HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 99


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Damian tampak bergulat dengan komputernya sejak pagi tadi.Menjelang hari pernikahannya,ia semakin sibuk mengurus semua pekerjaan yang akan ia tinggalkan untuk beberapa hari kedepan.


Setelah ini ia ingin fokus mempersiapkan diri untuk pernikahannya bersama sang kekasih tercinta.Meskipun begitu,sesekali ia menyempatkan diri untuk menghubungi Emilia yang sekarang tinggal di rumah orang tuanya.


Emilia sengaja meminta untuk berpisah sementara waktu sampai mereka resmi menikah nanti.Meskipun berat,Damian tetap menyetujui permintaan sang kekasih.


“Louis”panggilnya dengan mata yang masih menatap fokus ke layar komputer.


“Ada apa tuan?”louis menghentikan gerakan tangannya sejenak.


“Pernikahanku tinggal beberapa hari lagi,aku ingin kau menyiapkan semuanya terkecuali gaun yang akan dikenakan Emilia”perintahnya


“Baik tuan”


“Satu lagi..aku mempunyai firasat aneh mengingat tidak ada tanda-tanda musuh akan menyerang setelah kejadian beberapa bulan lalu..mungkin terlihat aman dan baik-baik saja namun firasatku mengatakan mereka bergerak secara diam-diam,sepertinya mereka sedang berusaha mencari titik kelemahanku dan ketika mereka mendapatkan itu,mereka pasti akan menyerang..kita tidak tahu kapan namun yang pasti kau harus memperketat penjagaan di mansion,mansion utama dan juga rumahmu”jelasnya panjang lebar.


“Baik tuan”jawab Louis yang dibarengi dengan anggukan kepala.


Entah percaya atau tidak,kekuatan pikiran seorang Damian begitu kuat dan hal itu yang membuat para musuh sedikit kualahan saat menghadapinya,karena Damian bisa membaca pergerakan mereka.


Dan itulah yang sedang dipelajari oleh Brave sekarang ini.Beberapa musuh Damian tak bisa mengalahkannya karena mereka bergerak secara terang-terangan.Bahkan beberapa dari mereka dengan berani menantang monster itu secara langsung.


Namun tetap saja,tak satupun dari mereka berhasil mengalahkan pembunuh berdarah dingin itu.Bisa dibilang,mereka hanya menyerahkan nyawa dengan cuma-cuma kepada orang yang sering dipanggil malaikat pencabut nyawa.


Damian meregangkan otot-ototnya sejenak,tubuhnya benar-benar terasa kaku karena ia tak bergerak sejak tadi.


Ia merogoh ponsel yang tergeletak di atas meja untuk menghubungi seseorang.Jari-jarinya bergerak dengan lincah menekan tombol yang tergampang di layar benda kotak itu.


“Ada apa beib?”senyum Damian mengembang kala mendengar suara merdu sang kekasih.


“Aku lapar”jawabnya dengan nada suara sedikit manja.


Louis yang mendengar ucapan tuannya langsung mendelik.Bukan karena nada bicara Damian yang terdengar manja,namun ia lupa jika waktu telah menunjukkan pukul 12 siang.Dan itu artinya mereka belum menikmati hidangan makan siang.


“Apa kau belum makan siang?”Ada nada khawatir terselip di ucapan Emilia.


“Aku ingin makan siang bersamamu”jawab Damian dengan nada semakin manja.


“Oh My..kenapa kau tidak memberitahuku sejak tadi..aku pasti akan kesana dan kau tak perlu menunggu”senyum Damian semakin mengembang karena sekarang kekasihnya sudah seperti seorang ibu yang memarahi anaknya.


“Tadi aku lapar..dan aku baru lapar sekarang..maka dari itu aku baru menghubungimu”alasan Damian menghindari ocehan sang kekasih.

__ADS_1


“Baiklah..tunggulah disana..aku akan sampai beberapa menit lagi..mungkin aku akan langsung mengajakmu untuk memilih gaun untuk pernikahan kita nanti”


“Sesuai keinginanmu yang mulia ratu”ujar Damian


“Baiklah..aku tutup Telpunnya..i Love you”balas Emilia yang langsung menutup sambungan telpunnya.


Sedangkan wajah damian langsung merona ketika mendengar kalimat terakhir dari kekasihnya.Ia menggigit bibir bagian bawahnya menahan sesuatu yang ingin meledak dari dalam sana.


Dengan segera ia menghubungi kembali sang kekasih.


“Ada apa lagi?”tanya Emilia


“Katakan sekali lagi”pintanya


“Apa?”


“Kalimat terakhirmu tadi”pintanya dengan antusias


Emilia terdiam untuk beberapa detik”Hhmm..i Love you”ujar Emilia


“I Love you too..”jawab damian dengan raut wajah salah tingkah.


