HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 60


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Mobil yang membawa dua wanita cantik sudah terparkir di depan mansion.Entah mengapa setelah melihat foto yang ditunjukkan Michelle,Mood Emilia menjadi sedikit buruk.


Pasalnya rasa penasaran yang ia miliki tak kalah besar dari rasa penasaran Michelle.Namun ia tetap berusaha tersenyum karena tak ingin membuat Michelle merasa bersalah.


“Nona sudah sampai”ujar Michelle


“Ah iya”


Mereka berdua turun secara bersamaan,namun pergi ke ruangan yang berbeda.


Dengan langkah yang berat Emilia akhirnya sampai di sebuah kamar.Rasa lelah setelah bermain mulai menghampirinya.


“Apakah kegiatanmu menyenangkan hari ini?”suara bariton yang sangat tidak asing terdengar dari arah sofa.


“Kau sudah pulang?”Emilia berbalik bertanya untuk menyembunyikan rasa terkejutnya.


“Tentu.,aku ingin menyambutmu hari ini”jawab Damian


“Kemarilah”Damian menepuk pelan sisi sofa yang kosong memberi isyarat kepada Emilia agar duduk Disampingnya.


Sebuah anggukan kecil menjawab perintah Damian,wanita itu melangkah menuju tempat duduk.


“Kau senang hari ini?”pertanyaan itu kembali dilontarkan Damian.


“Senang..aku senang sekali”jawab Emilia bersemangat.


“Benarkah?..apakah kau sudah menghabiskan isi kartu itu?”ledek Damian


“Entah..dia tidak berguna saat aku ingin bersenang-senang”


“Tidak berguna?..bagaimana bisa?”damian mengernyitkan dahinya.


“Aku pergi ke taman hiburan..dan setiap aku ingin memakainya,pedagang disana menolak”jawab Emilia manja.


Posisi mereka saat ini sedang dalam mode ternyaman,karena Damian tengah membawa wanitanya kedalam pelukannya.Sedangkan Emilia dengan senang hati masuk kedalam sana sembari mengeratkan kedua tangannya ke pinggang Damian.


“Hah pantas saja tidak berguna..lalu bagaimana caranya kau masuk jika tidak mempunyai uang?”

__ADS_1


“Michelle meminjamkannya untukku tadi”


“Baiklah aku akan menggantinya”


Emilia mendongakkan kepala agar bisa menatap wajah laki-laki yang benar-benar berubah 180 derajat ketika bersamanya saat ini.


Sifat lembut yang di tunjukkan Damian berhasil membuatnya tak ingin lepas dari laki-laki psikopat itu.


“Terima kasih”tak lupa ia menampilkan senyum manis ke arah Damian.


“Terima kasih?…terima kasih untuk apa?”


“Terima kasih karena kau sudah mencintaiku”pipi Emilia merona merah setelah mengatakan kalimat itu,ia kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Damian.


Damian tersenyum melihat tingkah manja dan malu-malu wanitanya.Ia semakin merasa gemas setiap kali wanitanya merona seperti itu.


“Aku tidak mengungkapkan apapun”goda Damian


“Aku tidak butuh ungkapan,aku sudah melihatnya sendiri”gumam Emilia tertahan.


Kini giliran Damian yang tersipu malu mendengar jawaban wanitanya.


“Ah iya..aku ingin menanyakan sesuatu”seru Emilia


“Kenapa kau mengijinkan ku keluar tanpa ditemani olehmu?”kini tatapannya menjadi sedikit penasaran.


Damian sedikit bingung mendengar pertanyaan dari Emilia,memangnya salah jika ia mengijinkan wanitanya bersenang-senang.


“Memangnya kenapa?”


“Tidak..aku hanya merasa aneh..kau bilang aku tidak boleh ikut ke kantor karena takut dilihat laki-laki lain,tapi kau mengijinkanku pergi bersenang-senang padahal diluar sana lebih banyak orang yang akan melihatku”celoteh Emilia panjang lebar.


“Aku hanya ingin kau merasa nyaman selama berada di sisiku”


“Merasa nyaman?…aku tidak mengerti”


Damian menghela nafasnya sejenak,sepertinya saat ini adalah waktu yang tepat ia menceritakan masa lalu yang sempat membuatnya terpuruk.


“Hah..kau ingat lukisan yang ada di ruangan pojok lorong?”

__ADS_1


Emilia menjawab dengan sebuah anggukan.


“Dia adalah seseorang yang dulu hidup berdampingan bersamaku..bahkan bisa dikatakan dia adalah belahan jiwaku..aku sangat mencintainya karena dia seperti sosok seorang ibu bagiku..karena rasa cintaku yang begitu besar,tanpa aku sadari tercipta sebuah belenggu yang membuatnya merasa bahwa aku mengurungnya di dalam sangkar…”Damian menjeda ceritanya beralih menatap wanitanya yang tengah antusias mendengar ceritanya.


“Aku tidak menyadari itu selama bertahun-tahun lamanya dan ia pun enggan mengatakannya padaku..hingga suatu hari ia memilih pergi dari kehidupanku dengan alasan mengejar mimpi dan merasa tidak nyaman berada di dekatku..awalnya aku berusaha menahannya dengan berbagai macam cara namun tetap saja semua itu tak mengubah keinginannya untuk pergi dariku”


“Lalu dia benar-benar pergi?”tanya Emilia


“Ya aku melepaskannya..aku sadar bahwa dia tak lagi menginginkanku saat itu”


“Maka dari itu..aku belajar dari pengalamanku sebelumnya..aku tak ingin kau pergi karena alasan yang sama..meskipun rasanya sangat berat memberi ijin pergi seorang diri,aku mencoba untuk menekan semua itu demi membuatmu merasa nyaman.”tutur Damian


Emilia terdiam sesaat merasa tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Damian.


“Apakah dia benar-benar Damian?..atau dia hanya hantu yang menyamar?”gumam Emilia dalam hati.


“Bisa kau cubit pipiku?”seru Emilia yang masih tidak percaya bahwa Damian bisa berkata romantis.


“Cubit?”


“Iya cubit aku..”


Damian mengikuti kata-kata wanitanya,ia mencubit pipi Emilia.


“Aaw..aw..aw sakit”teriaknya


“Bukan salahku..kau yang memintanya”Damian menggidikkan bahunya


“Ternyata aku tidak bermimpi”serunya lagi


Cup..


Emilia mencium singkat pipi Damian.


“Hey kenapa kau menciumku disitu”teriak Damian tak terima


“Cium disini..”sambungnya sembari menunjuk ke arah bibir.


Cup..

__ADS_1


Emilia mengikuti ucapan Damian dengan mencium di bagian bibir laki-laki itu.


Bersambung…


__ADS_2