
✨Happy Reading✨
Pagi yang indah,itu yang dirasakan oleh Audrey hari ini.Meskipun matahari belum terbit dari ufuk timur,namun nyatanya Audrey sudah bangun bahkan bisa dibilang terlalu pagi untuk seorang wanita single.
Ia memejamkan matanya menikmati angin pagi yang menerpa wajahnya kala pintu jendela ia buka lebar.Disinilah dirinya saat ini,disebuah apartemen yang berukuran sedang hadiah dari Emilia 5 bulan lalu.
Awalnya ia menolak dengan alasan apartemen itu terlalu besar untuk ia tempati sendiri,namun ia tak bisa bersikeras untuk menolak karena Emilia mengancam akan memecat dirinya.
“Selamat pagi”sapanya kepada dirinya sendiri.
Setelah puas menikmati udara pagi yang begitu menyejukkan,Audrey beranjak untuk membasuh wajahnya dan melakukan aktivitas lainnya sebelum berangkat ke perusahaan.
Ditempat lain,seorang laki-laki tampan dengan tubuh tegap dan kekar juga sudah membuka matanya pagi ini.Laki-laki itu adalah Louis,sekretaris sekaligus tangan kanan dari Damian Vernandez.
Bangun di pagi buta seperti sekarang ini bukanlah hal yang baru bagi Louis.Kegiatan ini sudah biasa ia lakukan sejak dirinya memilih untuk masuk ke dalam keluarga Vernandez.Didikan keras yang diberikan oleh ayah Gery benar-benar membentuk Louis menjadi seorang yang disiplin dan bertanggung jawab.
Hal pertama yang ia lakukan ketika bangun tidur adalah mengambil ponsel dan mengecek email atau mengecek kembali jadwal Damian.Berhubung mulai hari ini tuan mudanya itu cuti,ia hanya sekedar melihat email saja.
******
Pukul 8.00 waktu setempat.
Jalanan mulai terlihat ramai oleh orang-orang yang diharuskan melakukan aktivitas di pagi hari.Tidak hanya mobil yang melintas,beberapa dari mereka terlihat memenuhi halte bus dan ada juga yang memilih berjalan kaki atau menaiki sepeda gayung.
Seperti halnya Audrey,ia terlihat berdiri di sebuah halte yang tak jauh dari apartemennya.Ia memiliki satu unit mobil yang biasa dirinya gunakan untuk pergi ke kantor,namun hari ini ia sangat ingin menaiki kendaraan umum itu.
Bus sudah berhenti di halte tempat Audrey menunggu,orang-orang mulai bergegas masuk agar tidak kehabisan tempat duduk.Audrey yang kalah cepat terpaksa harus berdiri hingga sampai dikantor nanti.Beruntung jarak dari apartemen menuju kantor tidak terlalu jauh.
Ttiinngg!!!
Setelah menempuh waktu kurang lebih 20 menit akhirnya bus berhenti tepat di depan gedung perusahaan VERNANDEZ COTP.
Wanita cantik dengan setelan yang begitu cocok dengan tubuhnya,terlihat turun dari bus yang ia tumpangi.Sebelum benar-benar masuk ke dalam perusahaan,ia meregangkan tubuhnya sejenak terlebih bagian kakinya yang terasa sedikit pegal.
“Aaww..jika aku tahu akan berdiri selama itu,lebih baik aku membawa mobilku saja”gerutu Audrey .
__ADS_1
Tidak jauh dari sana,mobil Louis juga terlihat memasuki perusahaan.Laki-laki itu melihat Audrey turun dari bus beberapa menit yang lalu.
“Kenapa dia naik bus?”gumam Louis.
Namun tiba-tiba matanya melihat sesuatu yang berhasil membuat hatinya sedikit terasa aneh.
Sebuah mobil berhenti tepat di depan Audrey dan seorang laki-laki turun untuk menghampiri Audrey.
“Selamat pagi nona Audrey”sapa Herry
“Selamat pagi tuan Harry”balas Audrey dengan senyuman manisnya.
