
✨Happy Reading✨
Damian menghembuskan nafasnya perlahan berusaha untuk sabar menghadapi kemarahan wanitanya.Siapa sangka wanita yang ia kira berhati lembut dan penyabar bisa berubah badas seperti tadi.
“Baby..percayalah aku tidak bermaksud membohongimu..”kalimat itu sudah terucap entah berapa kali,bahkan Damian sudah tidak bisa menghitungnya.
Namun sedari tadi Emilia hanya diam tidak ingin menanggapi setiap kalimat Damian sembari menatap ke arah luar jendela.Beruntung Damian cepat menyusulnya jika tidak sudah dapat dipastikan mobil mewah itu tidak akan berbentuk.Dan beruntung juga Louis datang menyelesaikan masalah yang terjadi.
“Bagaimana bisa dia berucap seolah-olah tidak bersalah sedikit pun”gerutu Emilia dalam hati
“Bersabarlah Emilia..kita lanjutkan perang di dalam mansion nanti..”dialognya dalam hati.
“Aku akan memotong gajimu Louis karena kau tak bisa membantuku”gerutu Damian dalam hati.
#flasback oN
Audrey masih menahan lengan Damian yang hendak pergi dari restaurant itu.Ia menangis masih berusaha untuk memohon kepada mantan kekasihnya agar memberi kesempatan kedua.
“Aku mohon Damian beri aku kesempatan satu kali lagi..”pintanya dengan air mata yang terus berderai.
“Lepaskan tanganku..”ujar Damian
“Tidak..”tolak Audrey.
“Aku bilang lepaskan..semasih aku berbaik hati..”peringatan pertama keluar dari bibir Damian.
“Mungkin kali ini kau menolak Damian..tapi kU mohon tatap aku sekali saja..aku ingin memastikan sesuatu sebelum benar-benar menjauh darimu”pinta Audrey sembari melepas lengan Damian.
Awalnya Damian ingin menolak,namun tidak ada salahnya bukan jika ia mengucapkan salam perpisahan sekaligus meyakinkan Audrey jika dia sudah tidak mencintai wanita itu.
Damian membalikkan tubuhny untuk menghadap ke arah Audrey,ia menatap lekat-lekat wanita yang dulu pernah mengisi hatinya.
Namun siapa sangka,wanita itu menarik kerah bajunya dan menyatukan bibir mereka.Siapnya disaat yang bersamaan sang pelayan dan Emilia sampai ditempat itu.
“Silakan nona..”ujar sang pelayan.
Emilia mengangguk lalu menoleh ke arah meja yang ditunjuk.Seketika tubuhnya menegang dengan dada yang naik turun karena emosi.
“Bedebah..beraninya wanita itu menyentuh lelaki ku”
Emilia berjalan dengan cepat,ia melempar kacamata yang sedari tadi melekat kesembarang arah.Tatapannya tajam seperti pedang yang siap menghunus dada hingga tembus ke punggung.
Wanita yang terlihat penyabar itu kini berubah menjadi wanita badas yang siap membunuh musuhnya.Bahkan ia terlihat seperti serigala yang sedang mengincar seekor domba.
Emilia menarik lengan Audrey dengan kasar hingga wanita itu terkejut,lalu sebuah tamparan keras melayang ke wajah yang sudah basah dengan air mata,tak cukup sampai disana,Emilia mengambil segelas air yang berada di atas meja lalu menyiramnya dengan keras ke arah Audrey.
Kejadian itu begitu cepat,hingga Damian dibuat terdiam dengan apa yang ia lihat.Begitu juga dengan Audrey yang terlihat syok karena perlakuan Emilia yang membabi buta.
__ADS_1
“Aaakkhhhh..beraninya kau,..”teriak Audrey yang sadar dari keterkejutannya.
Audrey menatap tajam ke arah Emilia sembari memegangi pipinya yang berdenyut perih akibat tamparan keras Emilia.
“Beraninya kau menyentuhku wanita kurang ajar…”adurey kembali berteriak sembari mengangkat tangannya untuk membalas tamparan Emilia.
Namun gerakannya terlalu lambat hingga Emilia bisa membacanya.
“Lepaskan tanganku..”teriak Audrey kala Emilia mencekal tangannya kuat-kuat.
Awalnya Damian ingin menahan tangan Audrey tapi sepertinya ia tak perlu melakukan itu karena kekasihnya lumayan kuat.
“Lepaskan?..baiklah..”
Emilia menghempaskan tangan Audrey dengan kasar hingga tubuhnya terhyung ke belakang.
“Kau….aaarrgghhh.,,mmmmm”
Audrey hendak berteriak lagi namun Emilia sudah lebih dulu mengambil sepotong roti lalu memasukkannya ke dalam mulut Audrey.
“Maaf nona..saya terpaksa melakukan ini karena anda sudah melewati batas dan sangat berisik..”ujar Emilia yang masih menatap tajam ke Audrey.
