HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 77


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Emilia mengernyitkan dahinya kala mendengar suara mobil Damian berhenti di depan.Ia melirik kearah dinding untuk melihat waktu yang sedang berjalan.


“Baru jam 2 siang?..kenapa dia sudah pulang?”gumam Emilia lalu beranjak dari duduknya untuk menghampiri Damian.


“Beib..ada apa?..tidak biasanya kau pulang di jam-jam sibuk?”emilia mencecar Damian yang baru saja masuk dengan berbagai pertanyaan.


“Baby…diam disana aku akan menghampirimu.”Damian berjalan menghampiri Emilia yang terlihat melangkah ke arahnya tanpa menjawab pertanyaan Emilia.


Seketika Emilia menghentikan langkahnya dan berdiri mematung menunggu Damian.


Cup..


Kecupan singkat Damian hadiahkan kepada sang kekasih yang terlihat begitu khawatir.


“Ayo duduk..ada sesuatu yang ingin aku bicarakan..”Damian menarik tangan Emilia menuju sofa yang berada tak jauh dari sana.


Layaknya seorang anak kecil,Emilia mengikuti kemana pun langkah Damian membawanya tanpa protes sedikitpun.


Perlahan Damian mendudukkan Emilia di sofa,ia berjongkok di depan sang kekasih.


“30 menit lagi aku akan pergi menemui Dannis diluar negeri untuk membantunya menyelamatkan istri dan juga anaknya..aku tidak bisa memastikan kapan akan kembali namun aku berjanji tidak akan lama..selama aku tidak ada kau bebas pergi kemana saja namun tetap dalam pengawasan Michael atau Michelle agar kau tidak bosan..kau boleh membeli apapun yang kau mau dengan kartu yang aku berikan..kau mengerti?”damian memegang erat kedua tangan kekasihnya.


“Kenapa mendadak seperti ini?”lirihnya


“Maafkan aku..kau harus terbiasa dengan hal seperti ini..aku tidak pernah tahu siapa musuhku diluar sana..aku pun tidak tahu kapan musuh akan menyerang kita..aku dan keempat sahabatku sudah seperti saudara,ketika mereka membutuhkan ku sebisa mungkin aku ada untuk mereka begitu pun sebaliknya..ini duniaku yang sebenarnya dan aku harap kau bisa menerima semua ini..”jelasnya


Emilia menganggukkan kepala berusaha menahan air mata yang terus memaksa keluar.Jujur ia merasa sangat bersedih,terlebih kemarin malam mereka tidak mendapat waktu untuk menghabiskan waktu bersama karena ia sedang dalam mode marah.


“Maukah kau menyiapkan pakaian yang akan aku gunakan nanti?”tangannya terulur mengusap lembut rambut Emilia

__ADS_1


“Ya aku akan menyiapkannya..sekarang pergilah bersihkan dirimu..”Emilia tersenyum manis ke arah Damian


“Terima kasih..”


Setelah itu Damian bergegas pergi ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri karena ia tak mempunyai banyak waktu.Emilia pun ikut menyusul namun sebelum itu menyempatkan diri untuk menyiapkan bekal.


“Kau tidak boleh berpikiran negatif Emilia..dia pasti akan baik-baik saja”gumamnya dalam hati.


Seperti perintah sang kekasih,Emilia memilihkan baju untuk dipakai Damian nanti.Terbesit dipikirkannya tentang drama Korea yang ia tonton sebelumnya,ia memilih pakaian serba hitam seperti di drama-drama.


Tak lama setelah itu Damian telah selesai membersihkan diri,sebuah handuk kecil melilit di pinggangnya.


“Wow..apakah kali ini kau ingin menjadikanku pemeran utama di drama Korea yang kau tonton?”tanya Damian kala melihat setelan yang dipilihkan oleh Emilia.


“Tentu saja..kau harus tetap tampan di semua kondisi”ujarnya


Damian menganggukkan kepalanya lalu mengambil setelan yang sudah dipilihkan khusus oleh wanitanya.


“Bagaimana?..apa aku terlihat semakin tampan?”tangannya ia masukkan kedalam saku,tak lupa ia tersenyum ke arah emilia.


“Daebak”emilia menaikkan kedua jempolnya.


“Baiklah..aku harus segera bergegas karena mereka pasti sudah menungguku”ujar Damian yang tiba-tiba dingin dan tanpa senyum.


Emilia terdiam sejenak melihat ekspresi wajah dan juga tatapan mata dari Damian.Hingga beberapa detik Damian memutar tubuhnya untuk pergi,Emilia menyadari sesuatu.


“Cepatlah kembali..dan jangan sampai kau terluka meskipun itu hanya sebuah luka gores lukas”ujar Emilia


Damian yang sudah berganti peran dengan Lukas seketika menghentikan langkahnya.


“Di-dia mengenaliku?”gumam Lukas dalam hati.

__ADS_1


“Aku akan menunggumu disini..berjanji untuk kembali dengan selamat..karena aku tidak ingin menangis lagi karenamu”


“Aku mencintaimu..Lukas”


Kalimat terakhir Emilia berhasil membuat laki-laki itu memutar tubuhnya dan merengkuh tubuh mungil itu dengan erat.


“Terima kasih karena kau menerima keberadaanku..aku berjanji,kami akan kembali dengan selamat dan tanpa luka sedikitpun..dan ingat pesan yang disampaikan Damian..”ujarnya dengan posisi yang masih memeluk Emilia.


Emilia menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Lukas dengan air mata yang sudah tak bisa dibendung lagi.


Lukas melerai pelukannya dan menatap dalam-dalam wanita pertama yang mau mengakui keberadaannya sekaligus mau menerimanya.


Ia merogoh saku celananya dan mengambil sesuatu di dalam sana.Sebuah kalung dengan liontin ia pasangkan di leher jenjang Emilia.


“Kalung?”emilia menatap bingung ke arah Lukas


“Jika kau sedang dalam bahaya..kau bisa menekan tombol yang ada di liontin ini..liontin ini akan mengirimkan signal ke ponselku sekaligus melacak keberadaanmu”jelas Lukas


“Aku harus segera pergi..jaga dirimu baik-baik..jika kau bosan pergilah dengan Michelle..i Love you..”Lukas mendaratkan ciuman singkat ke arah bibir Emilia.


Jika biasanya Damianlah yang akan menahan lehernya untuk memperdalam penyatuan bibir mereka,kali ini Emilia berinisiatif menahan leher Lukas dan merubah ciuman singkat itu menjadi ******n kecil.


Lukas mengikuti permainan wanitanya karena jujur ini pertama kali baginya meskipun ini sudah beberapa bagi Damian.


“I Love you too..”ujar Emilia kala mereka memutuskan untuk menyudahi penyatuan bibir itu.


Lukas tersenyum bahagia,entah kenapa hatinya seperti dipenuhi dengan berbagai bunga di seluruh dunia.


Emilia menatap kepergian Lukas yang sudah menghilang dari balik pintu.Tak dapat dipungkiri jika saat ini perasaan dipenuhi dengan rasa khawatir meskipun ia tahu lelakinya itu adalah seseorang yang kuat.


“Cepatlah kembali..”gumam Emilia dalam hati.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2