HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 117


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Hari-hari Emilia berjalan dengan baik beberapa minggu terakhir,meskipun terkadang ia harus lupa jam pulang karena beberapa berkas menumpuk di meja kerjanya.


Namun hal itu tidak menjadi kendala baginya,ia memang sengaja menyibukkan diri untuk melupakan sejenak kesedihannya.


“Permisi nona..waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore,ini sudah waktunya anda pulang”ujar Audrey yang kini sudah bekerja sebagai sekretaris Emilia sesuai perjanjian sewaktu di rumah sakit.


Awalnya semua karyawan membicarakan Audrey,mengingat jika dahulu wanita itu pernah menjadi kekasih dari sang pemilik perusahaan.Mereka semua sedikit bingung dengan Emilia,mengapa ia mau memperkerjakan wanita yang jelas-jelas pernah mengisi hati suaminya.Bahkan hal yang semakin menbuat mereka bingung yaitu jabatan Audrey di perusahaan itu.


Namun berita tersebut tidak sampai bertahan lama karena Emilia langsung memberi pengertian kepada seluruh karyawannya meskipun ia tidak bisa memberi penjelasan dengan mendetail.Ia tak mungkin menjelaskan hubungan rumit Audrey di hadapan semua karyawan,sehingga ia memilih untuk meminta karyawannya tak bergosip lagi.


Mereka semua mulai menerima keberadaan Audrey dan berhenti bergosip yang tidak-tidak.


“Baiklah,aku akan selesai dalam waktu 5 menit.Dan aku harap kau bersabar karena kak Louis tidak akan kemana-mana”sahut Emilia dengan mata yang masih menatap fokus ke arah komputer


Semburat merah menghiasi waja Audrey”ti-tidak,aku tidak akan menemuinya”jawabnya


“Benarkah kau tidak mau menemuinya?..padahal sore ini aku berencana mengajakmu menjenguk kak Louis”ujar Emilia sembari melirik ke arah Audrey


Audrey hanya diam tak mampu menjawab apapun,karena jujur ia sangat ingin bertemu dengan Louis.


“Bagaimana apa kau mau?”kali ini Emilia menghentikan gerakan jarinya dan memutar kursinya untuk menghadap ke arah Audrey


Audrey menundukkan kepalanya”tapi..aku takut jika Louis akan marah kalau aku muncul di depan matanya”


Emilia memutar bola matanya malas”Hah..apa kau lupa jika kakakku belum sadar hingga sekarang?”pertanyaan Emilia membuatnya tersadar


“Ah iya..kenapa aku bisa melupakan hal itu..dasar bodoh”gerutu Audrey dalam hati merutuki kebodohannya


“Maaf..aku tidak bermaksud seperti itu,hanya saja aku benar-benar lupa”jawab Audrey


“Sudahlah,sekarang ambil tasmu dan kita akan pergi ke rumah sakit”Emilia berdiri lalu mengambil tas jinjing yang ia letakkan di atas sofa


Seperti kata Emilia tadi,sore ini mereka akan langsung pergi kerumah sakit untuk menjenguk Louis.Mobil mewah berwarna hitam yang dikendarai oleh Emilia sudah melesat meninggalkan perusahaan menuju rumah sakit milik Dion.


“Ayah..ibu..”panggil Emilia kala mereka sudah sampai ditempat tujuan


“Sayang..kau baru pulang dari perusahaan?”tanya jesica sembari memeluk sang putri


“Iya..ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani”jawabnya sembari memeluk sang ayah bergantian.


“Jangan terlalu memaksakan diri nak,kau juga butuh istirahat.Gery memberitahu ayah jika kau tak pernah mengambil libur,bahkan saat hari minggu kau masih bekerja dirumah”omel Wijaya kepada putrinya

__ADS_1


“Apakah uncle Gery mengadu kepada ayah?”tanyanya dengan nada bicara yang dibuat kesal.


“Tidak nak,ia tidak bermaksud mengadu.Hanya saja ia sungkan untuk menasehatimu,dan sebagai gantinya ia meminta ayah untuk menasehatimu.Ia memiliki niat yang baik dan perduli denganmu”imbuh Wijaya lalu melerai pelukannya.


“Aku tahu yah..setelah ini aku akan mengambil libur”jawabnya sembari tersenyum manis ke arah ayah dan ibunya.


Jesica yang masih asik mengobrol tidak sengaja melirik ke arah Audrey.


“Audrey..kenapa kau berdiri disana?..kemarilah bergabung bersama kami”ajak jesica


Wijaya dan jesica sudah mengetahui jika Audrey lah orang yang rela mendonorkan salah satu ginjalnya untuk Louis.Namun Emilia meminta kepada mereka untuk pura-pura tidak tahu.


“Oh My god..maafkan aku Audrey..aku lupa jika aku mengajakmu hari ini..kemarilah”Emilia bergegas menghampiri Audrey dan menarik tangannya agar mendekat ke arah Wijaya dan jesica


Audrey masih diam mematung mengikuti langkah Emilia yang menarik tangannya dengan senyum canggung di wajahnya.


