
✨Happy Reading✨
Audrey dan Louis masih terus berusaha untuk keluar dari tempat itu.Beberapa kali mereka harus terhenti karena Louis hampir kehabisan tenaga.Bukan hanya kehabisan tenaga,Louis juga sudah kehilangan banyak darah sehingga tubuhnya benar-benar terasa lemas.
Audrey tak menyerah,ia memapah tubuh Louis dengan telaten dan tak sengaja tangannya menyentuh pinggang Louis.
“Aakhhh..”pekik Louis kala merasakan tangan Audrey menyentuh luka tusuk di bagian pinggangnya.
“Maaf aku tidak sengaja”ujar Audrey.
Adurey terdiam sejenak dan meraba kembali pinggang Louis.
”basah?..apakah pinggangnya terluka”gumam Audrey.
“Berhenti..”ujar Audrey tiba-tiba.
Louis yang masih melamun dengan pikiran yang menerawang hanya mengikuti apa yang diucapkan oleh Audrey.Yang ada dalam pikirannya saat ini hanya nasib tuannya yang berada di dalam sana.
Audrey memeriksa pinggang Louis,ia terkejut ketika melihat sebuah luka yang terbuka lebar dengan darah segar mengalir.
“Kau..kau terluka”ujar Audrey sembari merobek bagian bawah baju yang ia kenakan untuk menutup lukanya.
“Kenapa aku harus lemah disaat seperti ini”gumam Louis dengan mata sembab.
Audrey diam dan kembali memapah Louis,ia tahu betul bagaimana perasaan Louis saat ini.Matanya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.Mereka sudah hampir kehabisan waktu dan ia harus bergegas.
“Ayo..”mereka kembali melanjutkan langkah karena jaraknya tinggal beberapa meter lagi ke pintu keluar.
“Bolehkah aku meminta sesuatu padamu?”tanya Louis tiba-tiba
“Katakan”
“Jika nanti Emilia datang..maukah kau menggantikanku untuk menahannya agar tidak berlari ke dalam sini..aku tidak yakin jika aku sanggup melakukannya”pinta Louis yang dijawab dengan anggukan kepala oleh audrey.
Sedangkan Emilia masih berusaha mengejar waktu,ia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi berharap jika sang suami dalam keadaan baik-baik saja.
“Aku tidak akan memaafkan mu jika sampai terjadi sesuatu dengan dirimu sendiri”gumamnya sembari terus fokus menatap ke depan.
Diluar sana,Dannis sudah menyiapkan mobil untuk digunakan membawa Michael dan Michelle ke rumah sakit.Namun tiba-tiba suara teriakan menyita perhatian mereka.
“Hey..tunggu..”teriak Audrey yang sudah sampai di pintu bangunan.
“Siapa itu?”tanya Darren
“Tunggu..sepertinya itu Louis dan wanita itu..Audrey ”seru Albert
Mereka berempat mengernyitkan dahi,kenapa Audrey bisa bersama Louis?
__ADS_1
pertanyaan ini mengisi kepala keempatnya.
“Dad..mom..diam disini sebentar..aku akan menghampiri mereka sebentar”ujar Albert lalu berlari untuk menghampiri Audrey dan juga Louis.
“Cepat bantu aku..kita harus menjauh dari bangunan ini”pinta Audrey
Albert mengangguk lalu membantunya untuk memapah tubuh Louis yang sudah kehilangan kesadaran.
“Dimana Damian?”tanya Albert
“Jangan banyak bertanya dan cepat menjauh dari bangunan ini”ujar Audrey sinis
Tak ingin bertengkar,Albert memilih diam dan melanjutkan langkahnya untuk membawa Louis ke mobil.Akhirnya dengan bersusah payah,mereka sampai di tempat titik berkumpul.
“Louis..”pekik Wijaya dan jesica ketika melihat keadaan anaknya.
“Ya Tuhan..siapa yang melakukan ini pada putraku”jesica kembali menangis karena kondisi louis benar-benar sangat memprihatinkan.
“Tenanglah mom..kita harus segera membawa louis ke rumah sakit”Albert mencoba member pengertian kepada mertuanya.
Disaat mereka sedang mengevakuasi ketiganya,suara deruan mobil terdengar dari kejauhan.
Cciiittttt…..
Mobil berhenti dengan tiba-tiba dan muncul seorang wanita yang terlihat terburu-buru.
