
✨Happy Reading✨
Sejak kejadian tadi siang di pusat perbelanjaan,Michelle seperti tidak fokus dengan semua pekerjaannya.Bahkan beberapa kali ia harus ditegur rekannya karena melamun.
Semua maid menjadi bingung dengan perubahan sikap Michelle,tubuhnya tetap bekerja melakukan tugas namun tatapannya seolah mengatakan ada sesuatu yang sedang ia pikirkan.
“Sepertinya kau harus beristirahat terlebih dulu Michelle..kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu”ucap salah satu maid.
“Aahh..tidak apa..aku hanya sedikit lelah saja”kilahnya sembari tersenyum seperti biasa.
“Baiklah..tapi jika kau merasa kurang enak badan,kau bisa beristirahat di kamarmu dan kami akan membantu menyelesaikan pekerjaanmu”
“Terima kasih..aku jadi terharu”jawabnya
“Sepertinya aku harus menanyakan ini pada nona..siapa tahu dia punya jawaban untuk itu”gumamnya dalam hati.
Tidak terasa hari sudah berangsur sore,para maid menghentikan kegiatannya sejenak untuk kemudian berjejer di depan pintu masuk menyambut tuan mereka yang sebentar lagi akan sampai.
Benar saja,tidak butuh waktu lama tuan mereka sudah tiba dengan menggandeng seorang wanita yang akhir-akhir ini terus menempel pada tuannya.
“Sebentar lagi kita akan memiliki nona di mansion ini”bisik salah satu maid
“Benar..dan aku sangat senang karena tuan memilih wanita yang tepat”maid lain ikut menimpali
“Yah setidaknya dia tidak sombong seperti wanita itu dan juga nona Emilia tidak pernah berkata kasar”sahut maid lain.
Mereka menghentikan pembicaraan ketika Damian sudah melangkahkan kaki masuk lebih dalam.
“Dimana Louis?”tanya Damian kepada salah satu pengawal
“Tuan Louis belum sampai tuan muda”jawab sang pengawal dengan menundukkan kepalanya.
“Belum sampai?”damian mengernyitkan dahinya mendengar jawaban dari pengawalnya.
“Apakah masalah di kantor cabang begitu rumit sehingga ia belum pulang sampai sore ini”gumam Damian dalam hati
Namun ia tak ingin memikirkan itu,Louis adalah orang kepercayaannya jadi dia tidak perlu ragu lagi.
“Ada apa?”tanya wanita yang berada Disampingnya.
“Tidak ada..ayo masuk”Damian kembali membawa wanitanya masuk kedalam mansion.
Semua maid silih berganti menyapa,Emilia tersenyum hangat menjawab semua sapaan namun tidak dengan Damian yang terlihat cuek.
“Jangan tunjukkan senyum manismu itu kepada orang lain selain aku”sindir Damian yang berbicara tanpa menatap Emilia
“Mereka sudah berusaha keras hari ini,apa salahnya memberi apresiasi walau hanya menunjukkan senyum terbaik kita”jawab Emilia
“Tapi aku tidak suka melihatmu tersenyum seperti itu kepada orang lain,terlebih kepada laki-laki lain”sahut Damian tak mau kalah.
__ADS_1
“Baiklah aku akan mengurangi kadar manis senyumku pada orang lain”jawab Emilia sembari menampilkan senyum termanisnya.
“Tersenyumlah seperti ini ketika berada di dalam kamar maka aku tidak akan segan untuk mengurungmu”ucap Damian kesal karena Emilia sedang menggodanya.
Entah sejak kapan,Damian merasa sangat gemas melihat senyum wanitanya.Bahkan bibir tipis itu seperti menghipnotisnya,ia merasa begitu candu hingga ingin rasanya menempel setiap saat.
Tujuan mereka adalah kamar masing-masing untuk melepas penat setelah sehari bekerja.Tapi sepertinya Damian tak mengijinkan Emilia untuk jauh darinya meskipun hanya sejengkal saja.
“Mulai sekarang kau akan tinggal dikamarku”ujar Damian sembari menggenggam erat tangan Emilia
“Tapi..”
“Tidak ada kata tapi..”segera Damian mengangkat Emilia dan membawanya masuk.
“Aakkhh..ke..kenapa kau menggendong kU?”pekik Emilia kaget.
“Karena aku tidak akan membiarkanmu kabur baby”jawab Damian sembari membawa masuk Emilia.
Di tempat lain,seorang yang menaruh dendam terhadap Damian sedang berbincang bersama sang ayah.
“Brave kenapa kau belum juga bergerak?”tanya sang ayah
“Tenanglah dad..kita biarkan dia bahagia dan merasa tentram..biarkan dia memiliki kelemahan terlebih dahulu..aku akan membiarkannya terbang tinggi karena nanti aku akan menjatuhkannya sejatuh-jatuhnya”ujar Brave tersenyum miring
“Aku harap kau tidak gagal karena jika ia,maka selamanya adikmu akan merasa tidak tenang di alam sana”sang ayah mengingatkan.
