HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 103


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Sepasang suami istri yang baru saja sah beberapa menit yang lalu masih tenggelam dalam indahnya hasrat malam pertama.Suara-suara penuh arti masih terdengar meskipun peperangan sesungguhnya belum dimulai.


Damian dan Emilia masih dengan posisi yang sama,memberikan kenyamanan satu sama lain sebelum memulai aksi yang sesungguhnya.


Namun sebuah suara ketukan pintu berhasil mengusik kegiatan mereka.Awalnya Damian tak menggubris hal itu,tapi sang istri sepertinya begitu risih sehingga melerai pelukan mereka sejenak.


“Beib..sebaiknya kau lihat dulu..sepertinya ada sesuatu yang penting”ujar Emilia dengan posisi masih di bawah kungkungan sang suami.


“Kau tak perlu menghiraukannya baby,,”jawab Damian dengan bibir yang masih menempel ke telinganya sang istri.


Tok..tok..tok…


Suara ketukan pintu kembali terdengar,bahkan ritmenya terdengar lebih cepat.


“Ayolah..ini tak akan lama..kau temui dia dulu setelah itu kita lanjutkan..aku berjanji tak akan kemana-mana”bujuk Emilia


Damian akhirnya menghentikan aktivitasnya,ia berdecak kesal sembari memungut jasnya yang berserakan di lantai.


Ia melangkahkan kaki dengan lunglai ke arah pintu,ia bersumpah jika hal itu tidak penting,saat itu juga ia akan memecat pelayan yang berani menggangu kegiatannya.


Ceklek…


“Ada apa?”tanya Damian


“Tu-tuan..maaf jika menggangu anda..ta-tapi saya ingin menyampaikan pesan”ujar sang maid yang terbata-bata


“Katakan”


“Sa-salah satu pengawal yang ikut bersama mobil tuan Louis datang dengan tubuh penuh luka..ia bilang jika mereka diserang,bahkan para penjahat membawa serta tuan Louis,tuan Michael,nona Michelle dan juga kedua orang tua nona Emilia..”jelas sang maid dengan tangan yang bergetar.


“Jangan membuat lelucon..sekarang katakan dimana pengawal itu?”raut wajah Damian seketika berubah


“Di-dia masih dibawah dan terlihat sekarat tuan”


Tanpa banyak tanya lagi,Damian berlari kebawah untuk menginterogasi sang sang oengawal.


Sedangkan di dalam kamar,Emilia sedikit bingung karena suaminya tak kunjung datang.Ia berinisiatif mengambil baju dari dalam lemari dan memakainya.


Dibawah sana terlihat sang pengawal tengah berusaha menahan sakti disekujur tubuhnya.Semua pengawal dan maid yang berkerumun seketika memberi hormat kala Damian sampai ditempat itu.


“Katakan apa yang terjadi?”tanya Damian kepada pengawal yang sedang sekarat.


“D-dia bilang,tu-tuan ha-rus da-tang ke-markasnya da-dalam wak-tu 30 meni-t,Ja-ngan mem-bawa siapapun j-jika ingin me-reka selamat..”jawab sang pengawal dengan bersusah payah.


“Dimana markas mereka berada?”


“D-dia,memberikan Sa-ya ini tuan”sang pengawal menyerahkan sepucuk kertas yang berisikan alamat markas mereka.


Damian mengambil kertas itu lalu membacanya dengan teliti,hingga ia terkejut karena di akhir kalimat tertera jika ketika ia selesai membaca surat tersebut,tubuh pengawal itu akan meledak.


Seketika Damian bangkit dan berteriak kepada semua orang.


“Menjauhlah..mereka menaruh bom ditubuhnya”teriak Damian


Sontak semua orang menjauh dan lama setelah itu..


DDOOORRRR!!!!!!


Tubuh pengawal itu hancur berkeping-keping,darah segar bercampur bau amis memenuhi ruangan itu.


“Sial..”

__ADS_1


Damian berlari ke atas untuk mengambil senjata yang akan ia gunakan nanti.


“Beib..apa yang terjadi?”tanya Emilia kala melihat begitu banyak bercak darah di kemeja sang suami.


“Aku tak bisa menjelaskan sekarang,aku harus pergi karena jika tidak nyawa semua orang dalam bahaya”jawab Damian dengan tangan yang sibuk mengambil senjata.


“Oh My god..apakah sesuatu yang buruk tengah terjadi?”emilia ikut merasa khawatir karena melihat ekspresi sang suami.


Ting….


Ponsel Damian berbunyi,ia segera merogoh benda kotak itu yang berada di atas meja.


Satu pesan masuk,ia membuka pesan itu dan lagi-lagi ia dibuat tercengang karena seseorang mengirim foto Louis yang sudah babak belur dan penuh luka.


“Bajingan..”umpat Damian


Emilia memilih diam,ia tak ingin mengganggu sang suami yang masih terlihat sibuk.Meskipun ia bingung tapi ia tahu keadaan sedang tidak baik-baik saja.


Setelah siap,Damian menghampiri sang istri sebelum ia pergi.


“Baby..maaf jika kita belum bisa menikmati malam pertama kita..ada sesuatu hal penting yang harus aku urus dan ini menyangkut keselamatan banyak orang..”Damian menangkup kedua pipi Emilia


“Apakah kau akan pergi sendiri?”tanya Emilia dengan raut wajah khawatir.