“Apakah kalian sudah makan?”tanya jesica


“Belum bu..bagaimana jika kita makan malam bersama?”seru Emilia yang dijawab dengan anggukan kecil dari kedua orang tuanya.


“Ide yang bagus dan bagaimana jika kita makan di kamar Michelle karena hari ini Michael dan Michelle berada dalam satu kamar”ujar jesica tak kalah bersemangat.


“Benarkah?..kenapa mereka berada dalam satu kamar?”tanya Emilia dengan dahi mengkerut


“Baiklah,aku akan memesan makanan melalui aplikasi saja..kita hanya perlu menunggu dikamar”Emilia merangkul kedua orang tuanya dan juga Audrey untuk pergi ke kamar Michelle dan Michael


“Hy guys..”sapa Emilia ketika berhasil membuka pintu.


“Emilia..Audrey”seru Michael dan Michelle bersamaan.


“Apakah kau sudah merasa lebih baik kak mich?”tanya Emilia menghampiri Michael


“Bukan hanya baik,aku merasa sudah sembuh hari ini”sombongnya


“Benarkah?..tapi aku rasa kakak belum pulih sepenuhnya”


“Hah..kau sama saja seperti dokter,aku merasa sudah lebih baik tapi tetap saja mereka tidak percaya dan tidak membiarkanku melepas jarum sialan ini”gerutunya


Emilia hanya bisa menggelengkan kepala,kakaknya yang satu ini benar-benar tukang mengeluh.


“Hy Michelle..bagaimana kabarmu hari ini?”emilia kini menghampiri ranjang Michelle


“Sudah lebih baik dan kau tahu..seminggu lagi aku sudah bisa mulai terapi berjalan”jawabnya dengan semangat membara

__ADS_1


“Wah benarkah..jika begitu kau harus lebih semangat lagi”ujarnya tak kalah bersemangat.


Wijaya dan jesica tersenyum bahagia sembari saling merangkul satu sama lain ketika melihat keakraban anak-anaknya.


“Hhmm..Emilia..”panggil Michael


“Iya kak..”


“Aku ingin bertanya sesuatu?”ekspresi wajahnya terlihat sedikit ragu-ragu


“Apa itu?..katakan saja”ujarnya sembari menatap ke arah Michael


“Itu..sejak aku sadar pasca operasi seminggu yang lalu..hingga saat ini aku tidak pernah melihat tuan Damian menjengukku..biasanya jika aku sakit,sesibuk apapun dia,dia pasti akan menyempatkan diri untuk menjengukkan walaupun hanya sebentar..tapi kali ini ia tak menjengukku”tanya Michael dengan raut wajah sedih.


Emilia tertegun sejenak begitu juga dengan Wijaya,jesica,dan Audrey.Michael dan Michelle memang belum mengetahui tentang berita mengenai Damian karena ketika kejadian malam itu mereka berdua sudah tidak sadarkan diri.Bahkan hingga saat ini semua orang tak mau memberitahu mereka agar mereka berdua tidak bersedih.


Keempat orang itu saling pandang dan tentu saja menbuat si kembar semakin bingung.


“Ada apa?..kenapa kalian diam?”tanya Michael.


“Damian sudah tiada..”jawaban singkat itu lolos dari bibir Emilia diiringi dengan tetesan bulir bening dari arah matanya.


“A-apa maksudmu tiada..katakan dengan jelas”nada bicara michael mulai terdengar bergetar


“Ya..Damian sudah pergi meninggalkan kita untuk selamanya”imbuh Emilia


“Hahaha..tidak mungkin..tuan Damian adalah penakluk sang Dewi Fortuna..ia tidak mungkin pergi dengan begitu cepat..beberapa kali malaikat maut mencoba mengambilnya dan saat itu juga Dewi Fortuna akan berpihak padanya..jadi tidak mungkin tuan bisa pergi dengan cepat”ujar michael sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali.


“Tapi itu adalah kenyataan..Dewi Fortuna sudah tidak memihaknya lagi dan malaikat maut sudah menjemputnya malam itu..”jawab Emilia sedikit berteriak


“Tidak..ini tidak mungkin..”michael meremas kuat sisi ranjang dengan air mata yang mulai mengalir deras.


Begitupun dengan Michelle yang mulai menangis dalam diam mendengar semua penjelasan Emilia.


“Tidak..tuan Damian tidak mungkin pergi..tidakkkk!!!!”teriak michael frustasi.


Jesica bangkit dan mendekati putranya sembari memeluk tubuh bergetar itu dengan erat.Sedangkan Wijaya menghampiri Michelle yang juga terlihat begitu terpukul.


Audrey yang juga berada disana mencoba bangkit dan menghampiri Emilia.ia memeluk tubuh ringkih yang memiliki pondasi kuat itu dengan erat.


Kejadian itu kembali terlintas di pikiran dan hati Emilia,kesedihan yang ia kubur beberapa hari ini harus kembali terbongkar.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2