”apa kalian baik-baik saja?”terlihat jelas raut wajah penuh kekhawatiran.
Emilia memeluk ibunya yang terlihat menangis sesenggukan.
“Kami baik-baik saja..tapi mereka bertiga tidak”jawab jesica
Emilia menoleh ke arah mobil dan melihat ketiga saudaranya sudah tidak sadarkan diri,bahkan bercak darah memenuhi ketiganya.Emilia melerai pelukannya dan beralih menghampiri ketiganya.
“Kak Louis..kak Michael..Michelle..apa yang terjadi dengan mereka”wajah Emilia semakin panik.
“Kami tidak tahu pasti..yang jelas kami harus segera membawa mereka ke rumah sakit”jawab Dannis
Emilia mulai tersadar dengan sesuatu,ia melihat satu persatu orang yang berada di sana.
“Damian..kemana Damian?”tanya Emilia kepada seluruh orang yang ada disana.
Semua orang saling pandang,karena mereka juga baru menyadari jika Damian tidak ada diantara mereka.
“Kenapa kalian diam?..aku tanya kemana Damian?”tanya Emilia setengah berteriak.
Albert hendak menjawab,namun belum sempat ia mengeluarkan sebuah kalimat sebuah ledakan keras terdengar.
__ADS_1
DDUUUARRRR!!!!!
Bangunan yang berada di depan mereka meledak dengan dahsyat.
Semua mata melihat ke arah bangunan.
“DAMIAN!!!!!!”teriak keempat laki-laki disana kala mereka menyadari jika damian masih terjebak di dalam sana.
“Tidak..tidak..tidak..”Emilia menggelengkan kepala kala mengingat ucapan sang suami.
“Damian!!!”teriak Emilia dan melangkah untuk berlari.
Melihat hal itu Audrey bergegas untuk menahan tubuh Emilia.
”lepaskan aku..suamiku ada didalam sana…damian!!!”emilia memberontak di dalam pelukan Audrey dengan tangisan yang memilukan.
Audrey hanya bisa menahan sekuat tenaganya untuk memenuhi janjinya kepada Louis,bahkan secara tidak sadar ia ikut menangis.
“Damian!!!..kau tidak boleh melakukan hal ini padaku..kau berjanji akan bersamaku selamanya damian!!..damian!!!..jawab aku!!”teriaknya
Terkejut,khawatir,takut,syok bercampur aduk menjadi satu.Emilia benar-benar hancur dan berharap semua ini hanya mimpi.
“Audrey..katakan padaku..Damian selamat bukan?..Damian sudah keluar namun masih bersembunyi..”Emilia menarik kerah baju Audrey dengan tangisan yang semakin terdengar pilu.
Audrey semakin dibuat bingun sekaligus ikut bersedih,ia tak bisa melihat sosok rapuh yang ingin terlihat kuat didepan matanya.
Semua orang terlihat syok dan tidak percaya,bahkan lutut Albert terasa lemas.Darren jatuh terjerembab dengan wajah yang masih tidak percaya.Sedangkan Dion dan Dannis masih terdiam dengan air mata yang mengalir tanpa di minta.
Jesica mendekati putrinya yang terus berteriak histeris dan memeluknya erat-erat.
“Ibu..katakan padaku jika ini semua hanya mimpi bu..kami baru saja menikah bu..bahkan kami belum melakukan malam pertama kami..ibu Damian membohongiku bu..”Emilia berteriak histeris di pelukan sang ibu.
Jesica tak mampu berucap apapun,ia hanya bisa menangis dalam diam sembari menenangkan putrinya.
“Damian!!!!…”teriaknya lagi
Asap tebal membungbung tinggi dengan kobaran api yang membakar sisa puing-puing dari bangunan itu.
“Kenapa aku tidak mencarinya tadi..sahabat macam apa aku yang meninggalkan sahabatnya seorang diri di dalam sana”gerutu Dannis dengan tangan memukul stir mobil
Albert diam namun air matanya mulai menetes,bibir dan tenggorokannya terasa kelu.
“Aaarrgghhh…”Dion berteriak frustasi,tak pernah terbayangkan sebelumnya jika mereka akan berpisah dengan cara seperti ini.
“Damian!!..hiks..hiks..”Emilia tak mampu menahan kesedihannya lagi sehingga tubuhnya tumbang.
End……..
__ADS_1