“Ya aku akan pergi sendiri..karena syarat darinya..dan kau tak perlu khawatir,aku pasti pulang dan berkumpul bersamamu lagi”ujar Damian


Emilia tak bertanya lagi,air matanya sudah mengalir deras membayangkan sesuatu buruk yang akan terjadi nanti.


Cup..


Kecupan singkat mendarat di bibir Emilia,Damian kini sudah melangkahkan kaki pergi dari kamar itu.


#FLASHBACK ON


Awalnya semua terasa aman dan tidak ada yang mengganjal hingga disebuah jalanan sepi,beberapa mobil datang dan menghadang mobil mereka.


Seketika Louis dan Michael bersiaga,mereka mengambil senjata yang diselip kan di saku jasnya.


“Kak..siapa mereka?”tanya Michael


“Aku tidak tahu..tapi yang jelas,mereka adalah musuh”jawab Louis dengan mata yang sudah menyorot kearah depan.


“Kau lindungi mobil daddy dan mommy..aku akan menghadapi mereka”perintahnya


Michael menganggukkan kepala mengerti,orang-orang berpakaian serba hitam mulai turun dari mobil dan berjalan ke arah mereka.


Di mobil satunya,Wijaya,jesica dan Michelle tampak terkejut karena tiba-tiba begitu banyak mobil datang dan menghadang mereka.


“Siapa mereka?”tanya Wijaya kepada sang supir


“Sepertinya mereka musuh tuan”jawab sang sopir yang juga sudah bersiap dengan senjata yang ia bawa.


“Apa yang terjadi?”tanya jesica khawatir


“Tenanglah mom..kak Louis pasti bisa menghadapi mereka”ujar Michelle menenangkan sang ibu.


Kini posisi Louis dan musuh tengah berhadap-hadapan,tatapan tajam ia sorotkan kepada pria-pria berbaju hitam didepannya.


“Apa yang kalian inginkan?”tanya Louis


“Bos meminta kami untuk membawa kalian hidup-hidup..karena itu menyerah lah”jawab salah satu pria berbaju hitam.


“Kau terlalu bermimpi”ujar Louis sembari menembakkan satu peluru ke arah mereka.

__ADS_1


Peluru itu tidak meleset sedikitpun,pria itu tumbang dan setelah itu terjadi perang peluru di antara mereka.


Para pengawal yang berada di belakang ikut menyerang,namun setiap detik jumlah musuh semakin bertambah.


Michael yang ditugaskan menjaga mobil ayahnya mulai bergerak kebelakang,namun tiba-tiba dari arah samping,sebuah pistol menempel di bagian kepalanya.


“Jatuhkan senjatamu atau kU lubangi kepalamu”ancam musuh


Michael mengikuti perkataan musuh,ia menjatuhkan pistolnya.


“Sekarang ikut aku”perintah sang pria


“Suruh mereka keluar”perintah sang pria ketika mereka sampai di mobil Wijaya


Tentu saja Wijaya dan jesica terkejut karena putranya tengah ditodong senjata.


Dug..dug..dug..


“Keluar atau ku lubangi kepala laki-laki ini”teriak sang pria dari luar.


Michael menggelengkan kepala sebagai isyarat jangan,namun pria itu langsung menghadiahkan pukulan dengan senjata yang ia bawa.


Dengan terpaksa ketiganya keluar mengikuti perintah musuh,mereka khawatir jika ancaman musuh bukan hanya sekedar ancaman.


Didepan sana,Louis masih berusaha melumpuhkan musuh hingga sebuah teriakan menghentikan aksinya.


“Louis..berhenti atau akan kU bunuh mereka didepan matamu”teriak salah satu pria.


Louis menghentikan aksinya lalu menoleh ke arah belakang.


“Sial..”umpat Louis kala melihat siapa yang menjadi sandera.


“Jatuhkan senjatamu atau mereka akan aku tembak”perintah sang pria


Louis masih diam tak mengikuti perintah sang pria.


Buugghhh…


Sebuah pukulan mendarat di pipi Wijaya dan hal itu sontak membuat Louis marah


“Dad..”pekiknya


“Jangan sentuh mereka..kau berurusan dengan kU jadi lepaskan mereka”teriak Louis marah


“Wah..wah..apa aku tidak salah dengar..kau memanggilnya dad..apa dia ayahmu?”Tanya seseorang yang baru saja tiba.


“Tuan Brave..”ujar Louis


“Wah ternyata kau mengenalku Louis”jawab Brave dengan senyum


“Lepaskan mereka..atau kau akan berurusan denganku”ancam Louis


“Jika kau tak menjatuhkan senjatamu..maka salah satu dari orang ini akan aku tembak”ancam Brave


Belum sempat menjawab,sebuah tendangan melayang ke arah wajah Louis karena pria itu sedang tidak konsentrasi


“Louis”teriak jesica


Tendangan itu berhasil membuat Louis jatuh dan tak sadarkan diri.


“Bawa mereka ke markas..jangan lupa kirimkan surat untuk monster itu”perintah Brave kepada anak buahnya.


#FLASBACK OFF#

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2