HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 105


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Lukas masih diam mempertahankan posisi tubuhnya kala ujung sebuah pistol menempel tepat di bagian belakang kepalanya.


Beberapa detik berlalu,tidak ada satu kata pun yang keluar dari sang pemilik senjata.Mereka tetap diam tak tak memerintah apapun lagi,hingga di detik berikut terdengar gelak tawa tak tertahankan dari beberapa orang.


“Hahaha..lihat..dia tak berani bergerak sedikitpun”ujar salah satu dari mereka.


Lukas mengernyitkan dahinya,dia seperti mengenal suara itu dan terdengar tidak asing.


“Sudahlah..jangan bercanda di keadaan seperti ini..Darren tarik senjatamu dari kepalanya”perintah Albert yang lagi-lagi menengahi ketiga sahabatnya.


Seketika Lukas membalikkan tubuh dan menatap tajam ke arah empat orang yang berada di belakangnya.


“Jangan menatap kami seperti itu Damian..kami hanya bercanda”ujar Darren


“Bagaimana kalian bisa ada disini?”tanya Lukas yang tidak menghiraukan jawaban Darren


“Mudah..Albert menghubungi kami lalu Dannis melacak keberadaanmu melalui ponsel..dan kami datang tepat waktu”jelas Dareen


“Siapa yang memberitahumu Albert?”kini matanya beralih menatap Albert


“Istrimu..dan aku sedikit kecewa denganmu karena tak menanggap keberadaan kami”jawab Albert sedikit kesal


“Aku tidak bermaksud seperti itu..hanya saja waktuku tidak terlalu banyak..dan sepertinya kita harus bergegas”


“Baiklah ayo..”seru Dion yang begitu bersemangat

__ADS_1


“Tunggu,,”Dannis tiba-tiba menghentikan langkah mereka


“Biarkan lebah ini masuk lebih dulu..kita harus melihat keadaan di dalam sana”Dannis mengeluarkan sebuah robot menyerupai lebah dan mulai melepasnya.


“Kau memang selalu bisa diandalkan Dannis”puji Darren dengan mengacungkan kedua jempol tangannya.


Lebah itu mulai terbang masuk ke dalam bangunan,sedangkan Dannis memantau melalui sebuah tab yang selalu ia bawa.


Didalam mata lebah itu terdapat dua kamera kecil yang bisa berputar 360 derajat.Dilayar tab,terlihat situasi di dalam sana.


Ruangan pertama terlihat begitu luas dan sepertinya itu adalah lobby dari bangunan itu.Situasi masih terlihat sepi,tak ada satu pun orang yang ada di dalam sana.


Namun ketika mata lebah menghadap ke atas,terlihat beberapa bilah pisau kecil menggantung dengan ujung pisau menghadap ke bawah.


Tak jauh dari sana,dipojok ruangan terlihat seseorang dengan pakaian serba hitam memegang begitu banyak tali dan tentu saja tali-tali itu tersambung ke pisau-pisau yang menggantung di atas sana.


Lebah terbang semakin jauh ke dalam menelisik setiap inci dari bangunan itu tanpa terlewatkan.Ada tiga pintu di dalam sana,dan ia tebak itu pasti tempat bagi musuh untuk menyekap para sandera.


Kembali ke area luar,mereka berempat masih fokus menatap layar tab milik Dannis.


“Bagaimana kalau kita langsung masuk saja..mengingat waktu yang kita punya tidak banyak lagi”ujar Lukas


“Baiklah..untuk jebakan pisau kita harus memakai umpan agar bisa melewatinya”seru Albert


“Aku yang akan mencarikan umpan”jawab Dion sembari melangkah maju.


“Bagaimana Dannis?..apakah sandera nya telah terlihat?”tanya Darren

__ADS_1


“Sudah..di pintu bagian tengah ada kedua orang tua Emilia yang berada dalam kerangkeng besi yang dijaga 2 singa dari luar..”jawab Dannis dengan mata yang masih fokus


“Aku serahkan mereka padamu Albert..karena hanya kau yang bisa menjinakkan kedua singa itu”perintah Lukas


Albert mengangguk setuju.


“Di pintu sebelah kanan..ada seorang gadis dengan kondisi digantung dengan mesin penggilas di bawahnya”Dannis masih fokus


“Itu pasti Michelle..dan aku serahkan dia padamu Dion”kini matanya melirik ke arah Dion yang sudah datang dengan membawa tubuh salah satu anak buah musuh


“Serahkan padaku..”jawabnya


“Di pintu sebelah kiri ada Michael yang tengah bertarung dengan seseorang dan aku rasa dia adalah seorang pegulat”imbuhnya


“Michael aku serahkan padamu Darren..”ujar Lukas sembari menepuk pelan pundak Darren


Darren mengganggukkan kepala.


“Apakah kau melihat Louis?”tanya Lukas


“Belum..aku belum menemukannya..kita bisa mencarinya sambil menyelamatkan yang lain”jawab Dannis yang di jawab anggukan kepala dari keempatnya


“Jadi..ayo kita mulai permainan ini”Lukas menyeringai khas seorang psikopat ketika matanya menatap fokus targetnya di depan sana.


“Let’s go”ajak Albert


Mereka berlima mulai melangkah untuk masuk kedalam gedung itu,tak lupa mereka membawa salah satu anak buah musuh yang sudah terluka untuk menjadi umpan.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2