HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 80


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Michelle meregangkan tubuhnya setelah tidur selama 5 jam lamanya,seluruh tubuhnya terasa pegal karena ini kali pertama ia beristirahat disiang hari.Ditambah ia melewatkan jam makan siang karena matanya benar-benar susah dibuka.


“Hoam..”ia melirik ke arah jam dinding dengan mata yang masih terasa berat.


“Sudah jam 4 rupanya..”gumamnya


Namun tiba-tiba ia menyadari sesuatu sehingga mata yang awalnya terasa berat kini seketika terjaga.


“Jam 4..astaga kenapa aku tidur selama itu”tanpa basa basi ia bergegas bangun dan terburu-buru turun ke bawah.


Dengan langkah yang terburu-buru ia menuruni anak tangga tanpa memperhatikan langkahnya.Saat ini yang ada dalam pikirannya hanyalah Emilia.


Tujuannya saat ini adalah kamar Emilia yang berada dilantai satu.


Tok..tok..tok..


“Emilia…emilia..”panggilnya tanpa menyelipkan kata nona seperti yang ia ucapkan ketika berada di mansion.


“Ada apa nak?”tanya seseorang


“Mommy…apa emilia ada di dalam?”


“Adikmu pergi ke rumah Emily tadi siang dan dia bilang akan kembali nanti malam..”jelas jesica


“Kenapa dia tidak membangunkan ku mom?..lalu jam berapa dia pergi?”raut wajah Michelle benar-benar menunjukkan rasa kekhawatiran mendengar penjelasan dari sang ibu.


“Dia bilang tidak ingin mengganggu waktu istirahat mu nak..dia berangkat pukul 11 siang”


“Aaaiisss..kenapa aku harus tidur sepulas itu..”gerutu Michelle menyalahkan dirinya sendiri


Jesica merasa kasian melihat raut wajah anak ketiga.


“Tidak perlu khawatir nak..adikmu bisa menjaga dirinya sendiri”jesica mengulurkan tangannya menyentuh bahu michelle


“Maaf mom..aku tidak bermaksud menganggap adikku lemah namun saat ini keadaannya berbeda..kemarin malam Emilia sempat bercerita jika ia merasa seperti ada yang mengikutinya..aku hanya khawatir jika orang itu adalah musuh tuan Damian..”raut wajah khawatir semakin terlihat jelas di wajah Michelle


Ting..tong..


Suara bel rumah mengejutkan keduanya.


“Mom..mungkin Itu Emilia..”Michelle bergegas menuju pintu untuk mengecek seseorang yang datang.

__ADS_1


Jesica ikut berlari dibelakang Michelle karena jujur saat ini ia ikut merasa khawatir.


Ceklek…


Michelle membuka pintu dengan wajah yang penuh harap jika seseorang yang berada di luar adalah adiknya.


“Tu-tuan..”tenggorokan Michelle benar-benar terasa kelu saat mengetahui seseorang yang berada di depan pintu.


Ia terkejut bukan karena kehadiran Damian ke rumah ini,karena sebelumnya ia sudah memberi tahu sang kakak bahwa mereka akan menginap sampai Damian dan Louis datang.Yang menjadi penyebab keterkejutannya adalah tuannya datang tanpa memberi kabar dan saat waktu yang tidak tepat.


“Ada apa?”tanya Damian yang bingun melihat ekspresi terkejut Michelle


Seseorang yang berada di belakang Damian terlihat memasang wajah dinginnya ketika melihat ekspresi sang adik.Ia sangat hafal dengan ekspresi itu,dan ia yakin pasti ada sesuatu yang tengah terjadi.


“Nak..siapa yang datang?”tanya jesica yang baru saja tiba.


“Damian..kau sudah pulang nak”jesica menyambut hangat kedatangan calon menantunya.


Seketika Damian merasa canggung dan bingung harus memanggil sang calon mertua dengan sebutan apa.


