HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 112


__ADS_3

*Gak jadi end**😁*


✨Happy Reading✨


Di dalam sebuah ruangan,seorang gadis tengah berbaring setelah tidak sadarkan diri karena tidak bisa menahan kesedihannya.Disinilah Emilia saat ini,kamar inap yang berada di rumah sakit Dion dengan jarum infus menancap di lengan kirinya.


Jesica masih setia menemani putrinya yang sampai saat ini enggan membuka matanya.Beberapa kali ia harus keluar masuk karena pikirannya terbagi empat.Ia harus bergantian dengan sang suami untuk menjaga keempat anaknya dan terkadang ia memejamkan mata sejenak karena rasa kantuk menghampiri.


“Eenngghh,,,”suara lenguhan kecil terdengar dari arah ranjang.


Emilia mulai mengerjapkan matanya menyeimbangi cahaya lampu yang terang,ditambah matanya terasa berat karena bengkak setelah menangis tadi.


Ia mengedarkan pandangannya ke hampir seluruh ruangan,emilia kembali menutup matanya kala menyadari jika dirinya berada di kamar rumah sakit.


Beberapa detik kemudian ia membuka matanya lagi dan melakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya.


“Hiks..hiks…”air matanya kembali mengalir kala ia menyadari jika semua ini tidaklah mimpi.


Jesica yang mendengar suara tangisan seketika terbangun dan menghampiri putriny.


“Sayang..kau sudah bangun nak..”tanya jesica lembut


tangannya terulur untuk mengambil air putih di atas meja.


“Hey kenapa kau menangis?”tangannya menyeka air mata emilia yang masih mengalir deras


“Ibu..katakan padaku jika ini mimpi bu..tolong katakan jika ini mimpi?”pintanya sembari menegang erat tangan jesica


Jesica tak mampu berkata-kata,ia meletakkan kembali air putih yang sudah ia pegang ke atas meja.Lalu ia memeluk tubuh Emilia yang bergetar dan menangis.


“Kau harus iklas sayang..ini takdir dan kau tidak bisa mengubahnya”ujar jesica dengan air mata yang ikut mengalir.


“Kenapa harus aku bu..kenapa harus yang mengalaminya..aku kira setelah ini aku akan bahagia setelah apa yang aku rasakan dulu bu..apakah aku tidak berhak bahagia?..apakah selamanya aku akan merasakan sakit dan kehilangan?..hiks..hiks..”suaranya terdengar berat dan serak


Jesica menggeleng kuat,ia tidak bisa melihat putrinya rapuh seperti ini.


”Tenanglah sayang..mungkin saat ini kau belum ditakdirkan untuk bahagia..tapi Tuhan tidak pernah menguji hambanya lebih dari kemampuan yang kita punya..”ujar jesica sembari mengelus lembut rambut putrinya.

__ADS_1


Jesica meraih wajah putrinya,menatap wajah Emilia dengan seksama lalu mendaratkan ciuman lembut di keningnya.


“Dengar..kau sedang diuji saat ini..ibu tahu kau sangat bersedih karena kehilangan suami tercinta mu..tapi ibu harus mengatakan ini..mertua mu sedang dirawat di rumah sakit ini karena mengalami serangan jantung setelah mendengar kabar tentang suamimu..Michelle juga sedang di rawat dan sampai saat ini belum sadar..Michael berada di tuang oprasi karena mengalami cedera pada bagian tulang rusuknya dan kakak mu Louis sedang menunggu keajaiban untuk mendapatkan donor ginjal karena luka tusukannya tepat mengenai ginjalnya..maaf jika ibu harus memberitahu mu disaat yang tidak tepat seperti sekarang ini tapi kau harus tahu dan tetap kuat untuk mereka sama seperti yang ayah mu lakukan..kakinya terluka dan hatinya pun terluka namun ia tetap kuat demi ketiga kakakmu”jesica terus menyeka air mata Emilia yang masih keluar dengan derasnya.


“Apa kau bisa melakukan itu sayang?..jika kau ingin menangis..kau bisa menangis sepuas mu tapi kau harus tetap kuat kedepannya karena harimu tidak akan berhenti tapi seterusnya akan berjalan dan akan ada hari-hari selanjutnya..”imbuh jesica.


Emilia kembali menangis dan masuk kepelukan ibunya.Lelucon macam apa yang sedang ia alami saat ini,ia begitu rapuh karena kehilangan seseorang yang begitu ia cintai tapi seakan belum puas,Tuhan kembali mengujinya dengan keadaan ketiga saudaranya dan mertuanya.


