
*Gak jadi end**đ*
â¨Happy Readingâ¨
Di dalam sebuah ruangan,seorang gadis tengah berbaring setelah tidak sadarkan diri karena tidak bisa menahan kesedihannya.Disinilah Emilia saat ini,kamar inap yang berada di rumah sakit Dion dengan jarum infus menancap di lengan kirinya.
Jesica masih setia menemani putrinya yang sampai saat ini enggan membuka matanya.Beberapa kali ia harus keluar masuk karena pikirannya terbagi empat.Ia harus bergantian dengan sang suami untuk menjaga keempat anaknya dan terkadang ia memejamkan mata sejenak karena rasa kantuk menghampiri.
âEenngghh,,,âsuara lenguhan kecil terdengar dari arah ranjang.
Emilia mulai mengerjapkan matanya menyeimbangi cahaya lampu yang terang,ditambah matanya terasa berat karena bengkak setelah menangis tadi.
Ia mengedarkan pandangannya ke hampir seluruh ruangan,emilia kembali menutup matanya kala menyadari jika dirinya berada di kamar rumah sakit.
Beberapa detik kemudian ia membuka matanya lagi dan melakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya.
âHiks..hiksâŚâair matanya kembali mengalir kala ia menyadari jika semua ini tidaklah mimpi.
Jesica yang mendengar suara tangisan seketika terbangun dan menghampiri putriny.
âSayang..kau sudah bangun nak..âtanya jesica lembut
tangannya terulur untuk mengambil air putih di atas meja.
âHey kenapa kau menangis?âtangannya menyeka air mata emilia yang masih mengalir deras
âIbu..katakan padaku jika ini mimpi bu..tolong katakan jika ini mimpi?âpintanya sembari menegang erat tangan jesica
Jesica tak mampu berkata-kata,ia meletakkan kembali air putih yang sudah ia pegang ke atas meja.Lalu ia memeluk tubuh Emilia yang bergetar dan menangis.
âKau harus iklas sayang..ini takdir dan kau tidak bisa mengubahnyaâujar jesica dengan air mata yang ikut mengalir.
âKenapa harus aku bu..kenapa harus yang mengalaminya..aku kira setelah ini aku akan bahagia setelah apa yang aku rasakan dulu bu..apakah aku tidak berhak bahagia?..apakah selamanya aku akan merasakan sakit dan kehilangan?..hiks..hiks..âsuaranya terdengar berat dan serak
Jesica menggeleng kuat,ia tidak bisa melihat putrinya rapuh seperti ini.
âTenanglah sayang..mungkin saat ini kau belum ditakdirkan untuk bahagia..tapi Tuhan tidak pernah menguji hambanya lebih dari kemampuan yang kita punya..âujar jesica sembari mengelus lembut rambut putrinya.
__ADS_1
Jesica meraih wajah putrinya,menatap wajah Emilia dengan seksama lalu mendaratkan ciuman lembut di keningnya.
âDengar..kau sedang diuji saat ini..ibu tahu kau sangat bersedih karena kehilangan suami tercinta mu..tapi ibu harus mengatakan ini..mertua mu sedang dirawat di rumah sakit ini karena mengalami serangan jantung setelah mendengar kabar tentang suamimu..Michelle juga sedang di rawat dan sampai saat ini belum sadar..Michael berada di tuang oprasi karena mengalami cedera pada bagian tulang rusuknya dan kakak mu Louis sedang menunggu keajaiban untuk mendapatkan donor ginjal karena luka tusukannya tepat mengenai ginjalnya..maaf jika ibu harus memberitahu mu disaat yang tidak tepat seperti sekarang ini tapi kau harus tahu dan tetap kuat untuk mereka sama seperti yang ayah mu lakukan..kakinya terluka dan hatinya pun terluka namun ia tetap kuat demi ketiga kakakmuâjesica terus menyeka air mata Emilia yang masih keluar dengan derasnya.
âApa kau bisa melakukan itu sayang?..jika kau ingin menangis..kau bisa menangis sepuas mu tapi kau harus tetap kuat kedepannya karena harimu tidak akan berhenti tapi seterusnya akan berjalan dan akan ada hari-hari selanjutnya..âimbuh jesica.
Emilia kembali menangis dan masuk kepelukan ibunya.Lelucon macam apa yang sedang ia alami saat ini,ia begitu rapuh karena kehilangan seseorang yang begitu ia cintai tapi seakan belum puas,Tuhan kembali mengujinya dengan keadaan ketiga saudaranya dan mertuanya.