“Kau tidak perlu khawatir dad..sebentar lagi kita akan memulainya”
Tatapannya tak pernah lepas dari raut wajah Emilia yang sedang merona merah sehingga membuatnya semakin gemas.
“Bersihkan dirimu karena setelah ini kita akan makan malam bersama”perintah Damian
Emilia mengangguk setuju dan langsung berjalan ke kamar mandi tanpa rasa curiga.
Damian tersenyum penuh makna kala Emilia masuk kedalam kamar mandi.
Pertama ia mengisi bathup dengan air lalu memasukkan sabun ke dalamnya agar terdapat busa di dalamnya.
Setelah semuanya siap,ia menanggalkan semua pakaian yang ia kenakan lalu masuk kedalam sana.
Ia memejamkan matanya perlahan menikmati segarnya air yang menenggelamkan tubuhnya.Setelah bekerja seharian ia merasa begitu lelah.
Tanpa ia ketahui,seorang lelaki tengah berjalan ke arahnya sembari menanggalkan semua pakaiannya.
Ia berjalan perlahan agar Emilia tidak menyadari kehadirannya.Benar saja,ia dengan sangat mudahnya bisa masuk ke dalam bathup.
“Aakkhh..mmmm.”Emilia berteriak namun segera Damian menutupnya dengan salah satu tangannya.
“Ssttt..diam baby..”ujarnya dengan menempelkan jarinya ke bibir.
__ADS_1
Emilia masih melotot tidak percaya dengan kehadiran laki-laki yang tadi membujuknya untuk mandi didalam kamarnya.
Ia sedikit ceroboh karena tidak mengunci pintu terlebih dahulu.
“Psikopat ini benar-benar licik”gerutu Emilia dalam hati
“Rileks baby..aku hanya ingin berendam bersamamu itu saja”jawab Damian yang seakan tahu isi kepala Emilia.
Damian menarik kembali tangannya dari bibir Emilia ketika merasa wanitanya sudah sedikit tenang.
Emilia menenggelamkan tubuhnya lebih dalam dan hanya memperlihatkan wajahnya saja.Damian hanya bisa tertawa melihat tingkah wanitanya yang masih malu-malu.
“Jika kau seperti itu..aku akan benar-benar menenggelamkan mu”ancam Damian yang membuat Emilia menaikkan tubuhnya.
“Ta-tapi aku malu”lirih Emilia dengan wajah semakin merona merah.
“Tak usah malu..karena kedepannya kita akan terus seperti ini”jawab Damian
“Kemarilah..aku akan menggosok punggungmu”
Dengan perlahan Emilia menggeser tubuhnya untuk membelakangi Damian.
Laki-laki itu tidak mengingkari ucapannya,ia menggosok punggung Emilia dengan sangat lembut sembari sesekali memijitnya.
Hap...
Tiba-tiba tangan kekar itu memeluknya dari belakang dengan posesif.
Emilia sedikit tersentak,hatinya ingin memberontak namun tubuhnya tidak.
“Maaf jika kau merasa tidak nyaman nantinya dengan sifatku”kalimat itu keluar dari laki-laki yang tengah memeluk Emilia dari belakang dengan wajah yang ia tempelkan di punggung Emilia.
“Aku bukan laki-laki romantis seperti kebanyakan laki-laki diluar sana,tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu agar kau tetap berada di sisiku..jangan pernah mencoba untuk lari karena aku pasti akan mengejarmu meskipun dengan cara apapun”imbuhnya
Emilia tersenyum mendengar setiap kalimat yang keluar dari bibir Damian.Meskipun Damian tak pernah mengungkapkan isi hatinya kepada Emilia,namun ia sudah tahu bahwa laki-laku yang tengah memeluknya sangat mencintainya.
“Kau sudah mengatakan itu berulang kali,apa kau tidak mempunyai kata-kata lain?”ejek Emilia.
“Punya..aku mempunyai kata-kata lain”Damian membalikkan tubuh Emilia agar berhadap-hadapan.
“Apa itu?”
“Aku mencintaimu Emilia Karmila...sangat mencintaimu”kalimat itu akhirnya keluar dari bibir Damian.
Emilia tersenyum bahagia mendengar ungkapan isi hati Damian.Seorang psikopat yang dulu selalu menginginkan penderitaannya kini berubah menjadi laki-laki posesif yang memberi cinta.
“I Love you too Mr.psikopat”Damian menarik tengkuk Emilia dan mulai menyatukan bibir mereka hingga membuat suasana di kamar mandi menjadi panas.
Namun seperti janjinya pada dirinya sendiri,Damian tidak akan meminta lebih dari itu sebelum ia menjadikan Emilia sebagai pendamping hidupnya yang sah dimata Tuhan dan negara.
__ADS_1
Bersambung...