
✨Happy Reading✨
Matahari bersinar begitu teriknya dan tepat berada di atas kepala.Sebelum melanjutkan kegiatan dihari spesial,mereka memilih beristirahat sejenak sembari mengisi perut.
Dddrrtt..
Ponsel Damian bergetar itu menandakan ada panggilan yang masuk kedalam ponselnya.
“Ada apa?”tanya Louis berbicara kepada seseorang.
“Sesuai rencana awal”jawabnya lagi.
Emilia terlihat masih fokus menyantap hidangan yang ia pesan,wanita itu terlihat masih Segar sejak tadi pagi meskipun ia sudah hampir menghambiskan waktunya untuk berjalan kaki
Damian meletakkan kembali ponselnya lalu beralih menatap wajah cantik Emilia yang tengah kegirangan.
“Apa kue itu sangat enak?”tanya Damian memulai obrolan
“Hhmm…”Emilia tak bisa berkata-kata lagi,ia menaikkan kedua jempol tangannya sebagai ungkapan dari rasa enak kue yang ia santap.
Tangan Damian terulur untuk menyentuh pipi Emilia yang mengembang.Sepertinya Emilia begitu menikmati kue yang ia pesan.
Ditempat lain,seorang anak dan ayah kembali bertengkar karena masalah yang tak kunjung selesai.
“Sampai kapan Brave?..sampai kapan kau akan berdiam diri seperti ini”teriak sang ayah
“Tak bisakah kau bersabar sedikit dad..musuh yang kita hadapi tidak selemah yang kau pikir..dia itu Damian Vernandez..dunia gelap mengenalnya sebagai pembantai dad..kita tidak boleh gegabah,jika kita terlalu terburu-buru aku sangat yakin tujuan kita akan musnah”jelas Brave
“Aku sudah menyusun rencana dad..kita harus memancingnya dengan umpan berharga yang tidak ia jaga..Damian mempunyai banyak barang berharga,wanita itu bukanlah satu-satunya”imbuh Brave
“Lalu siapa yang kau maksud?..Vernandez?..hubungan mereka bahkan tidak akur..”sang ayah mendengus kesal
“Bukan dad..ayahnya bukanlah sesuatu yang berharga dan lagi Vernandez sangat sulit untuk kita gapai mengingat ia adalah salah satu pilar di negara ini..”
__ADS_1
“Lalu..”
Brave tersenyum miring,ia sangat yakin jika seseorang yang ia maksud cukup berharga bagi seorang Damian mengingat hubungan mereka begitu dekat.
*****
Energi Emilia seakan tidak ada habisnya,berbelanja,berburu makanan,mencoba arena bermain,semua sudah ia lakukan.Beruntung Damian mempunyai fisik yang kuat sehingga ia tak banyak mengelus ketika berlari kesana kemari mengikuti langkah sang kekasih.
“Hah..aku bosan disini”keluh Emilia yang baru saja mendudukkan bokongnya di atas kursi.
“Apakah ada tempat lain yang ingin kau kunjungi?”tanya Damian dengan tangan yang terulur menyentuh pipi Emilia.
“Hhmm..sepertinya aku mempunyai rekomendasi tempat yang menarik”
“Kemana?”
“Taman hiburan”celetuk Emilia
“Taman hiburan?..bukankah tempat seperti itu akan ramai dikunjungi orang?”damian mengernyitkan dahinya
“Tidak..aku tidak mau”tolak Damian
“Oh Ayolah beib..disana aman..kau tenang saja”rayu Emilia
Damian nampak berpikir,mempertimbangkan keinginan sang kekasih yang sedikit beresiko.
Emilia tak menyerah,ia menatap Damian dengan tatapan puppy eyes berharap lelaki akan luluh dan menuruti permintaannya.
“Please….”Emilia menyatukan kedua tangannya
Damian memutar bola mata nya malas jika sudah seperti ini,jika ia tidak mau,kekasihnya pasti akan terus merengek.
“Baiklah..kita pergi”ujar Damian mengalah.
__ADS_1
Emilia langsung berdiri dan melompat kegirangan karena Damian mengikuti permintaannya.
Cup..
Sebelum berjalan menuju loby mall,Emilia menyempatkan diri untuk memberi satu kecupan kepada sang kekasih sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.
Damian hanya bisa menggelengkan kepala pelan melihat reaksi kegirangan sang kekasih.
“Apakah bahagiamu sesederhana itu”gumam Damian dalam hati
Mereka berdua akhirnya memilih berpindah tempat ke taman Hiburan yang menjadi pilihan Emilia.Tidak butuh waktu lama untuk mencapai tempat itu karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari tempat awal mereka.
Suara musik,sorak sorai pengunjung menjadi ciri khas taman hiburan tersebut.Kerlap kerlip lampu warna warni juga menghiasi taman yang penuh dengan wahana bermain.
Tidak lupa aroma berbagai makanan menyeruak masuk ke dalam Indra penciuman mereka.
Emilia berlari kegirangan,senyum di wajahnya tak luntur sedari tadi.
“Baby stop..bisakah kau tak berjalan dengan pelan”teriak Damian
Emilia akan berpura-pura tuli jika sudah seperti ini,ia terus berlari dengan mata yang sibuk melihat sana sini.
“Baby..berhenti atau kita pulang”ancam Damian
Ancaman itu berhasil,Tubuh Emilia membeku seketika mendengar kalimat Damian yang terdengar tak main-main.
Damian tersenyum karena wanitanya menurut,ia berjalan menghampiri Emilia.
“Kau senang?”tanya Damian
Emilia hanya mengangguk lalu menatap sejenak mata Damian.
“Aku ikut senang jika kau senang..jadi ayo”Damian menggenggam tangan Emilia dengan begitu mesra.
__ADS_1
Kini mereka berjalan beriringan menyusuri taman hiburan yang sedang ramai oleh pengunjung lainnya.
Bersambung…