Setelah puas menangis,Emilia membersihkan dirinya dan mengganti bajunya dengan baju yang dibawakan khusus oleh ibunya.
Kondisi tubuhnya juga sudah lebih baik setelah memakan sarapannya.Kini ia keluar untuk menemui mertua dan juga ketiga saudaranya.
âAyah..âpanggilnya kepada sosok laki-laki yang tengah duduk di kursi tunggu ruang oprasi
âEmilia..âWijaya berdiri untuk menghampiri putrinya
âKau sudah merasa lebih baik?âtanyanya sembari memeluk Emilia
âSudah ayah..aku sudah lebih baikâEmilia membalas pelukan sang ayah
âIbu pergi ke ruangan Michelleâjawabnya
âBagaimana dengan oprasi kak Michael?âmata melirik ke arah pintu yang bertuliskan ruang oprasi
âSudah lewat 2 jam namun dokter belum juga keluar memberi kabar..kita doakan saja agar operasinya lancarâjawab Wijaya
âAyah sudah sarapan?â
âSudah nak..tadi ibumu membawakan sarapan untuk ayahâ
Emilia mengangguk lalu matanya beralir melihat perban yang melilit kaki ayahnya.
âApakah kaki ayah tidak sakit?â
âSudah tidak karena ayah sudah mendapat penanganan dan meminum obatâjawab Wijaya berbohong,sejujurnya kakinya mulai berdenyut sejak tadi karena ia paksakan untuk berjalan.Namun raut wajah khawatir dari putrinya membuatnya terpaksa berbohong.
âBaiklah ayah..sebaiknya ayah istirahat sejenak..aku akan pergi untuk menemui ayah mertua dan juga melihat keadaan kak Louis dan juga Michelleâujar Emilia
__ADS_1
Wijaya mengangguk dan setelah itu Emilia pergi dari tempat itu menuju ruangan tempat ayah mertuanya di rawat.
Di depan ruangan,terlihat Gery sedang duduk dan menikmati segelas kopi.Emilia melangkah maju untuk menghampirinya.
âSelamat pagi uncle Gery..âsapa Emilia
âNona Emilia..kau sudah sadar?..bagaimana keadaanmu?âcerca Gery yang langsung berdiri
âAku baik uncle..bagaimana keadaan daddy?â
âTuan masih dalam masa kritis dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda beliau sadarâjawab Gery menundukkan kepalanya.
âBagaimana bisa daddy tahu semua ini?âemilia memilih duduk sejenak
âMaafkan saya nona..sayalah yang bersalah disini..saya kurang waspada ketika menerima telepon dari anak buah saya yang melaporkan tentang kejadian itu,tuan mendengar potongan kalimat yang saya ucapkan tentang berita kematian tuan muda..âGery tak sanggup melanjutkan kalimatnya karena jujur ia ikut syok mendengar kabar tentang kekalahan tuan mudanya.
âSudahlah uncle..kau tidak perlu menyalahkan dirimu..ini memang sudah takdirâjawab Emilia dengan wajah datar namun hatinya kembali merasa sakit mendengar nama sang suami.
âAku akan pergi sebentar uncle untuk melihat keadaan Kaka Louis..kabari aku jika daddy sudah sadar..âEmilia berdiri dan ingin melangkah namun Gery menghentikannya.
âNona tunggu..â
âAda apa uncle?âEmilia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Gery
âMaaf jika waktunya tidak tepat..tapi saya harus mengatakan ini kepada anda..cepat atau lambat berita tentang meninggalnya tuan muda akan tersebar ke umum..dan berita itu pasti mempengaruhi perusahaan..mulai besok anda harus menyiapkan diri untuk menggantikan posisi tuan muda karena dari data yang saya lihat..pemilik saham terbesar atas nama anda sendiri..âjelas Gery
âHah..baiklah uncle..âEmilia menghela nafasnya panjang,keadaan benar-benar tidak berpihak padanya.
Dirinya benar-benar rapuh saat ini tapi keadaan memaksanya untuk tetap berdiri tegak padahal kakinya terasa lemas.
BersambungâŚ.
Kira-kira kalau kalian jadi Emilia..sanggup gakđ˘
Maaf ya guys udah bikin kalian sedih kemarin..ceritanya belum end kok..ceritanya bakal lanjut kok tenang ajađ
Cuma untuk ending ngikutin suasana hati yaâď¸
__ADS_1