
✨Happy Reading✨
Suasan di ruangan teater semakin terasa panas,ciuman yang berawal dengan sebuah kecupan singkat berubah menjadi l*mat*n penuh n*fsu.Kini tangan kiri Damian memegang erat tengkuk Emilia dengan tangan kanan yang memeluk erat pinggang ramping Emilia.
Seakan terbawa suasana,alam bawah sadar Emilia menuntunnya hanyut kedalam permainan lidah Damian.Suara deru nafas mereka terdengar tak beraturan.
“Hah..Hah..Hah...”Damian melepas ciumannya kala menyadari jika Emilia hampir kehabisan nafas.
Tttaakkk....
Sentilan keras mendarat di dahi emilia
“Bodoh..kenapa kau tidak bernafas”ujarnya sembari menatap Emilia.
“Aa..aku terlalu gugup”jawabnya dengan raut wajah yang merah padam.
Damian tersenyum simpul mendengar jawaban polos dari wanita yang berada di depannya.Melihat dari bagaimana mereka berciuman,Damian sangat yakin jika Emilia tak pernah melakukan hal ini sebelumnya.Terbukti saat Emilia menahan nafasnya ketika Damian menciumnya dengan penuh *****.
Emilia menundukkan kepalanya menahan malu karena hal ini merupakan pertama kali baginya.
“Kemarilah..”Damian menarik kedua tangan Emilia dan membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya.
Suara detak jantung terdengar begitu jelas,dan suara itu bersumber dari seorang laki-laki yang refleks membawa seorang wanita kedalam pelukannya.
Emilia tersenyum mendengar suara detak jantung yang terdengar merdu ditelinganya,sebuah ide jahil terlintas begitu saja.
“Jika tidak salah..titik lemah seorang laki-laki terletak di bagian lehernya..dan kalau tidak salah aku pernah melihat di drama-drama wanita akan meniup leher si laki-laki”gumamnya dalam hati.
Emilia mendongak ke atas menatap lekat laki-laki yang tengah tersenyum ke arahnya.
“Diam ada sesuatu di lehermu”serunya sembari mensejajarkan dirinya dengan leher Damian.
Damian percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Emilia,kali ini dia diam tak bergerak membiarkan Emilia menyingkirkan benda yang menempel pada lehernya.
“Hhhuuu...”sebuah tiupan lembut menerpa bagian sensitif miliknya yaitu leher.
Bulu kuduknya berdiri seiring dengan sesuatu yang terasa menyengat sehingga membuat darahnya seperti mendidih.
Tubuh Damian menegang untuk beberapa saat karena tindakan Emilia,tanpa sadar ia memejamkan mata kala merasakan terpaan angin itu.
Emilia bersorak senang dalam hati kala rencana jahilnya terealisasi dengan mudahnya.Ia tersenyum sembari kembali ke posisi semula.
“Sudah..aku sudah menyingkirkan benda itu”ujar Emilia berpura-pura tenang.
“Terima kasih..tapi lain kali kau jangan meniup sembari sweety..karena aku tidak pernah tahu apakah aku bisa menahan sesuatu di dalam tubuhku”bisiknya di telinga Emilia.
Kini giliran Emilia yang terdiam menerima bisikan dan terpaan nafas Damian.
“Aaa..itu maaf..”ia mengalihkan pandangannya kala manik hitam Damian menatapnya intens
“Apa kau ingin sesuatu?”damian mencoba mencari topik pembicaraan agar Emilia tak merasa canggung terhadapnya.
“Mmmm..jika aku mengatakannya apakah kau akan mengabulkan permintaanku?”emilia masih enggan menatap Damian.
“Tentu..kenapa tidak”jawab Damian tanpa ada keraguan sedikitpun
“Meskipun aku meminta semua hartamu?”gumam Emilia dalam hati.
__ADS_1
“Bahkan jika kau meminta semua hartaku..aku akan memberikannya”ucap Damian yang seakan tahu isi kepala seorang Emilia.
Emilia membulatkan matanya dan menutup rapat mulutnya yang sedikit menganga karena jawaban Damian.
