
✨Happy Reading✨
Para tamu undangan yang berjumlah ratusan orang masih memenuhi tempat acara.Louis terlihat mulai lelah karena harus menyapa satu persatu dari mereka,dan juga ia sudah tidak sabar untuk membawa sang istri ke dalam kamarnya.
“Wah Louis selamat akhirnya kau bisa menyusul Damian..aku kira kau tidak akan menikah dan memilih melajang seumur hidupmu”ujar seseorang yang tak lain adalah Dannis.
“Terima kasih tuan Dannis”jawab Louis sembari membungkukkan tubuhnya.
Dannis melihat ke sisi kanan dan kiri,Louis sedikit bingung dengan tingkah sahabat dari bosnya.
“Kemari..”Dannis mendekatkan wajahnya
“Kenapa kau masih disini?”bisiknya di telinga Louis
Louis mengernyitkan dahinya”tentu saja saya disini tuan..saya harus menyapa tamu undangan saya”jawab Louis
“Hah..tidak perlu..jika kau terus berada disini,maka bersiaplah untuk tidak mendapat jatah malam pertamamu”bisiknya lagi
“Saya bisa mendapatkannya nanti tuan”
“Aaiisss..percayalah padaku,jika kau tetap disini dan menunggu mereka pulang maka istrimu akan kelelahan dan kau terancam tidak mendapatkan malam pertamamu..kau pergilah diam-diam dan bawa istrimu ke dalam kamar..masalah tamu undangan biarkan mereka mengurusnya”imbuh Dannis lalu bergegas meninggalkan Louis yang tengah berpikir.
Setelah beberapa menit memikirkan ucapan Dannis,Louis memutuskan untuk mengikuti strategi itu.Ia melangkah menuju tempat sang istri dan meraih tangannya dengan tiba-tiba.
“Hey kita mau kemana?”tanya Audrey
“Kita akan kabur”jawab Louis sembari mengedipkan salah satu matanya.
Audrey terlihat kebingungan namun ia tetap mengikut langkah sang suami.
Ceklek!!
Pintu kamar telah dibuka,mereka berdua masuk ke dalam sana dan Louis segera menutup pintunya.
__ADS_1
“Ada apa?”tanya Audrey lagi.
Louis tersenyum dan meraih pinggang Audrey”tidak ada apa-apa..aku hanya tidak ingin kau kelelahan karena menyapa mereka semua”
Cup..
Satu kecupan dari bibir Louis mendarat sempurna di dahi Audrey.wanita itu menutup matanya menikmati kecupan singkat dari sang suami.
“Terima kasih karena telah memilihku”ujar Audrey tiba-tiba
“Tidak perlu berterima kasih..kau dan aku memang ditakdirkan untuk bersama”jawab Louis.
Ia tidak mau mendengar kalimat sedih dari bibir sang istri.
“Jangan pikirkan apapun..karena sekarang kau adalah istriku dan selamanya akan tetap seperti itu”imbuh Louis lalu mendaratkan bibirnya ke atas bibir sang istri.
Kecupan singkatnya berubah menjadi ciuman panas,bahkan tangan Louis sudah meraba bagian punggung Audrey yang tidak tertutupi gaun.
Wajah Audrey bersemu merah,ia menjawab pertanyaan Louis dengan anggukan kecil.
Louis tersenyum senang,ia kembali menyerang bibir Audrey dan mereka berciuman untuk waktu yang lama.
Tangan Audrey terlihat sibuk membuka satu persatu kancing jas dan kemeja yang dikenakan oleh Louis.
Setelah berhasil terlepas,Louis menghempaskan jas dan kemeja ke atas lantai dengan sembarang.
Mata Audrey terbuka dan menatap kagum tubuh kekar sang suami.Louis menuntun sang istri ke atas ranjang,perlahan ia membuka gaun Audrey hingga luruh ke atas lantai begitu saja.
Louis menjatuhkan tubuh Audrey ke atas ranjang,matanya menyelidik setiap inci dari tubuh Audrey yang hanya tertutupi sisa kain yang melekat pada tubuh seksi itu.
Louis kembali mencium bibir Audrey,tak hanya bibir,ia mencium seluruh bagian wajah Audrey.Aura panas mulai terasa di dalam kamar itu,suara-suara aneh mulai terdengar dari bibir Audrey kala Louis mendaratkan tangannya ke atas gunukan kecil milik Audrey.
“Ssshhhh…”Audrey menutup rapat matanya kala bibir Louis sudah berada di salah satu gunukan kecilnya.
__ADS_1
Bibir Louis masih bermain disana,sedangkan jari tangannya juga bermain di gunukan satunya.Erangan Audrey semakin terdengar jelas ketika Louis mengisap kuat gunukan kecilnya.
Audrey terlihat gelisah kala tangan Louis mulai turun kebawah dan menyentuh bagian pahanya.
“L-ouuiis..aakkh..”tangan Audrey bergerak untuk menyentuh tubuh Louis.
Kini bibir Louis berpindah turun untuk mencium bagian perut Audrey.Matanya teralihkan dengan sebuah bekas luka yang ada di perut Audrey.
Ia mengelus perlahan bekas luka itu dengan salah satu tangannya,lalu ia tersenyum mengingat begitu besar rasa cinta yang ia dapatkan dari sang istri.
Tak ingin lama terhanyut,Louis membuka kedua kaki Audrey dan memainkan lidahnya di bawah sana.
Tubuh Audrey dibuat menegang dengan perlakuan Louis,ia bahkan tak bisa mengontrol dirinya.
“Louis stop..please..”pinta Audrey ketika ia sudah mencapai puncaknya.
Louis menghentikan aktivitasnya di bawah sana,ia mensejajarkan wajahnya dan mencium bibir Audrey dengan singkat.
“Lakukan sekarang”pinta Audrey
“Tentu..katakan jika kau menginginkanku”goda Louis
“Aku menginginkanmu tuan Louis”ujar Audrey
“Baiklah..bersiaplah untuk tidak tidur malam ini..”jawab Louis sembari bersiap menyatukan tubuhnya dengan Audrey.
Sebelum Louis menyatukan tubuhnya,ia kembali mengecup singkat bibir Audrey dan membisikkan kata-kata cinta ke telinga Audrey.
“Aakhhh,,.”suara erangan kembali terdengar kala ular louis mulai masuk ke dalam guanya.
Tangan Audrey mencengkram kuat seprai ranjang ketika louis mempercepat gerakannya.Suara erangan dan suara tubuh mereka yang menyatu menjadi melodi indah untuk mereka berdua pada malam ini.
Tidak hanya sekali,setelah mencapai puncak masing-masing.Louis kembali menyerang Audrey bahkan tak memberi wanita itu untuk sekedar beristirahat.
__ADS_1