“Siapa kau Hah..kau tidak tahu siapa aku..”ujar Audrey dengan dada yang naik turun karena emosi
“Tentu saya tahu..Anda adalah mantan kekasih dari tuan Damian bukan..dan sebagai mantan kekasih anda tidak berhak mengambil tindakan seperti tadi..beruntung yang datang ke sini adalah saya,jika yang datang adalah nona saya..mungkin saat ini anda tidak bisa berteriak seperti tadi..atau mungkin nona saya akan meminjam pistol dari tuan muda Damian untuk melubangi kepala anda”Emilia melirik sekilas ke arah Damian yang masih terdiam.
“Diam kau..kau tidak berhak mengancamku karena aku…”
Emilia kembali menyiram Audrey dengan segelas air sebelum ia melanjutkan kalimatnya.
“Sepertinya saya harus mengambil air lebih banyak lagi agar nona bisa cepat sadar..”ledek Emilia.
“Hah..Hah..Hah..”Audrey masih tersengal-sengal karena Emilia tiba-tiba menyiramnya.
“Damian jangan diam saja..dia telah berani menyiramku..”kali ini Audrey mencari pembelaan.
“Tuan muda Damian..apa anda masih mencintai wanita ini hingga tuan menyempatkan waktu untuk mengunjunginya padahal anda ada meeting pagi ini?”kali ini Emilia beralih menatap Damian tajam.
“Kenapa dia terlihat menyeramkan jika sedang cemburu”gerutu Damian dalam hati.
“Ti-tidak..aku tidak mencintainya..aku sudah melupakannya dan aku ingin ia pergi dari kehidupanku”jawab Damian matang.
“Kau dengar nona..tuan saya sudah membuang anda dan saya harap telinga anda tidak tuli sehingga anda bisa mendengar setiap kata yang keluar dari tuan muda..”ujar Emilia
Audrey terdiam tak percaya,mantan kekasihnya ini benar-benar sulit untuk ditaklukkan.Ditambah ia tidak tahu siapa sebenarnya wanita yang berani menghinanya seperti sekarang ini.
“Jika sudah..saya permisi..”
__ADS_1
“Oh satu lagi..anda jangan lupa membayar bill nya nona karena tuan saya sedang tidak ada uang”
Kalimat yang diucapkan Emilia semakin membuat Damian tak percaya.Bagaimana bisa wanitanya itu memiliki mulut yang begitu pedas.
“Tuan muda sebaiknya kembali ke mansion bersama saya..karena jika tidak,anda harus mengucapkan salam perpisahan kepada mobil kesayangan anda”Emilia lalu melangkah meninggalkan dua orang yang masih terdiam.
“Mobil kesayangan?..”
“Ah sial..mobilku..”
“Wah..apakah aku terlihat keren tadi..”gumam Emilia dalam hati sembari memegangi tangannya yang sedikit berdenyut karena mendapat pipi Audrey dengan keras.
“Semoga pipinya tidak bengkak..”ujarnya sebelum akhirnya ia benar-benar pergi dari sana.
Damian ikut melangkah pergi ketika menyadari maksud dari ucapan kekasihnya.
Ketika hendak berjalan keluar Emilia berpapasan dengan sekretaris Louis.
“Nona..anda baik-baik saja?”tanya Louis
“Kakak mengkhawatirkanku atau mobil tuanmu?”
“Tentu saja anda nona..”
“Kau lihat sendiri anggota tubuhku masih lengkap..sebaiknya kakak persiapkan diri kakak untuk menghadapi tuan muda..”Emilia melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam mobil
Tak lama setelah itu Damian juga muncul dan hendak berjalan ke arah mobil.
“Tuan..anda baik-baik saja?”tanya Louis yang terlihat khawatir
“Apa aku terlihat baik-baik saja ketika kekasihku memergokiku dicium oleh wanita lain..”ujar Damian frustasi
“Dicium?..”Louis masih bingung dengan ucapan tuannya.
“Dicium?..kenapa anda mau?..apakah anda menikmatinya?..apakah anda membalasnya?..bagaimana bisa?..Aaiiss anda benar-be..”Louis menghentikan ucapannya kala tuannya tengah menatap tajam ke arahnya.
“Maafkan saya tuan..”Louis menundukkan kepalanya.
“Sial..aku harus menghadapi kemarahan wanita yang sedang cemburu..”gerutu Damian
Bbiippp…
Suara klakson membuat mereka berdua terlonjak kaget.
“Yaa…aku akan segera masuk..”teriak Damian
“Selesaikan masalah yang ada didalam..pastikan semua orang yang merekam keributan tadi tidak menyebar apapun..dan urus wanita itu jangan sampai ia berani menggangguku..”perintahnya
__ADS_1
Damian bergegas masuk kedalam mobil yang sudah terdapat seseorang didalamnya.Yang jelas ia harus memutar otaknya untuk menjelaskan semua yang terjadi didalam.Karena ia tahu menghadapi wanita yang tengah cemburu lebih sulit jika dibandingkan memenggal kepala musuh.
Bersambung…