“Berhati-hati lah baby..mintalah Michael mengantarmu”


Sambungan telepon kembali diputus oleh Emilia,seketika damian berdiri dan melompat ke atas sofa dengan senyum yang semakin lebar.


Bahkan ia melupakan seseorang yang sedang duduk sembari menggelengkan kepala melihat tingkah laku tuannya yang berubah 180 derajat akhir-akhir ini.


******


30 menit kemudian mobil yang membawa Emilia sudah berhenti tepat di depan loby perusahaan Damian.


Para karyawan yang berpapasan dengan Emilia,menyapa silih berganti calon nona mereka nantinya.


Tak lama setelah itu,Damian keluar dari lift sebelum Emilia masuk ke dalam sana.Ia tak ingin membuat wanitanya menunggu sehingga ia memilih untuk datang menghampiri.


Sesuai perjanjian mereka tadi,mereka akan makan siang bersama dan setelah itu pergi mencari gaun pernikahan bersama.


Disini Emilia begitu antusias,setelah damian melamarnya di taman hiburan waktu itu,laki-laki itu juga datang ke rumah orang tuanya untuk meminta wanita itu sebagai istrinya.Dan hal itu membuat Emilia semakin tidak sabar untuk segera menikah.


Tentu saja orang tua Emilia sangat senang dan menerima lamaran itu dengan cepat.


Aura kebahagiaan terpancar jelas di raut wajah keduanya,moment yang mereka tunggu beberapa kedepan terasa begitu lama.

__ADS_1


Kini mereka sudah sampai di salah satu butik ternama di kota itu.Setelah acara makan siang mereka langsung bergegas karena Emilia benar-benar sudah tidak sabar.


“Pilihkan gaun terbaik yang ada di butik kalian”perintah damian sembari mendaratkan tubuhnya di sofa yang tersedia di butik itu.


“Baik tuan..mohon ditunggu”ujar sang pegawai dengan ramah.


Emilia hanya diam sembari memperhatikan sekelilingnya.Deretan gaun-gaun cantik itu berhasil membuat matanya tak mampu berkedip.


“Permisi tuan..nona..saya membawakan beberapa gaun terbaik yang ada di butik kami”ujar sang pegawai sembari memperlihatkan koleksi gaun terbaik mereka.


“Baby..kau boleh mencobanya satu persatu”ujar damian sembari mengelus punggung tangan Emilia


“Aku tak ingin mencoba semuanya..itu pasti memakan waktu dan cukup tenaga..kau bisa memilihkan nya untukku”pinta Emilia


Dia adalah seorang model sebelumnya,sehingga ia tahu bagaimana lelahnya mencoba satu persatu gaun itu.


“Baiklah..aku pilih yang ini”ujar Damian menunjuk salah satu gaun berwarna cream yang terlihat simple namun elegan.


“Gaun itu terlihat simple”protes Emilia


“Kau akan terlihat seksi jika mengenakan itu dan lagi…”Damian menjeda kalimatnya lalu mendekatkan bibirnya ke arah telinga Emilia


“Dan lagi..akan lebih mudah bagiku untuk melepaskannya saat acaranya selesai”bisiknya di telinga Emilia yang dijawab dengan pukulan singkat di bagian lengannya.


Wanita bangkit dan mengambil gaun itu lalu berlalu mencobanya di ruang ganti.


Damian terkekeh melihat wajah merona calon istrinya,ia sangat suka menggoda Emilia karena wajahnya pasti akan merona merah.


Tak berselang lama,Emilia keluar dari ruang ganti lengkap dengan gaun yang telah dipilih Damian.


“Beib..”panggilan itu sontak membuat Damian menegakkan kepalanya.


“Sempurna”hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir Damian saat ini kala melihat sang kekasih menggunakan gaun itu.


Gaun itu memang sederhana,namun entah kenapa terlihat begitu indah ketika dikenakan oleh Emilia.


“Apa kau menyukainya?”tanya Emilia sembari memutar tubuhnya.


“Sangat..aku sangat menyukainya..bahkan aku ingin menikahimu hari ini juga”ujar Damian yang kembali membuat wajah Emilia merona.


Para pegawai disana hanya bisa menjerit iri melihat bentuk indah tubuh Emilia dibalut gaun itu.Ditambah keromantisan hubungan keduanya membuat jiwa jomblo mereka meronta.


Sedangkan Louis hanya bisa menggelengkan kepala,ia menganggap para pegawai disana begitu berlebihan.Mereka tidak pernah membayangkan jika menjadi seorang Louis yang setiap saat melihat pemandangan itu.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2