HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 113


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Setelah menjenguk ayah mertuanya,Emilia beralih menuju tempat kakak pertamanya dirawat.Rasa sesak di dadanya kembali terasa kala melihat keadaan Louis yang benar-benar tak berdaya.


Emilia duduk disisi ranjang sembari memandangi layar patient monitor yang terus berbunyi.Entah kenapa bayangan Damian kembali melintas di dalam benaknya.


“Hy Emilia..”sapa seorang laki-laki yang baru memasuki ruangan


Emilia menoleh ke arah sumber suara.


“Dion?..maaf aku tidak menyadari kedatanganmu”Emilia berdiri


“Tidak apa..bagaimana keadaanmu?”


“Seperti yang kau lihat..aku baik-baik saja”


“Jika begitu ikut aku ke ruangan..ada sesuatu yang harus aku katakan”


Emilia mengangguk dan setelah itu,ia mengikuti langkah Dion untuk ikut ke ruangannya.


Ceklek….


“Duduklah..”Dion menarik kursi dan mempersilakan Emilia duduk.


“Aku ada dua berita untukmu..berita baik dan berita buruk”obrolan mereka mulai terlihat serius


“Hhmm..aku ingin mendengar yang baik terlebih dahulu”


“Baiklah..berita baiknya..oprasi Michael berjalan dengan lancar dan kita tinggal menunggu ia sadar”Dion menatap Emilia lekat.Sejujurnya ia merasa kasian kepada Emilia karena ia harus dipaksa menjadi wanita kuat oleh keadaan.


Emilia tersenyum senang”lalu apa berita buruknya?”


Dion menghela nafasnya sejenak”berita buruknya..Pertama,Louis harus mendapat donor hari ini juga karena kondisinya sudah sangat tidak memungkinkan untuk menunggu lebih lama lagi dan jika kita tidak mendapat donor maka tim dokter tidak bisa berbuat apa-apa..berita buruk yang kedua,ketika Michelle sadar nanti,dia tak akan bisa menggerakkan kedua kakinya untuk sementara waktu karena ia mengalami kelumpuhan sementara..seiring berjalannya waktu ia harus mengikuti terapi hingga bisa kembali normal lagi..”dion menjeda kalimatnya


“Namun tantangan terberatnya bukanlah itu..saat ia bangun nanti,ia pasti akan syok dan berteriak histeris..tugasmu nanti,tenangkan dia dan bangkitkan semangatnya..yakinkan dia jika keadaan ini hanya sementara saja”ujar Dion


Emilia menyandarkan tubuhnya sejenak ke kursi,bagaimana caranya mencari pendonor ginjal hanya dengan hitungan waktu.Dan lagi ia harus melihat Michelle yang ceria akan merasakan ujian berat dalam hidupnya.

__ADS_1


“Hhmm..aku akan membicarakan ini kepada ayah dan juga ibu..secepatnya aku akan memberimu kabar”Emilia berdiri dan hendak pergi


“Terima kasih Dion..aku pamit”


Dion mengangguk,ia tahu jika Emilia sedang menahan air mata yang sudah membendung di pelupuk matanya.


Seorang yang menguping pembicaraan mereka sedari tadi segera pergi dari sana ketika mengetahui jika Emilia akan segera keluar.


Emilia berjalan dengan langkah lunglai,semangatnya yang dulu hilang begitu saja.


“Bahkan rasa sakit yang dulu aku alami tak sesakit hari ini”gumam Emilia dengan air mata yang akhirnya lolos.


Ketika hendak membuka pintu kamar Michelle,suara teriakan membuatnya terkejut dan bergegas membuka pintu.


“Ttiidaaakkk…mommm..kenapa aku tidak bisa menggerakkan kakiku mom…”teriak Michelle histeris


Jesica yang panik hanya bisa menangis dan memeluk erat Michelle.


“Tenanglah sayang..dokter akan datang sebentar lagi”jesica mengelus lembut punggung Michelle


Emilia yang baru saja tiba segera menghampiri mereka berdua.


“Ka-ki ku..kakiku tidak bisa digerakkan..hiks..hiks..”adu Michelle dengan tangis yang semakin terdengar pilu.


