
✨Happy Reading✨
#FLASHBACK ON
Mobil yang dibawa Emilia melaju dengan kecepatan sedang dengan tujuan selanjutnya sebuah pusat perbelanjaan yang tak jauh dari mansion Albert.
Awalnya ia merasa baik-baik saja dan tidak ada sesuatu yang mengganjal,hingga tak sengaja matanya melirik ke arah spion dan mendapati sebuah mobil yang dalam 2 hari selalu muncul di sekitarnya.
Ia tidak mungkin salah dalam mengenali karena plat mobil itu sudah terekam sempurna di dalam ingatannya.Namun ia tetap berusaha tenang dan segera menuju tempat yang ingin ia tuju.
Sesampainya di pusat perbelanjaan,ia masuk ke dalam basement untuk memarkirkan mobil.Matanya masih tetap waspada mencari seseorang yang berada dalam mobil tadi.
Setelah merasa aman,ia segera keluar dengan langkah yang terburu-buru.
“Emilia..”sapa seseorang dari belakang.
Karena kondisi yang waspada,Emilia sedikit tersentak sebelum akhirnya menoleh ke arah belakang.
“Brain…astaga kau membuatku terkejut”ujarnya
“Maafkan aku.,aku terlalu senang saat melihatmu dari kejauhan sehingga aku berlari untuk mengejarmu,,”
Emilia hanya tersenyum menanggapi penjelasan Brain,entah mengapa saat ini ia masih merasa ada yang tidak beres.
“Kebetulan kita bertemu disini..bagaimana jika kita makan malam bersama?”tanya Brain antusias
“Maaf Brain..bukan maksudku menolak ajakannya..tapi aku tak ingin kejadian waktu ini terulang lagi”
__ADS_1
“Kau takut dengan laki-laku itu?”
“Tidak..aku tidak takut..hanya saja aku ingin menjaga perasaannya karena dia adalah kekasihku”Emilia mencoba menekankan setiap kata-katanya.
“Kekasih?..sejak kapan?”tanya Brain yang sedikit terkejut
“Sejak pertama aku bertemu dengannya..”
“Hey..katakan padaku..apa dia memaksamu?”
“Tidak..dia tidak memaksaku..aku dan dia saling mencintai”jawab Emilia dengan menampilkan senyuman tulus
“Tidak bisa Emilia..kau tidak bisa mencintainya,,”
“Kenapa?”emilia mengernyitkan dahinya
“Karena aku mencintaimu..aku selalu ada untukmu..aku yang selalu setia berada disisimu saat kau dalam masalah..harusnya kau tahu itu..”raut wajah penuh kekecewaan terukir jelas di wajah Brain
“TIDAK BISA..KAU HARUS MENCINTAIKU SEORANG”bentak Brain
Emilia terlonjak karena suara Brain yang menggelegar.
“Ma-maaf Brain..aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu..tapi aku memang mencintai Damian bahkan jauh sebelum dirimu datang..sebelum kita memutuskan dekat sebagai seorang sahabat,aku sudah mengingatkanmu berkali-kali,jangan sampai kau menaruh perasaan kepadaku..dan harusnya kau ingat itu”Emilia mencoba tetap tenang walaupun ia tahu situasi sedang tidak aman.
“Hahaha..kau tahu..saat ini aku merasa seperti seorang yang bodoh..bahkan lebih menyedihkan lagi,aku seorang anak wali kota tengah mengemis kepada seorang wanita,,”tawa Brain terdengar sangat menyedihkan.
“Maaf Brain,,”Emilia menundukkan kepala merasa bersalah dengan apa yang terjadi saat ini.
__ADS_1
“Tidak Emilia..aku tidak bisa melepaskan mu begitu saja..”kini Brain menatap tajam ke arah Emilia
“Jika aku tidak bisa memiliki mu dengan cara seperti ini..maka aku akan melakukan apapun agar aku bisa memiliki mu meskipun nantinya kau akan membenciku..”tangan Brain kini menarik tangan Emilia dengan begitu cepat.
Emilia sedikit tersentak karena Brain terlihat serius dengan ucapannya.Ia berusaha memundurkan badannya agar menjauh dari Brain,namun semua itu sia-sia karena pergerakan tangan Brain lebih cepat dari yang ia duga.
“Brain..lepaskan tanganku..sakit..”pintanya
“Tidak kau harus ikut bersamaku..”Brain kini menarik Emilia menuju mobil yang terletak tak jauh dari mobilnya.
“Brain lepaskan..tolong..”teriak Emilia mencoba mencari pertolongan
Beberapa detik kemudian Emilia mengingat sesuatu.
“Liontin..ya aku mempunyai liontin,,”Emilia meraih liontin yang menggelantung di lehernya.
Ia menekan tombol kecil yang berada di liontin itu seperti yang dikatakan oleh Damian.
“Brain lepaskan..kau tahu..ia tak akan melepaskan mu jika seperti ini,,”teriak Emilia
Namun Brain tak mendengar satu patah kata pun,ia tetap menarik tangan Emilia dengan kasar menuju mobilnya.
Emilia terus berteriak namun tak ada satupun orang yang mau menolongnya.Tentu saja Brain dibuat kesal dengan suara teriakan Emilia,ia mengambil sesuatu di saku jaket dan menempelkannya ke hidung Emilia.
Tidak butuh waktu lama,Emilia terkulai lemas karena pengaruh obat bius.Brain menggendong Emilia dan meletakkannya di kursi belakang.
Kini mobilnya melaju meninggalkan pusat perbelanjaan dan menuju suatu tempat yang sudah rekannya sediakan.
__ADS_1
#FLASBACK OFF
BERSAMBUNG …