HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 37


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Dua orang pria tampan tengah duduk mengobrol disebuah coffe shop ditemani dengan secangkir kopi hitam.


“Ada hubungan apa kau dengan Emilia Karmila?”tanya Brave disela-sela obrolannya.


“Aku bersahabat dengannya”jawab singkat Brain


“Sahabat?..seorang wanita dan laki-laki menjadi sahabat?.,aku tidak yakin”Brave melirik sekilas ke arah Brain


“Apa maksudmu?..aku memang bersahabat dengannya”


“Benarkah?..kau yakin tak memiliki perasaan lebih terhadapnya jika melihat reaksi mu beberapa hari yang lalu?”Brave mencoba menelisik lebih dalam


“Bukankah itu hal wajar..kami sudah lama tidak bertemu dan aku hanya merindukannya jadi wajar saja jika aku sedikit terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba”Brain mencoba mengelak.


“Kau yakin tidak mencintai gadis itu?”tanya Brave penasaran


“Hah..aku mencintainya..kau puas”jawab Brain sedikit kesal dengan sahabatnya yang terlalu kepo.


“Hahahaha..sudah kU tebak..kau tak akan bisa berbohong padaku”gelak tawa Brave membuat Brain semakin kesal.


“Sssttt.,berisik”protes Brain


“Lalu ada hubungan apa gadis itu dengan Damian Vernandez?”Kini Brave mengubah topik pembicaraannya


“Entahlah..aku baru kali ini melihat dia bersama dengan putra tuan Vernandez”Brain menggidikkan bahunya.


“Sepertinya mereka mempunyai sebuah hubungan melihat bagaimana emosinya dia ketika kau memeluk gadi itu”imbuh Brave


“Tunggu..mungkin tebakanmu benar..karena ketika aku menyatakan perasaanku dulu,ia sempat menolak dengan alasan dia mencintai orang lain..apa itu artinya orang lain itu adalah Damian?”brain mencoba mengingat kembali moment ketika Emilia menolaknya mentah-mentah.


“Bisa saja..kau bisa lihat sendiri bagaimana emosinya dia..dan aku yakin dia cemburu saat itu”Brave tersenyum sinis ketika mendapat sebuah ide brilian


“Sepertinya ini akan sedikit membantuku”ujar Brave


“Membantumu?..membantumu dalam hal apa?”Brain mengernyitkan dahinya


“Membantuku untuk membalas dendam kematian adikku”mata Brave menatap lurus ke arah jalan raya.


“Kematian adikmu?...maksudmu Damian adalah penyebab kematian adikmu?”Brain semakin bingung dibuatnya.


“Benar..dia adalah penyebab kematian dari adikku”rahang tegas Brave tiba-tiba mengeras ketika ia mengingat masa lalu kelam itu.


“Jangan coba-coba melibatkan Emilia kedalam masalahmu..jika itu terjadi aku sendiri yang akan menghalangi rencanamu”ancam Brain


“Kita lihat saja nanti” Brave mengepalkan tangannya karena emosi semakin menguasai hatinya saat ini.


Di tempat lain,Damian dan Emilia kini bergegas menuju kantor seperti rencana nya di awal.Sebelumnya Damian menyarankan Emilia untuk pulang ke mansion dengan alasan beristirahat karena luka di tangannya,namun Emilia bersikukuh ia akan ikut ke perusahaan.


“Sepertinya kau semakin hari semakin berani padaku”ujar Damian yang masih fokus menyetir


“Aku tidak apa-apa percayalah”ini adalah kalimat yang sama untuk kesekian kalinya ia ucapkan.


“Benar-benar keras kepala..sepertinya aku harus memikirkan hukuman baru untukmu”Damian tersenyum penuh makna ke arah Emilia


“Hu..hukuman?..ak..aku tidak melakukan kesalahan apapun”Emilia sedikit merasa gugup mendengar kata hukuman dari bibir Damian


“Benar..aku akan menghukummu”Damian kini menatap tajam ke arah Emilia seolah ia akan melakukan sesuatu kejam.


“A..apa kesalahanku?”wajah Emilia benar-benar terlihat takut saat ini.


“Dan aku sangat suka ekspresi wajahmu yang seperti ini”gumam Damian dalam hati.

__ADS_1


“Kesalahanmu adalah terlahir menjadi wanita keras kepala”ucap Damian dengan penuh penekanan.


“Kenapa kau tidak menghukum ibuku saja..dia yang melahirkan aku jadi dialah yang seharusnya kau salahkan”protes Emilia


“Ohhhh...sepertinya aku juga harus menyalahkan ayahmu karena menanamkan benih keras kepala di rahim ibumu”sahut Damian tak mau kalah


“Kenapa dia menjadi cerewet seperti ini”gumam Emilia dalam hati.


“Sudahlah aku yang salah”Emilia memilih untuk mengalah.


Tidak lama setelah itu mobil mereka telah terparkir di depan kantor.


Dengan langkah panjang,Damian berjalan menuju lift untuk naik ke lantai atas.


“Selain keras kepala ternyata kau juga sangat lambat”gerutu Damian kepada Emilia


Emilia mendengus kesal dengan apa yang dikatakan oleh Damian.Namun dia memilih untuk diam ketimbang meladeni pria psikopat cerewet ini.


Bbbrraaakkk...


Lift yang mereka naiki tiba-tiba mengalami masalah seperti bergeser sehingga membuatnya bergoyang.


