HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 118


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Hari minggu yang seharusnya menjadi hari libur dan bersantai setelah bekerja hampir 6 hari lamanya,tidak bisa dirasakan oleh Emilia.Rencana awal ia ingin pergi berbelanja bersama Audrey untuk mengisi hari liburnya,namun kabar dari Gery kembali membuatnya harus bekerja ekstra.


Setelah pekerjaan yang super sibuk di perusahaan,kali ini Emilia harus menyiapkan diri untuk mengurus bisnis lain suaminya yaitu perdagangan senjata.


Gery memberi kabar jika bisnis Damian tengah dalam masalah karena para anak buahnya saling berebut kekuasaan.Meskipun ia tidak terlalu mengerti,namun ia harus turun tangan untuk menyelamatkan bisnis suaminya.


“Saya yakin anda sudah mahir dalam menggunakan senjata,saya dengar anda diasuh oleh Justin sebelumnya.Dan saya rasa Justin pasti sudah mengajari anda sejak kecil.”ujar Gery dengan sebuah pistol di tangannya.


“Tapi itu sudah lama uncle,bahkan aku tidak pernah menegang benda itu selama bersama Damian.”lirih Emilia


“Anda bisa mempelajarinya mulai dari sekarang,dan tak hanya senjata,anda juga harus belajar beladiri.Karena yang sedang anda hadapi bukanlah seorang yang lemah,melainkan mereka adalah orang-orang terkuat di organisasi tuan Damian”jelas Gery


“Hah..kenapa hidupku terasa begitu berat uncle”Emilia menundukkan kepala


“Maaf nona,ini memang resiko anda jika memilih bersanding dengan tuan Damian”


Mereka memulai latihan,Senjata api,pedang,pisau belati dan masih banyak lagi.Emilia mengikutinya dengan serius dan sesekali Gery memuji kemampuannya untuk hal itu.


******


Latihan demi latihan dilewati Emilia dengan penuh perjuangan.Waktu tak membiarkannya beristirahat walaupun hanya sejenak,setelah hampir 8 jam ia bekerja di perusahaan.Ia masih harus menghabiskan sisa waktunya untuk berlatih,meskipun tubuhnya terasa begitu lelah.


Satu minggu telah berlalu,malam ini ia akan pergi ke markas Damian untuk mempertahankan bisnis Damian.Luka di beberapa bagian tubuhnya belum kering dengan sempurna.Luka-luka itu ia dapat ketika berlatih bersama Gery dan anak buah Gery lainnya.


“Apa kau sudah siap nona?”tanya Gery ketika mereka sudah berdiri tepat di depan markas Damian.


Emilia mengangguk sembari menatap fokus ke arah bangunan yang berdiri di depan matanya.


“Ingat nona,hari ini bukanlah latihan,hari ini adalah perang sesungguhnya.Jika kita tidak membunuh maka kitalah yang akan dibunuh karena yang terkuat akan menjadi pemimpin nantinya”jelas Gery sembari melirik ke arah Emilia yang masih tetap diam.


Ceklek…


Pintu terbuka,kehadiran disambut oleh segerombolan pria dengan tubuh tegap dan berseragam serba hitam.Para pria itu melihat Emilia dengan tatapan bingung.


Gery melangkah maju dan menatap satu persatu orang yang ada ditempat itu.”kalian mungkin sudah tahu kejadian yang menimpa tuan Damian dan kalian juga pasti sudah tahu tentang berita tersebut.Bisnis ini dibangun oleh tuan Damian dan setelah kepergiannya bisnis ini akan di ambil oleh istri tuan Damian yaitu nona Emilia.Aku dengar jika ada perebutan kekuasaan disini,dan jika kalian ingin menempati kedudukan tertinggi maka kalian harus mengalahkan nona Emilia terlebih dahulu sebagai pengganti dari tuan Damian”jelas Gery

__ADS_1


Beberapa dari mereka menunduk namun ada satu pria yang tertawa remeh dengan apa yang dikatakan oleh gery.


