala kebutuhan istri ku. Saya tidak bisa menjaganya sepanjang waktu, karena harus bekerja. Untuk memasak dan membersihkan rumah, kamu bisa mengerjakan nya semampu mu. Selalu kabari saya jika terjadi apa-apa dengan istri ku."
"Abi, biarkan dia istirahat dulu. Kasian kan capek." ujar Farhana pada suaminya.
"Mulai detik ini saya bisa langsung bekerja kok nyonya, saya belum capek." ucap Rosa dengan semangat.
"Baik, umi Farhana." ucap Rosa sambil mengangguk.
"Sayang, aku tinggal kerja lagi ya." ucap Abi Husein dengan lembut pada istrinya.
"Iya abi, hati-hati ya."
Rosa merasa terharu melihat keromantisan yang majikannya tampak kan di hadapannya.
Padahal mereka seusia orang tuanya, tapi bisa bersikap seromantis itu pada pasangan. Sedangkan Rosa, yang masih muda, harus menelan pil pahit.
Jangankan tanggung jawab, pacarnya saja justru menghinanya habis habisan.
'Hinaan mu, cambuk semangat ku rico.' batin Rosa dalam hati.
Setelah Rosa meletakkan barang-barang nya di kamar nya, ia masuk ke kamar umi Farhana untuk menanyakan apa saja keperluan yang ingin di minta.
__ADS_1
"Permisi nyonya. Eh, umi Farhana maksud nya, ada yang ingin anda butuhkan saat ini?"
"Aku belum butuh apa-apa. Kamu bisa kembali ke kamar mu untuk istirahat."
'Apa umi Farhana sakit? Kenapa sejak datang sampai sekarang, ia terus berbaring di tempat tidur.' batin Rosa.
"Bolehkah saya di sini menemani umi Farhana? Jika umi minta apa-apa, Rosa bisa segera ambilkan."
"Hem, itu ide yang bagus. Aku jadi punya teman ngobrol. Duduk lah di sini." ucap umi Farhana sambil menepuk pinggir tempat tidurnya. Rosa pun mengangguk patuh, lalu duduk di tepi ranjang.
Umi Farhana mulai membuka obrolan pada siang hari itu. Rosa manggut-manggut, dan kadang menimpali ucapan majikannya itu ketika di tanya.
Rosa pikir, setibanya di rumah majikannya, akan langsung di suruh untuk bekerja, tapi malah di ajak curhat. Membuat hatinya merasa lebih lega. Setidaknya penilaian pertama nya terhadap majikannya, adalah baik.
Teringat ketika Rosa meminta ijin pada ibunya, untuk menjadi seorang TKI. Ibunya sangat melarangnya, dengan alasan takut mendapat majikan yang kejam. Dan untung saja, kekhawatiran ibunya tidak terbukti.
Rosa justru merasa sangat senang, ketika majikannya mau berbagi kisah hidupnya pada dirinya.
Selama ini hanya Lidya dan keluarganya yang baik padanya. Tapi sekarang, rasanya Rosa kembali menemukan orang baik, dan itu ada pada diri majikannya.
Sayup-sayup terdengar suara adzan, umi Farhana segera menyuruh Rosa melaksanakan sholat ashar. Rosa pun mengangguk patuh. Ia segera berlalu ke kamarnya dan melaksanakan sholat ashar.
Setelah salam, Rosa mengucapkan rasa syukur nya berkali kali pada Robb nya, karena sudah memberinya majikan yang baik. Ia juga berdoa untuk ibu dan anaknya, agar mereka selalu sehat dan bahagia.
Setelah selesai sholat, Rosa kembali ke kamar majikannya. Ia tertegun ketika melihat majikannya yang sholat di atas tempat tidur.
Akhirnya Rosa menunggu sampai majikannya selesai melaksanakan sholat, barulah ia masuk.
"Ada yang umi butuhkan?" tawar Rosa. Karena sejak tadi, majikannya itu belum menggunakan jasanya sama sekali.
"Siapkan air hangat untuk ku. Taburi dengan minyak kasturi Ros."
Bergegas Rosa mempersiapkan apa yang majikannya butuhkan. Setelah selesai, Rosa membantu umi Farhana untuk mandi dan mengganti pakaian.
"Tolong ambilkan obat ku itu Ros."
Bergegas Rosa meraih obat dan mendekatkan pada Farhana, berikut air putihnya.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu, umi Farhana sakit apa?" dengan hati-hati Rosa bertanya. Karena tak mampu menahan rasa penasaran nya.
"Kanker payu dara stadium 4 Ros."