Damian dan Emilia tersentak ketika lift yang mereka naiki bergoyang dengan keras.Karena benturan tersebut,tubuh Damian menjadi tidak seimbang dan jatuh kepelukan Emilia.


Deg..deg..deg..


“Bahkan di saat seperti ini kau masih saja bereaksi jantung sialan”gerutu Damian kepada jantungnya sendiri.


“Ada apa ini?”wajah Emilia terlihat begitu panik hingga tidak menyadari jika jarak antara dirinya dan Damian begitu dekat


“Mungkin terjadi sedikit masalah”jawab Damian enteng


Emilia merasakan hembusan nafas Damian pada wajahnya,ia menoleh dan tiba-tiba wajah tampan itu sudah berada di depan wajahnya bahkan jaraknya hanya beberapa senti.


“Tenanglah..liftnya sudah stabil dan tidak akan terjadi apa-apa”Damian mencoba menenangkan Emilia yang terlihat begitu khawatir


Pintu lift terbuka dan mereka selamat sampai ke tempat tujuan yaitu lantai atas dari bangunan tersebut.


“Maaf tuan...”ucap Louis yang langsung memalingkan wajahnya ketika melihat Damian dan Emilia seperti sedang berpelukan.


Damian dan Emilia menoleh secara bersamaan,mereka segera melerai jarak setelah sadar dengan posisi mereka.


“Eehheemmm..beritahu teknisi untuk memeriksa lift ini”perintah Damian dengan wajah yang merah padam.


“Baik tuan”jawab Louis


Mereka bertiga berjalan beriringan menuju ruangan tempat mereka bekerja.


“Apakah tuan ingin memesan sesuatu untuk makan siang?”tanya Louis


“Seperti biasa saja”jawab Damian yang langsung mendaratkan bokongnya di kursi kebesarannya.


“Nona kau ingin memesan sesuatu?”tanya Louis


“Bebas”jawab singkat Emilia


“Baik nona”


Louis memesankan menu makan siang untuk Damian dan juga Emilia,tak lama setelah itu pesanan mereka sudah tiba.


“Silakan tuan..nona makan siang anda sudah siap”ucap Louis yang telah selesai menata makan siang di atas meja.


Mereka bergegas mengambil kursi masing-masing karena mereka sudah sangat lapar.

__ADS_1


Damian mengambil makanan miliknya,sedangkan Emilia masih terdiam dengan tatapan yang mengarah ke kotak bekal milik Louis.


“Kak Louis..kau membawa kotak bekal?”tanya Emilia


“Benar nona”jawab Louis singkat


“Hhmmm apa isinya?”emilia berusaha melihat isi dari kotak bekal itu.


“Sejak kapan kau membawa bekal?”tanya Damian di sela-sela mengunyah makanannya.


“Ah itu..Michelle membawanya untuk saya tuan”jawab Louis


“Hah..kenapa Michelle tak membawakannya untukku juga” Emilia merasa sedih karena Michelle tak mengingatnya.


“Jika anda mau..saya akan memberikannya”Louis menyodorkan kotak bekal warna pink itu.


“Nasi goreng?..wah ini makanan kesukaanku..”seru Emilia yang terlihat begitu antusias.


“Tapi aku tak bisa memegang sendok?”ia kembali memasang raut wajah sedih.


“Tangan nona dibalut perban?...apa yang terjadi?...apakah dia terluka lagi?”pertanyaan itu seperti berputar di kepala Louis


“Bisakah kau menyuapiku”pinta Emilia


“Uuhhuukk...uuhhukkk”Damian tersedak mendengar kalimat terakhir Emilia.


“Hey pelan-pelan..apa kau juga ingin disuapi oleh Louis”ejek Emilia.


“Tapi nona..”Louis tampak ragu dengan permintaan Emilia.


“Kasihanilah aku kak..bagaimana caranya aku makan dengan tangan yang diperban seperti ini”kini ia merengek seperti anak kecil


“Hhuufftt”Louis menghela nafasnya sejenak sebelum menerbangkan sendok yang berisi nasi goreng itu kedalam mulut Emilia.


“Aaaa...”Emilia mulai membuka mulutnya bersiap menerima suapan dari Louis dengan mata yang tertutup.


“Aaeemm”


Suapan itu mendarat sempurna namun bukan di mulut Emilia melainkan mulut Damian.


Emilia membuka matanya mendengar suara lahapan seseorang.


“Lumayan”ucap Damian dengan senyum mengejek.


Sedangkan Emilia mendengus kesal karena ulah Damian.


“Kemarilah..aku akan menyuapimu”Damian menyodorkan satu sendok penuh makanan ke arah Emilia.


“Aaaaa...”kini ekspresinya sudah seperti menyuapi seorang bayi.


“Cepat buka mulutmu”perintahnya ketika Emilia hanya terdiam.


Dengan wajah kesal ia mengikuti ucapan Damian,ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari seorang Damian.


“Ada apa dengan tuan?”gumam Louis ketika melihat tingkah tuannya hari ini.


“Good girl”Damian tersenyum manis ketika makanan yang ia berikan dikunyah dengan lahap oleh Emilia.


“Aku tidak suka jika orang lain menyuapimu..mengerti”ucap Damian keceplosan.


“Hah?”begitu kira-kira ekspresi Emilia saat ini.


“A..aku tidak suka karena kau mainanku dan apapun yang menjadi milik seorang Damian tidak boleh disentuh oleh orang lain”kilahnya

__ADS_1


Wajah Damian merah padam dan entah apa penyebabnya.


Bersambung....


__ADS_2