Emilia terdiam,apa yang dikatakan Dion sama persis dengan apa yang terjadi saat ini.Michelle pasti sangat syok dengan keadaannya saat ini,dan tidak ada satu pun orang ingin berhadapan dengan situasi sulit seperti ini.


Emilia mendekat dan menepuk pundak sang ibu sembari memberi isyarat agar membiarkannya memeluk Michelle.


Jesica mengangguk lalu melepas pelukannya.


“Sstt..ini hanya sementara..kau hanya perlu menjalani terapi dan setelah itu kau bisa kembali normal..dan kita bisa pergi berbelanja lagi..”ujar Emilia sembari memeluk erat Michelle dan mengelus lembut punggung saudarinya.


“Hiks..hiks..tapi kenapa harus aku..kenapa harus kau yang merasakan ini”Michelle menangis sesenggukan


“Hhuufftt…kau tahu,orang-orang sering mengatakannya jika semua ini sudah takdir..jika bisa meminta aku pun tak mau mengalami semua ini..tapi semua ini sudah diatur oleh Tuhan dan kita tak bisa berbuat apa selain berdoa dan berusaha”air mata Emilia kembali lolos untuk kesekian kalinya.


Michelle terdiam,apakah ia melewatkan sesuatu disini?.Pertanyaan itu mulai mengisi pikirannya.

__ADS_1


Michelle menengadah dan melihat Emilia menangis


”apakah ada sesuatu yang aku lewatkan?”tanyanya


Emilia menggeleng lalu kembali memeluk Michelle erat,ia tak mau kesedihannya membuat Michelle lebih sedih lagi.


“Ibu..aku akan menemui ayah sebentar..ada sesuatu yang harus aku sampaikan”ujar Emilia sembari melerai pelukannya dengan Michelle


“Aku akan pergi sebentar..istirahatlah karena tenagamu belum sepenuhnya pulih”ujar Emilia sembari menangkup wajah Michelle dengan kedua tangannya.


Michelle mengangguk lalu membaringkan tubuhnya.


Ditempat lain,seorang perempuan tengah masuk ke dalam ruangan Dion.Ia bersikeras ingin mendonorkan ginjalnya untuk laki-laki yang ia cintai selama ini.


“Maaf..tapi aku harus memberitahu keluarga pasien..karena bisa saja mereka sudah mempunyai calon pendonor dan lagi kita belum tahu apakah ginjalmu cocok dengannya atau tidak”ujar Dion


“Kalau begitu..kau bisa memeriksanya bukan?..aku mendengar semua pembicaraan kalian tadi..kau bilang waktunya sudah tidak banyak lagi jadi apa yang kalian tunggu”ujar sang wanita


“Apakah kau tahu aturan rumah sakit..kau bisa dikenakan sanksi hukum karena sudah mendengar pembicaraan dokter dan keluarga pasien tanpa ijin..”Dion dibuat kesal dengan wanita yang ada di hadapannya.


“Aku mohon padamu..apapun akan aku lakukan untuknya..kau bisa menghukumku setelah ini tapi aku mohon biarkan aku memberikan satu ginjalku untuknya..aku tidak mau kehilangan nya..aku mohon..hiks..hiks”wanita berdiri dan memohon dengan menggenggam tangan Dion


“Hey..jangan seperti ini..”Dion berusaha melepas tangannya


“Baiklah..suster akan memeriksamu terlebih dahulu dan jika cocok aku akan mencoba untuk membantumu”ujar Dion


Ia tidak tahu kenapa wanita didepannya ini memohon untuk laki-laki yang jelas-jelas tak memiliki hubungan apapun sebelumnya dengan dirinya.Atau dia melewatkan sesuatu?


Entahlah,yang terpenting saat ini adalah membantu meringankan beban istri dari sahabatnya.


“Hallo..suster datanglah ke ruanganku..”perintah Dion melalui sambungan telepun.


Tak lama setelah itu,suster datang”anda memanggil saya dok?”tanya sang suster


Dion mengangguk”tolong periksa keadaan wanita ini..ia ingin mendonorkan ginjalnya”


Sang suster mengangguk”mari nona ikut saya”

__ADS_1


Wanita segera berdiri dan bergegas mengikuti langkah sang suster.


Bersambung….


__ADS_2