“I-iya bu..aku sudah pulang”jawabnya dengan sedikit gugup.


“Michelle kenapa berdiri disana nak..biarkan Damian dan juga kakakmu masuk..”ujar jesica membuyarkan lamunan Michelle


Damian melangkahkan kaki masuk kedalam rumah sembari mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia rindukan selama 2 hari.


Jesica menuntu sang calon menantu untuk duduk di sofa karena setelah itu ia akan menjelaskan bahwa emilia tengah keluar.


“Apa yang terjadi?”tanya Louis ketika berpapasan dengan sang adik.


Michelle semakin menundukkan kepalanya karena saat ini ia yakin kakaknya tengah menatapnya tajam.


“Itu..nona..nona pergi ke rumah Emily seorang diri”jawab Michelle yang sudah harap-harap cemas.


Seketika tubuh Damian membeku dengan langkah yang sudah terhenti mendengar jawaban dari Michelle.


Louis ingin mengucapkan sesuatu namun tiba-tiba gerakan bibirnya terhenti.


“Katakan sekali lagi..”ujar Damian yang terdengar dingin


“Maafkan saya tuan…”Michelle masih menundukkan kepalanya,rasa takut dalam dirinya benar-benar membuat kakinya gemetar


“Dimana Michael?”tatapan teduh Damian seketika berubah menjadi tatapan dingin yang siap membunuh.

__ADS_1


“Dia sedang beristirahat didalam nak..ibu akan membangunkannya”ujar jesica yang sedikit khawatir melihat perubahan ekspresi Damian.


Ia segera bergegas menuju kamar Michael untuk membangunkannya.


Tidak berselang lama,Michael telah datang dengan langkah yang terburu-buru.Awalnya ia menggeliat malas,namun ketika ibunya penyebutan nama Damian,Michael langsung bergegas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


“Selamat sore tuan”sapanya dengan wajah baru bangun


“Dimana Emilia?”tanya Damian dengan wajah yang sudah merah padam menahan emosi.


Michael nampak mengedarkan pemandangannya mencari sosok yang tengah dicari oleh tuannya.


“Michael..aku tanya sekali lagi..DIMANA EMILIA?”Suara teriakan Damian terdengar menggelegar.


“Maafkan keteledoran saya tuan..”michael menundukkan kepalanya saat menyadari Emilia tidak ada dirumah.


Ddrrrttt…


Tiba-tiba ponsel Damian bergetar,ia segera merogoh benda kotak itu dari dalam sakunya.


Ketika layar ponsel itu menyala,mata Damian melotot tajam karena yang masuk ke ponselnya merupakan notif dari kalung yang ia berikan kepada Emilia.


“Sial..“Damian mengumpat kesal karena saat ini wanitanya tengah dalam situasi bahaya.


Ia mencoba menghubungi Emilia via telepun namun sepertinya ponsel Emilia mati.


“Louis cepat..”Damian bergegas tanpa berpamitan terlebih dahulu karena sungguh ia sangat khawatir.


“Kak..aku ikut”Michael bergegas mengejar Damian dan juga Louis.


Michelle hanya bisa menangis saat ini karena ia merasa bersalah.ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu dengan sang adik.


“Ada apa nak?”tanya jesica yang sedikit bingung.


“Tidak apa mom..doakan saja agar Emilia baik-baik saja”Michelle menggenggam tangan sang ibu yang terlihat khawatir.


“Apa maksudnya nak..apa terjadi sesuatu dengan Emilia,.”


“Aku belum tahu pasti mom..kita doakan saja tidak terjadi sesuatu yang buruk”


Sedangkan mobil Damian telah melaju dengan kencang mengikuti arah titik merah yang menandakan keberadaan Emilia saat ini.


Perasaannya benar-benar campur aduk menjadi satu,sesuatu yang ia takutnya benar-benar terjadi dan semoga saja Dewi Fortuna selalu berada di sisi sang kekasih.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2