
✨Happy Reading✨
Mobil yang dikendarai oleh Damian melaju dengan kecepatan sedang melewati beberapa mobil yang terlihat berlalu lalang.
Genggaman tangan Damian seakan tak mau lepas dari tangan halus sang kekasih.Sesekali ia melirik ke arah Emilia dan setelahnya senyum di wajah tampannya akan mengembang.
“Beib..bolehkah aku bertanya sesuatu?”emilia melirik ke arah sang kekasih yang sedang fokus menyetir
“Tentu”jawab singkat Damian
“Hhmm setelah kita menikah nanti,apakah kau akan mengijinkanku untuk bekerja?”tanya Emilia yang sedikit ragu-ragu
“Tidak..aku tidak mengijinkanmu untuk bekerja..tugasmu hanyalah diam di mansion menjadi nyonya Vernandez,menjaga anak-anak kita nanti dan menunggu suami tercinta mu pulang”jelas Damian
“Huh..bukankah itu terdengar membosankan”protes Emilia
“Jika kau bosan..kau bisa pergi berbelanja atau mengunjungi kedua orang tuamu..kau juga bisa berkunjung ke rumah adikmu”
“Tapi aku ingin mempunyai penghasilan sendiri”celoteh Emilia
Seketika Damian menepikan mobilnya untuk berhenti sejenak.Ia pikir masalah ini terdengar sedikit serius.
Damian membuka sabuk pengamannya,menggeser tubuhnya agar sedikit lebih dekat dengan kekasihnya.Ia tak tahu apa yang sedang Emilia pikirkan,namun ia yakin jika dibicarakan dengan baik-baik perlahan ia akan mengerti.
Salah satu tangannya meraih kedua tangan Emilia,sedangkan satunya lagi menarik wajah Emilia agar bertatapan dengannya.
“Dengarkan aku baik-baik..nantinya kau adalah istriku dan aku adalah suamimu..kau tak perlu takut kekurangan apapun karena aku akan bertanggung jawab penuh untuk semua kebutuhanmu nantinya”jelas Damian dengan nada bicara yang lembut.
Emilia masih diam dengan mata yang masih menatap sang kekasih.Damian masih bingung karena tatapan wanitanya benar-benar tak bisa ditebak.
“Katakan apa yang ingin kau katakan..3 hari lagi kita akan resmi menjadi sepasang suami dan istri..aku ingin kau mengatakan semua yang ingin kau sampaikan padaku tanpa ragu..aku berjanji sebisa mungkin aku akan mewujudkan semuanya”imbuhnya sembari memberi kecupan singkat di pipi mulus Emilia.
“Hhmm..aku hanya takut..jika nanti tiba-tiba kau meninggalkanku..aku akan berakhir menjadi janda yang mengenaskan”cicitnya
Damian terkejut mendengar alasan tak masuk akal sang calon istri.Ia bertanya-tanya dalam hati,apakah Emilia meragukan cintanya selama ini.
“Hey..kenapa kau berpikiran seperti itu..aku tidak akan pernah meninggalkanmu,entah apapun yang terjadi..kau tak perlu khawatir untuk itu..kau bisa membunuhku kapan pun kau mau jika aku meninggalkanmu..satu hal yang kau harus tahu..prinsipku sebagai seorang pria adalah sekali satu maka selamanya akan satu..tidak akan ada yang bisa memisahkan kita terkecuali maut..kau bisa membuktikannya nanti ketika hidup bersamaku..mengerti”
Damian bisa memahami perasaan kekasihnya,maka dari itu ia berusaha sedikit lebih sabar untuk menghadapi pemikiran Emilia.
Emilia tertegun mendengar penuturan Damian,meskipun kata-kata itu terkesan sederhana dan sering ia dengar dari mulut laki-laki lain,namun tatapan tulus dari seorang Damian mampu membuatnya yakin bahwa ia memilih dan dipilih laki-laki yang tepat.
“Terima kasih”Emilia menghamburkan pelukannya dengan air mata haru yang mulai mengalir.
__ADS_1
Damian tersenyum senang sekaligus bangga,sejauh ini Emilia adalah orang pertama yang berhasil membuatnya menahan emosi dalam jangka waktu yang lumayan lama.
Damian adalah sosok yang tak terima jika ketulusan yang ia berikan diragukan oleh orang lain.
Setelah ia merasa suasana sudah lebih baik,Damian memilih bergegas mengantar Emilia pulang.
Namun sebelum itu ia merogoh ponsel yang terselip di saku celananya,mengetikkan sesuatu dan mengirimnya kepada Louis.
*****
Setelan jas berwarna biru navy lengkap dengan dasi yang sudah terpasang di antara kerah bajunya,Damian menyisir rambutnya lalu berlalu keluar dari kamar.
Waktu baru menunjukkan jam 7 pagi,namun Damian sudah bersiap untuk pergi ke kantor.
Begitupun dengan sang sekretaris yang sudah berdiri di rumah tamu dengan setelan rapi bersiap untuk menyambut tuannya.
