HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 73


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Mata para maid dan pengawal terfokus ke arah wanita yang tengah berjalan menuruni anak tangga dengan gaya khas seorang model.Dengan menggunakan mantel berwarna hitam,sepatu boots,dan tak lupa kacamata hitam yang akan membuat penampilannya semakin sempurna.


Kini Emilia sudah seperti seorang detektif cantik yang siap mengusut tuntas kasus perselingkuhan kekasihnya.


“Eekkhhmm..apakah aku sudah terlihat keren?”tanya Emilia kepada Michelle


“Sudah nona..anda sangat keren..”Michelle menghadiahkan dua jempol kepada nona nya.


“Tunjukkan padaku letak garasi di mansion ini”perintahnya


“Ta-pi nona..bagaimana jika tuan marah?”


“Jika dia marah maka aku akan lebih marah lagi”


“Mari nona”akhirnya Michelle mengantarkan emilia menuju garasi.


Emilia melepas kacamatanya kala melihat deretan mobil mewah terparkir rapi digarasi,lebih tepatnya terlihat seperti basement.


Matanya melotot sempurna dengan bibir yang membentuk huruf o.


“Wow..apakah calon suamiku memang sekaya ini?”gumamnya yang disambut kekehan kecil dari Michelle


“Silakan pilih nona..anda ingin menggunakan mobil yang mana”ujar Michelle


“Hari ini aku ingin serba hitam jadi aku akan memilih mobil yang itu”


Emilia menunjuk sebuah mobil Ferrari Laferrari Aperta sebagai tunggangannya untuk menangkap basah sang kekasih.


“Ta-tapi nona..itu mobil kesayangan tuan..sebelumnya tak ada yang berani menyentuh mobil itu karena taruhannya adalah nyawa”jelas michelle


“Bagus..ini sangat kebetulan bukan..aku akan menjemputnya dengan mobil kesayangannya..wahhh kau tahu ini sangat seru”wajahnya terkagum-kagum dengan pemikirannya saat ini.


“Nona..kU mohon jangan..”pinta Michelle


“Ssttt…percayalah..dia tidak akan membunuh siapa-siapa..”Emilia mengedipkan salah satu matanya lalu berjalan menuju mobil itu.


“Berikan kuncinya..”Emilia menengadahkan tangannya.


“Tunggu sebentar nona..”Michelle berlari menuju benda kotak yang menjadi tempat menyimpan semua kunci mobil yang terparkir disana.

__ADS_1


“Ini nona..”


“Terima kasih..”


“Nona..”


“Ya..”


“Apakah anda bisa mengendarainya?”tanya Michelle yang sedikit ragu-ragu.


“Tenanglah..sebelumnya aku pernah mengendarai mobil seperti ini meskipun modelnya tidak sama..tapi aku rasa caranya pasti akan sedikit sama”jelas Emilia


Tanpa pikir panjang Emilia masuk kedalam mobil,menyalakan mesinnya dan melaju meninggalkan garasi dengan kecepatan sedang.


“Tuhan..tolong tuntun nona jangan sampai dia hilang kendali dan membahayakan nyawa saya..”doa Michelle dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


‘Kak Louis..tolong selamatkan nyawaku..nona pergi menyusul tuan dengan mobil kesayangan tuan.’


Sebelum masuk kedalam mansion,Michelle menyempatkan diri untuk mengetik sebuah pesan lalu mengirimkan kepada pahlawan yang akan menyelamatkan hidupnya.


Sedangkan di sebuah restaurant,seorang wanita tengah duduk sembari menunggu mantan kekasihnya itu datang.Ia sudah memesan beberapa makanan untuk menemani obrolan mereka nanti.


“Good morning..”sapa Audrey ramah


“Cepat katakan apa yang ingin kau katakan..aku tak punya banyak waktu untuk meladeni seseorang yang tidak penting”ujar Damian yang tetap berdiri


“Duduklah dulu..kau bisa menikmati hidangan yang aku pesan dan setelah itu kita bisa mengobrol..”


“Hah..jika tidak ada hal yang penting..aku permisi,,”


“Tunggu..baiklah..”


