HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 87


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Emilia tiba-tiba terbangun karena tidak mendapati Damian berada disampingnya.Matahari memang sudah terbit dari ufuk timur,namun tidak biasanya Damian akan bangun lebih dulu darinya.


“Apakah aku bangun kesiangan?”gumamnya sembari melirik ke arah jam


Namun waktu baru menunjukkan pukul 7 pagi,dan Damian sudah bangun.Pandangannya teralihkan ke arah kamar mandi,suara gemericik air terdengar dari sana dan ia yakin Damian ada di dalam sana.


Ia beranjak bangun dari tidurnya,mengambil segelas air putih yang berada di atas meja.Tidak lama setelah itu Damian juga keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


“Kau sudah bangun baby?”tanya Damian dengan tangan yang sibuk mengeringkan rambutnya.


“Hhmm..kenapa kau tidak membangunkanku?”


“Aku lihat tidurmu sangat nyenyak jadi aku tidak tega membangunkanmu”jawab Damian


Emilia melangkah untuk menghampiri Damian,ia mengambil handuk baru dari dalam laci dan membantu Damian mengeringkan rambut.


“Apakah pagi ini kau ada meeting penting?”


“Tidak”


Damian duduk di kursi yang berada tak jauh dari sana,membiarkan sang kekasih membantu mengeringkan rambutnya.


“Lalu?..kenapa kau bangun sepagi ini?”


“Hari ini adalah peringatan hari kematian ibuku..jadi aku ingin berkunjung untuk menyapanya”jelas Damian yang membuat Emilia menghentikan gerakan tangannya.


“Hari kematian ibumu?..acaranya mulai jam berapa dan kenapa kau tidak mengajakku?”tanya nya beruntun dengan wajah cemberut.


“Hey..aku akan berangkat kesana sekitar jam 9..aku tidak mungkin tidak mengajakmu baby..karena aku ingin mengenalkanmu padanya..sekarang pergilah mandi,aku akan membereskan beberapa berkas dulu sebelum berangkat kesana”ujar Damian sembari mengelus wajah cemberut itu.


“Benarkah..aku berjanji tidak akan lama..”Emilia segera berlari menuju kamar mandi dengan raut wajah kembali berseri.

__ADS_1


Damian kembali tersenyum melihat kekasihnya sudah masuk ke dalam kamar mandi.


“Sepertinya aku harus segera menjadikan dia sebagai milikku seutuhnya..”gumam Damian dalam hati.


Selagi Emilia bersiap di dalam kamar,Damian pergi ke ruang kerjanya untuk membahas sesuatu bersama Louis.Mereka nampak serius menatap layar komputer yang memperlihatkan pertemuan Audrey dan juga Brain.


“Terus awasi mereka Louis dan perketat penjagaan Emilia..aku yakin Audrey melakukan semua itu bukan karena keinginannya..jika dia memang ingin menemuiku seharusnya dia sudah melakukannya jauh-jauh hari..pasti ada seseorang dibalik kemunculannya”Damian menumpu dagunya dengan kedua tangannya.


“Baik tuan..namun saat ini saya kehilangan jejaknya..seperti yang anda katakan,ada seseorang dibalik kemunculannya”imbuh Louis


“Sepertinya kita harus bergegas..aku rasa daddy sudah selesai..”Damian berdiri hendak keluar dari ruangan itu.


“Beib..”teriak Emilia yang baru saja keluar dari kamar.


“Aku sudah siap..”


Damian menggelengkan kepalanya pelan karena kekasihnya benar-benar sangat menggemaskan jika sudah seperti ini.


“Sepertinya kau sangat bersemangat sekali”ujar Damian yang baru saja tiba.


“Karena kau sudah tidak sabar..jadi ayo kita berangkat”Damian mengulurkan tangannya dan langsung disambar oleh Emilia.


Dengan mengenakan outfit berwarna serba hitam,mereka berdua terlihat seperti pasangan yang sangat serasi.


****


DiSebuah lapangan rumput hijau dengan jejeran bangunan yang di bawahnya terdapat sebuah gunukan yang menjadi tempat bagi seseorang untuk beristirahat dengan damai selamanya,berdiri seorang pria tua lengkap dengan pakaian serba hitam dan sebuah kacamata hitam.


Ia sudah berdiri ditempat itu selama 2 jam lamanya,cintanya kepada sang istri benar-benar masih melekat sampai saat ini.Dari baru sampai ia sudah bercerita banyak hal kepada sang istri yang sudah tertidur dalam damai selama 25 tahun lamanya.


“Honey..aku selalu berdoa kepada Tuhan agar ia cepat-cepat menyatukan kita..aku ingin selalu berada disisimu dimana pun kita berada..”ujar Vernandez dengan air matanya yang mengalir.


Dari kejauhan terlihat rombongan mulai mendekati tempat Vernandez berdiam sedari dua jam yang lalu.Melihat hal itu Gery sang sekretaris mencoba memberitahu kepada tuannya.

__ADS_1


“Maaf tuan jika saya mengganggu waktu anda..tuan Damian sudah sampai dan ia sudah berjalan menuju tempat ini”ujar Gery


Vernandez mengusap air matanya yang masih tersisa di pipinya,ia segera beranjak bangun untuk pergi dari tempat itu.


Sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya,jika Damian sudah tiba maka Vernandez akan meninggalkan tempat itu karena hingga saat ini Vernandez masih menyalahkan sang anak atas apa yang telah menimpa istrinya.


“Kita pergi sekarang”perintahnya kepada sang asisten


Damian yang sudah sangat dekat dengan tempat pemakaman sang ibu hanya bisa tersenyum getir,pasalnya sang ayah masih berusaha untuk menghindarinya.


“Kenapa kita berhenti?”tanya Emilia saat Damian tiba-tiba menghentikan langkahnya.


“Biarkan daddy pergi terlebih dahulu..aku tidak ingin ia terburu-buru”jawab Damian


Emilia melihat kedepan dan memang benar tuan Vernandez terlihat melangkah dengan terburu-buru.


“Jika terus seperti ini..hubungan mereka tidak akan pernah membaik”gumam Emilia dalam hati.


“Ayo..kita harus bisa berpapasan dengan beliau..jika daddy mu tidak menyapamu setidaknya kau sebagai anaknya harus mengalah..mungkin selama ini daddy mu sedikit gengsi..”ujar emilia


Karena sang kekasih tak memberi respon apapun,dengan terpaksa emilia harus menarik lengan Damian.


“Selamat pagi tuan..”sapa Emilia dengan menampilkan senyum termanisnya.


Vernandez hanya diam sembari terus melangkah tanpa perduli dengan seseorang yang lewat Disampingnya.


“Apa kabar dad?”sapa Damian yang akhirnya memilih bersuara.


Namun seperti yang sudah Damian duga,daddy sama sekali tidak perduli.


“See…”Damian menggidikkan kedua bahunya ke arah emilia yang masih terlihat heran.


“Sepertinya aku harus turun tangan”gumam emilia dalam hati.

__ADS_1


Sungguh ia sangat kesal dengan sikap tuan Vernandez karena ia benar-benar tak mempunyai rasa simpati sedikitpun.


Bersambung….


__ADS_2