“Selamat pagi tuan”sapa Louis
“Kau sudah menyiapkan sesuatu yang aku minta?”tanya Damian
“Sudah tuan,tapi..”Louis menggantung kalimatnya
“Kau tak perlu khawatir Louis..kau lebih tahu tentang diriku dari pada siapa pun”jawab Damian seakan menyingkirkan keraguan Louis
“Baik tuan”
Pagi ini ia akan pergi berkunjung ke rumah sang kekasih,meskipun terbilang terlalu pagi namun ia sudah meminta ijin kepada calon mertuanya sekaligus meminta mereka untuk bersiap.
Jarak kerumah Emilia tak begitu jauh dari mansion sehingga tak butuh waktu lama mereka berdua sudah sampai.
“Selamat pagi nak Damian..mari masuk”sambut Wijaya.
Mereka sudah lebih akrab saat ini,terlebih nantinya mereka akan menjadi menantu dan mertua.
Jesica dan Emilia sudah menunggu di ruang tamu sesuai permintaan Damian.Ketiga nya terlihat bingung,karena Damian tiba-tiba meminta mereka untuk berkumpul di pagi hari ini.
“Maaf jika aku mengganggu waktu beristirahat kalian dengan meminta berkumpul pagi-pagi sekali..tujuanku kemari untuk menyerahkan hadiah pernikahan untuk calon istriku..dan aku ingin kalian menjadi saksi untuk hal itu”jelas Damian ketika bokongnya sudah mendarat dengan sempurna di atas sofa yang empuk.
“Tidak apa nak..kami sudah terbiasa bangun pagi”jawab Wijaya dengan senyum ramah.
“Aku ingin memberikan sesuatu untuk calon istriku dan aku harap kau tidak menolaknya”kali ini ucapannya ia tujukan kepada Emilia
Emilia hanya tersenyum karena ia masih belum mengerti dengan apa yang dibicarakan Damian.Hadiah,hadiah apa yang dimaksud laki-laki itu.
__ADS_1
“Louis,,”panggil Damian kepada laki-laki yang ikut duduk di sebelahnya.
Louis mengeluarkan sebuah map berwarna coklat dan meletakkannya di atas meja kaca yang berukuran sedang.
Damian mengambil map itu lalu mengeluarkan beberapa lembar kertas yang ada di dalamnya.
“A-apa ini?”tanya Emilia yang semakin bingung.
Begitupun dengan kedua orang tua Emilia yang sedikit mengernyitkan dahinya.
“Ini adalah berkas-berkas yang berhubungan dengan aset perusahaan yang aku miliki saat ini..di perusahaan aku memegang saham terbesar yaitu 60%,25% di pegang oleh daddy dan 15 % oleh para investor lainnya..”Damian menjeda sejenak kalimatnya.
“Aku ingin kau mentandatangani berkas-berkas perpindahan ini..dan setelah itu aku resmi sebagai pemilik perusahaan yang akan aku kelola nantinya”imbuh Damian
“Mak-maksudmu aku akan menjadi pemegang sahamnya dan perusahaan itu menjadi milikku?”tanya Emilia dengan nada gelagapan.
“Benar..”jawab Damian singkat
“Tidak..aku tidak mau..semua itu terlalu berlebihan..dan lagi aku lebih senang menjadi nyonya Vernandez yang tinggal berdiam di mansion dan menerima bulanan dari suamiku dari pada aku harus mengelola perusahaan sebesar itu”protes Emilia
Damian tersenyum sejenak”kau tak perlu khawatir..kau akan tetap berada di mansion menjadi nyonya Vernandez karena aku yang akan mengelolanya..kau akan menjadi bos nya dan aku akan menjadi karyawan sekaligus suamimu”jelas Damian yang membuat mereka bertiga tercengang.
“Maaf nak..tapi benar yang dikatakan oleh Emilia..bukankah itu terlalu berlebihan”Wijaya ikut masuk kedalam obrolan
“Tentu saja tidak dad..aku memberikan semua ini bukan tanpa alasan..aku adalah seorang pengusaha dan juga seorang mafia..aku tidak tahu seberapa banyak musuhku dan kapan mereka akan menyerang..aku tidak mau ketika nanti aku tidak ada,anak dan istriku akan mengalami kesusahan..maka dari pada itu aku menyiapkan semua ini untuk berjaga-jaga”jelas Damian
Emilia ingin membantah lagi namun dengan cepat Damian menghentikannya.
“Ini hadiah dariku..dan aku harap kau menerimanya..aku tulus memberikannya untukmu sebagai ungkapan rasa syukurku karena dipertemukan olehmu”ujar Damian menatap penuh cinta ke arah Emilia.
Emilia tak bisa berkata apapun,saat ini ia hanya bisa menangis karena merasa terharu dengan ketulusan yang tak hanya dibuktikan oleh kata-kata namun juga tindakan yang membuatnya tak akan berpikir untuk kesekian kalinya.
Emilia tak membutuhkan semua itu,karena dengan Damian mencintainya setulus hati sudah membuatnya merasa senang.
“Silakan tanda tangan sebelah sini nona..dan setelah itu kau resmi menjadi pemilik perusahaan Vernandez corp”
Setelah acaranya pemberian hadiah oleh Damian selesai,kini mereka duduk di meja yang diatasnya sudah tersusun rapi makanan untuk sarapan pagi.
Sesekali terdengar obrolan yang tercipta disela-sela kebersamaan mereka.
Bersambung…
Besok mereka mau nikah guys..🥳
__ADS_1
doakan lancar ya..😇
Jangan salfok sama seserahannya Damian ya😜