
✨Happy Reading✨
Damian berangkat ke kantor sedikit lebih siang dari biasanya.Seperti rencana nya di awal,ia akan mengajak Emilia ke kantor dan menjadikannya asisten pribadi.Hal itu ia lakukan untuk mengurangi pekerjaan Louis diperusahaan karena sebentar lagi ia akan menugaskan Louis untuk mengawasi bisnisnya di dunia gelap.
Meskipun terkenal kejam,namun Damian masih memiliki rasa kasian terutama dengan orang-orang yang selalu setia berada Disampingnya.
“Tuan kita sudah sampai”Louis terpaksa mengingatkan sang tuan karena sepertinya Damian sedang melamun sehingga ia tak menyadari jika mobil telah berhenti.
Sedangkan di kursi bagian depan,seorang wanita tengah duduk dengan raut wajah yang sulit ditebak.Sebenarnya ia merasa sedikit canggung setelah kejadian tadi,namun berbeda hal nya dengan Damian yang terlihat biasa saja.
“Nona kita sudah sampai”ucap Louis
“Ah..iya..”Emilia segera membuka pintu mobilnya dan berdiri tepat di belakang Damian
“Angkat kepalamu..jangan sampai salah mengambil langkah”perintah tegas itu keluar dari bibir Damian
Emilia hanya menanggapi nya dengan sebuah anggukan kecil dan mengikuti perintah dari laki-laki tampan yang ada di depannya saat ini.
Dengan mengumpulkan kepercayaan dirinya,ia mangangkat kepala layaknya melakukan Fashion show.Aura seorang model begitu lekat di dalam dirinya,meskipun berjalan biasa namun di mata orang-orang yang melihatnya ia seperti seorang yang tengah berlenggok di atas panggung.
“Wah..bukankah itu Emilia Karmila”seru salah satu karyawan
Mendengar hal itu,sontak membuat seluruh karyawan berkerumun dan menatap kagum ke arah Emilia terutama karyawan laki-laki.
Damian tak menggubris hal itu,karena ini sudah menjadi perhitungannya.
“Apakah tuan Damian bekerjasama dengan nona Emilia?”bisik-bisik karyawan lainnya
Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya mendengar riuh karyawan yang sibuk mengobrol dan menghiraukan sang CEO yang berjalan di depan Emilia.
“Ketika aku sampai di atas dan kalian tidak ada ditempat masing-masing maka siap-siap gaji kalian akan aku potong 50% selama 2 bulan kedepan”ucap Damian penuh ancaman kepada seluruh karyawannya
__ADS_1
Suasana semakin riuh karena seluruh karyawan mulai berhamburan menuju mejanya masing-masing.
“Astaga..apakah tuan Damian cemburu karena kita tidak menghiraukannya”celetuk salah satu karyawan yang tengah berlari menuju lift.
Emilia hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku karyawan yang berada disana.Bagaimana bisa mereka menyindir CEO perusahaan tempat mereka bekerja,ditambah mereka mencibir di hadapan Damian langsung.
“Siapa yang mengijinkan mu tertawa”ucap Damian ketus
Emilia langsung merubah ekspresi wajahnya agar Damian tak menatapnya tajam seperti sekarang ini.
“Dasar psikopat iri”gerutu Emilia dalam hati
“Jangan mengumpat kU dalam hati”ujar Damian
Emilia membelalakkan matanya mendengar ucapan terakhir Damian
“Aaaiiissss...apakah dia bisa membaca pikiran seseorang”gumam Emilia dalam hati
Damian melangkahkan kakinya kembali,namun tiba-tiba dia berhenti.
“Apa itu?”tanya Emilia
“Aku ingin segelas americano dan sepotong kue yang bisa membangkitkan mood yang hancur”ucapnya
“Dimana aku harus mendapatnya?”emilia mulai terlihat bingung
“Kau bisa mencarinya di coffe shop sekitaran sini..dan ambil ini..”Damian menyerahkan sebuah kartu debit untuk Emilia.
“Baiklah..aku pergi”dengan langkah lemas dia berjalan menuju pintu keluar.
Sedangkan Damian bergegas menaiki lift yang sudah terbuka lebar.
__ADS_1
Ketika menginjakkan kaki diluar kantor Damian,Emilia merasa seperti mendapat angin sejuk mengingat sudah begitu lama ia berada di mansion dan dia rindu dengan suasana ini.
Pekerjaan yang sebelumnya ia pikir berat menjadi menyenangkan karena dia bisa berjalan-jalan sembari menikmati keramaian kota.
“Sepertinya ini tidak begitu susah”ucapnya ketika melihat coffee shop yang berada di seberang jalan.
Dengan hati-hati ia menyebrang jalan untuk mengunjungi coffee shop yang tidak begitu ramai.
“B Coffee...”ia membaca tulisan yang tertera di pintu coffe shop itu.
Perlahan ia masuk ke dalam coffee shop itu,memperhatikan sekeliling karena hiasan interiornya berhasil membuatnya tersenyum manis.
“Selamat pagi nona..”sapa salah satu pegawai
“Selamat pagi..”balas Emilia
“Anda ingin memesan apa?”tanya pegawai tersebut
“Aku ingin memesan satu cup americano dan sepotong kue untuk mengembalikan mood yang hancur”Emilia mengingat kembali pesanan Damian.
“Anda ingin meminumnya disini atau..”
“Aku ingin membungkusnya karena itu untuk bos kU”jawab Emilia cepat
“Baiklah...mohon ditunggu nona”ucap sang pegawai
Dari kursi yang tak jauh dari tempat Emilia berdiri,seorang laki-laki tengah memperhatikan Emilia.Laki-laki itu menatap penuh selidik ke arah Emilia dan melangkah menuju tempat Emilia berdiri saat ini.
“Emilia..apa ini kau?”ucap seorang laki-laki dari arah belakang sembari menepuk pelan pundak
Emilia membalikkan tubuhnya ketika merasakan tepukan perlahan dari arah belakang.
__ADS_1
“Ka..kau..”
Bersambung....