“Hahaha..apa aku tidak salah dengar?..bagaimana bisa wanita lemah sepertinya menjadi pemimpin kami”gelak tawa darinya memenuhi ruangan.


Emilia tersenyum miring,bagaimana bisa laki-laki itu meremehkan seorang wanita.Entah kenapa ia menjadi sangat bersemangat saat ini ketika mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Sudahlah,tidak perlu basa basi..maju dan hadapi aku”tantang Emilia


Gery memundurkan tubuhnya dan membiarkan Emilia maju kedepan.


Emilia menguncir rambut panjangnya ke atas,dengan setelan serba hitam ia terlihat begitu garang.Tidak lupa ia melepas jacket kulit hitamnya dan melemparkannya ke lantai sehingga menyisakan baju kaos berwarna hitam membalut tubuh bagian atasnya.


“Berikan kami pedang”tangannya terulur untuk meminta sebuah pedang.


Gery memerintahkan anak buahnya untuk mengambil 2 bilah pedang dan menyerahkannya kepada masing-masing dari mereka.Para anak buah yang lain menggeser tubuhnya dan membentuk sebuah lingkaran.


Mereka akan menjadi penonton malam ini,sekaligus saksi untuk terpilihnya pemimpin mereka yang baru.


Pedang sudah terangkat ke atas,mata Emilia menatap lurus ke depan dan memfokuskan diri pada target didepannya.


“Bersiaplah!!!”teriak laki-laki itu dan mulai berlari untuk menyerang Emilia.


Suara benturan pedang mulai terdengar,sang laki-laki mulai menyerang Emilia tanpa memberinya celah untuk menyerang balik.Saat ini Emilia nampak kewalahan dan hanya mampu menghindar dan menangkis.


Para anak buah yang lain terlihat menonton dengan serius,bahkan mata mereka tak berkedip barang sedetik pun.


Pertarungan masih dikuasai oleh sang laki-laki,deruan nafas mereka berdua terdengar saling menyahut.


Ttrraaassshhh!!!


Pedang si laki-laki berhasil melukai bagian tubuh Emilia.Gery tersentak begitupun dengan yang lain.


“Hahaha..lebih baik kau menyerah”ujar di laki-laki dengan tertawa keras


“Hah..Hah..Hah..”Emilia mengatur nafasnya lalu tersenyum miring dengan tangan kanan memegangi bagian lengan kirinya yang terluka.


“Jangan habiskan tenagamu untuk tertawa bajingan”ujar Emilia mengejek

__ADS_1


Tawa si laki-laki hilang dan digantikan dengan tatapan tajam penuh amarah.


Si laki-laki kembali menyerang dan kali ini dengan gerakan yang lebih cepat.


Trang!!!trang!!!trang!!!


Tangan Emilia tak mampu mempertahankan pedangnya karena serangan si laki-laki yang begitu keras dan cepat.Tubuhnya mundur sejenak,dan hal itu membuat si laki-laki tersenyum penuh kemenangan.


Seakan tak memberi ampun,si laki-laki kembali menyerang Emilia yang sudah tak mempunyai senjata di tangannya.


Emilia terus menghindari mata pedang yang diarahkan padanya.Matanya mencoba mencari celah untuk berbalik menyerang.


Bbuugghhh!!!


Sebuah tendangan keras mendarat ke arah emilia dan berhasil mengenai bagian perutnya.


Bbrraakkk!!!


“Aakkhhhh…”Emilia jatuh tersungkur sembari memegangi bagian perutnya.


Ketiak hendak bangun,mata pedang si laki-laki sudah berada di depan matanya.


Bersambung….


Sorry ya kalau agak kurang nyambung..


Otak lagi gak bisa diajak kerjasama,tapi aku maunya lanjutin ceritanya biar cepet end..


Cuma mau bilang itu aja kok


Terima kasih sudah setia membaca ceritaku yang tidak terlalu bagus ini🙂



Kira-kira kayak gini deh…


cocok gak sih?

__ADS_1


Kalo enggak,kalian bayangin aja sendiri😁


__ADS_2