“Kenapa nona berdiri disini?”tanya Herry
“Ah itu..aku baru saja turun dari bus”jawab Audrey ramah
“Bus?..kenapa nona naik bus?..apakah mobil nona mengalami kerusakan?”
“Tidak,mobilku tidak rusak sama sekali..entah kenapa aku sangat ingin naik bus hari ini”
Harry mengangguk pelan”Hhmm..jika begitu mari masuk bersama-sama”ajak Herry
“Sepertinya anda tidak mempunyai banyak waktu nona..karena tuan Louis sudah juga sudah datang”seru Herry sembari menunjuk ke arah pintu masuk.
Audrey mengikuti arah mata Herry,benar saja ia melihat sendiri mobil Louis sudah memasuki perusahaan.
“Hhmm..baiklah..maaf merepotkan anda tuan Herry”ujar Audrey menyetujui ajakan Herry
Herry tersenyum senang,ia bergegas membukakan pintu untuk Audrey.
Namun berbeda hal nya dengan suasana hati laki-laki yang baru saja memarkirkan mobilnya.Entah mengapa setelah melihat keakraban antara Audrey dan Harry,Louis merasakan ada sesuatu aneh di dalam hatinya.
“Sial..kenapa mereka terlihat begitu dekat”umpatnya
Ia keluar dari dalam mobil dengan suasana hati yang masih kesal,namun ia rasa kesalnya harus bertambah lagi karena terlihat mobil Harry tepat terparkir di lobby dan turun seorang wanita.
__ADS_1
“Silakan nona”Herry mempersilakan Audrey keluar dari mobil setelah membukakan pintu untuknya.
Wajah Louis terlihat merah padam menahan kekesalannya.Dengan langkah cepat ia berjalan menuju pintu masuk kantor.
Herry masih berdiri di depan pintu sembari menatap Audrey yang mulai melangkah masuk.Laki-laki itu benar-benar merasa beruntung hari ini karena bisa mengajak wanita secantik Audrey berangkat bersama(walaupun cuma beberapa meter saja).
Bbbuugghhh!!!!
Tubuh Herry terhyung kedepan karena ada seseorang yang menabraknya dari arah belakang.
“Maaf..kau sendiri yang berdiri di depan pintu..apa kau tidak tahu ini adalah akses keluar masuk?”sindir Louis sembari tetap melangkah.
“Maaf tuan Louis”Herry yang awalnya merasa kesal langsung menundukkan tubuhnya kala mengetahui siapa orang yang berani menabraknya.
Louis merenggangkan otot lehernya”entah mengapa rasa kesal kU sedikit berkurang”gumamnya.
Audrey kini telah sampai di depan lift vip,ia menekan tombol dan pintu segera terbuka.Tanpa menunda waktu lagi,ia segera masuk ke dalam sana,namun tiba-tiba seseorang menekan tombol lagi sehingga lift tidak jadi tertutup.
“Selamat pagi tuan Louis”sapa Audrey ramah.
Louis tak menjawab apapun,entah mengapa ia meletakkan tangannya di pintu lift dan membuat lift tak bisa tertutup.
“Keluar!”titahnya tanpa menoleh kebelakang.
Adurey masih diam.
“Apa kau tuli?..aku bilang keluar!”ujarnya sekali lagi.
“Ah..iya tuan”Audrey bergegas keluar ketika menyadari perintah itu ditujukan olehnya.
Pintu lift tertutup begitu saja kala Louis menyingkirkan tangannya.Audrey masih terdiam didepan pintu lift,ia nampak berpikir sejenak.
“Sepertinya waktuku akan habis jika menunggu lift ini turun”matanya mencoba menoleh ke samping.
“Hah..dan aku tidak mungkin berebut bersama mereka”wajahnya kembali terlihat lesu kala melihat lift karyawan sudah terisi penuh.
__ADS_1
Dengan sangat terpaksa ia harus menaiki tangga dan berharap di lantai berikutnya bisa mendapat lift kosong.
Bersambung…