Audrey menghela nafasnya sejenak lalu mulai memasang wajah sedihnya.


“Kenapa kau mengabaikanku?,,kenapa kau bersikap seolah-olah kau tidak perduli dengan keberadaanku?”ujar Audrey dengan nada penuh kesedihan.


Damian tersenyum miring mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Audrey.


“Sejak kau memutuskan untuk pergi dari kehidupanku maka itu artinya kau bukan lagi seseorang yang penting bagiku”jawab Damian sembari menatap tajam ke arah Audrey


“Ta-tapi aku terpaksa melakukan itu karena aku harus mengejar mimpiku..”protes audrey

__ADS_1


“Hahaha..terpaksa katamu..lalu apa yang kau dapat dari keterpaksaan itu?..kau merasa puas?..kau merasa bahagia?”


Audrey menggelengkan kepala pelan berusaha memasang wajah semenyesal mungkin.


“Dengar..aku berusaha memberikan semua yang kau inginkan demi membuatmu merasa nyaman..cinta,kasih sayang,materi…”


“Tapi kau tak memberiku kebebasan Damian..”sela Audrey dengan nada sedikit berteriak.


“Kebebasan?..kebebasan seperti apa yang kau maksud..aku mengijinkanmu bersekolah,berkarier,bahkan aku masih mengijinkanmu pergi dengan teman-temanmu..apa itu bukan sebuah kebebasan?”jawab Damian yang ikut berteriak menahan rasa kesal ketika kejadian masalalu itu melintas.


“Tapi kau selalu membuatku merasa seperti hewan peliharaan yang harus selalu ikut kemana pun kau pergi..”


“Kau sudah dewasa Audrey..kau harusnya mengerti dengan arti sebuah komitmen..jika kau tak ingin berkomitmen lebih baik kau tak menjalin hubungan dengan siapa pun..aku tak pernah merasa menjadikanmu hewan peliharaan tapi kau sendiri yang membuat dirimu merasa seperti itu..kau tidak bisa merasakan kasih sayang yang aku limpahkan..kau selalu melihat dunia luar lebih indah dan lebih menyenangkan dari pada berada di sisiku yang jelas-jelas tak kekurangan apapun..”cerca Damian


“Maafkan aku..maafkan aku karena sudah meninggalkanmu waktu itu..”lirih Audrey dengan air mata yang berlinang.


“Aku sudah melupakan semuanya namun bukan berarti aku kembali ke masa lalu..”jawab Damian yang mengerti dengan kata maaf dari Audrey


“Beri aku satu kesempatan lagi Damian..”mata yang sudah berlinang air mata itu menatap penuh harap ke arah Damian.


“Maaf aku tidak bisa..rasa cintaku padamu sudah terkubur dalam-dalam dan telah digantikan dengan rasa cintaku kepada seseorang..dan aku minta,pergilah sejauh mungkin…jangan pernah muncul dihadapanku karena jika itu terjadi aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu..”ujar Damian


Audrey menahan lengan Damian dengan tatapan memohon berharap laki-laki yang berada di hadapannya luluh.


Di saat mereka berdua menyelesaikan masalah masa lalu,mobil sport yang dikendarai Emilia sudah terparkir di loby restaurant.Ia turun dengan anggunnya hingga membuat semua mata tertuju ke arahnya.


“Selamat pagi nona..”sapa pelayan yang berdiri di depan pintu masuk.


“Selamat pagi..”jawab Emilia


“Bisakah kau memberitahuku letak meja seseorang yang bernama Audrey..aku memiliki janji dengannya bertemu pagi ini..”jelas Emilia


“Nona Audrey berada di lantai dua restaurant ini..mari saya antar..”


Emilia mengikuti langkah sang pelayan dengan jantung yang berdebar.Jujur ia sedikit takut dengan apa yang akan ia lihat nanti namun dalam hati ia tetap berdoa agar Damian gak berkhianat.


Bersambung..


Detik-detik menuju perang dunia ketiga..


yuk kasi Emilia semangat🔥

__ADS_1


__ADS_2