Setelah puas menangis,Emilia membersihkan dirinya dan mengganti bajunya dengan baju yang dibawakan khusus oleh ibunya.


Kondisi tubuhnya juga sudah lebih baik setelah memakan sarapannya.Kini ia keluar untuk menemui mertua dan juga ketiga saudaranya.


“Ayah..”panggilnya kepada sosok laki-laki yang tengah duduk di kursi tunggu ruang oprasi


“Emilia..”Wijaya berdiri untuk menghampiri putrinya


“Kau sudah merasa lebih baik?”tanyanya sembari memeluk Emilia


“Sudah ayah..aku sudah lebih baik”Emilia membalas pelukan sang ayah


“Ibu pergi ke ruangan Michelle”jawabnya


“Bagaimana dengan oprasi kak Michael?”mata melirik ke arah pintu yang bertuliskan ruang oprasi


“Sudah lewat 2 jam namun dokter belum juga keluar memberi kabar..kita doakan saja agar operasinya lancar”jawab Wijaya


“Ayah sudah sarapan?”


“Sudah nak..tadi ibumu membawakan sarapan untuk ayah”


Emilia mengangguk lalu matanya beralir melihat perban yang melilit kaki ayahnya.


“Apakah kaki ayah tidak sakit?”


“Sudah tidak karena ayah sudah mendapat penanganan dan meminum obat”jawab Wijaya berbohong,sejujurnya kakinya mulai berdenyut sejak tadi karena ia paksakan untuk berjalan.Namun raut wajah khawatir dari putrinya membuatnya terpaksa berbohong.


“Baiklah ayah..sebaiknya ayah istirahat sejenak..aku akan pergi untuk menemui ayah mertua dan juga melihat keadaan kak Louis dan juga Michelle”ujar Emilia

__ADS_1


Wijaya mengangguk dan setelah itu Emilia pergi dari tempat itu menuju ruangan tempat ayah mertuanya di rawat.


Di depan ruangan,terlihat Gery sedang duduk dan menikmati segelas kopi.Emilia melangkah maju untuk menghampirinya.


“Selamat pagi uncle Gery..”sapa Emilia


“Nona Emilia..kau sudah sadar?..bagaimana keadaanmu?”cerca Gery yang langsung berdiri


“Aku baik uncle..bagaimana keadaan daddy?”


“Tuan masih dalam masa kritis dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda beliau sadar”jawab Gery menundukkan kepalanya.


“Bagaimana bisa daddy tahu semua ini?”emilia memilih duduk sejenak


“Maafkan saya nona..sayalah yang bersalah disini..saya kurang waspada ketika menerima telepon dari anak buah saya yang melaporkan tentang kejadian itu,tuan mendengar potongan kalimat yang saya ucapkan tentang berita kematian tuan muda..”Gery tak sanggup melanjutkan kalimatnya karena jujur ia ikut syok mendengar kabar tentang kekalahan tuan mudanya.


“Sudahlah uncle..kau tidak perlu menyalahkan dirimu..ini memang sudah takdir”jawab Emilia dengan wajah datar namun hatinya kembali merasa sakit mendengar nama sang suami.


“Aku akan pergi sebentar uncle untuk melihat keadaan Kaka Louis..kabari aku jika daddy sudah sadar..”Emilia berdiri dan ingin melangkah namun Gery menghentikannya.


“Nona tunggu..”


“Ada apa uncle?”Emilia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Gery


“Maaf jika waktunya tidak tepat..tapi saya harus mengatakan ini kepada anda..cepat atau lambat berita tentang meninggalnya tuan muda akan tersebar ke umum..dan berita itu pasti mempengaruhi perusahaan..mulai besok anda harus menyiapkan diri untuk menggantikan posisi tuan muda karena dari data yang saya lihat..pemilik saham terbesar atas nama anda sendiri..”jelas Gery


“Hah..baiklah uncle..”Emilia menghela nafasnya panjang,keadaan benar-benar tidak berpihak padanya.


Dirinya benar-benar rapuh saat ini tapi keadaan memaksanya untuk tetap berdiri tegak padahal kakinya terasa lemas.


Bersambung….


Kira-kira kalau kalian jadi Emilia..sanggup gak😢


Maaf ya guys udah bikin kalian sedih kemarin..ceritanya belum end kok..ceritanya bakal lanjut kok tenang aja😉


Cuma untuk ending ngikutin suasana hati ya✌️

__ADS_1


__ADS_2