“Apakah dia bisa membaca pikiran seseorang?”gerutunya dalam hati.
“Jadi katakan”ujarnya lagi
“Aaahhh...itu..aku ingin...aaaa ramen..ya ramen”ujarnya dengan gugup.
“Hhmm...baiklah..tapi hanya untuk kali ini saja”Damian berdiri dari posisinya dan mengulurkan tangannya.
“Astaga..apakah ini mimpi?...atau hanya berkhayal”gumamnya dalam hati.
“Bisakah kau mencubit pipiku?”pintanya
Damian mengernyitkan dahinya mendengar permintaan Emilia yang sedikit aneh.
“Ada apa?”tanya Damian yang merasa bingung.
“Cepatlah..cubit pipiku”pintanya lagi sembari mengarahkan pipinya ke depan.
Damian menggidikkan bahunya lalu mengulurkan tangan kekarnya untuk mencubit pipi Emilia.
“Aaakkhhhh....sakit..lepaskan”teriaknya sembari memegang tangan Damian.
“Tidak..aku tidak akan melepaskannya”senyum mengejek terbit dari bibir Damian.
“Apa ini..senyum ini..ahhh jantungku”gerutu Emilia dalam hati merasakan detak jantungnya yang berdegup 2 kali lipat lebih kencang.
“Sakit...”pekiknya dengan sedikit keras.
“Bukankah kau sendiri yang memintanya”untuk pertama kalinya Emilia dibuat terpukau dengan ekspresi seorang Damian yang sedang tertawa.
“Aku hanya meminta mu untuk mencubitnya bukan menariknya”bibirnya mengerucut dengan tangan yang memegangi pipinya yang terasa berdenyut.
“Maafkan aku..pipimu sedikit membuatku gemas sehingga aku ingin mencabiknya”ucap Damian dengan santai.
Ekspresi Emilia tiba-tiba berubah menjadi tegang sembari menelan ludahnya kasar.
“Hahahaha...aku hanya bercanda..kenapa wajahmu seperti sedang ketakutan seperti itu”Damian tertawa lepas melihat ekspresi Emilia
“Apakah seperti ini Joke seorang psikopat”gumamnya dalam hati.
Damian mengulurkan tangannya mengelus lembut pipi Emilia yang masih diam mematung sibuk dengan pemikirannya sendiri.
“Aaaiissss...psikopat ini membuat seperti keju mozzarella yang kepanasan”jiwa melting seorang Emilia meronta mendapat perlakuan manis dari laki-laki yang ia cintai.
“Kenapa pipimu terasa panas?...apa kau sakit?”damian mengernyitkan dahinya ketika tangannya merasakan panas pada pipi Emilia.
“Tidak..aku tidak sakit..”jawabnya cepat
“Jantungku yang akan sakit jika kau terus memperlakukanku dengan manis”gumamnya dalam hati.
Emilia masih diam melongo karena merasa aneh dengan perlakuan Damian saat ini(maklum tumben ngerasain kasih sayang jadi di sentuh dikit langsung melting🤭)
“Cepatlah bangun..sebelum aku berubah pikiran”perintahnya dengan tangan yang kembali terulur.
__ADS_1
Emilia menerima uluran tangan Damian dengan senang hati meskipun jauh di dalam hatinya ia merasa aneh sekaligus gugup.
Namun tiba-tiba Damian menarik tangan Emilia hingga terjatuh ke pelukannya.
“Aahh...”ia terkejut karena tubuhnya terhyung ke depan.
“Maaf..”Damian menahan tawanya ketika berhasil mengerjai Emilia lagi.
Segera Emilia melerai pelukan diantara mereka dan mengusir rasa gugupnya.
“Aa..ayo”ajaknya
Damian meraih tangan Emilia lalu menggandengnya keluar dari ruangan teater itu.Tentu saja hal itu menarik perhatian para maid dan juga pengawal di mansion.
Setelah beberapa tahun berlalu,ini kali kedua mereka melihat tuannya menggandeng seorang wanita,bahkan bisa dibilang mereka tampak lebih serasi.
Emilia menyadari itu,ia menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan dari para maid dan pengawal.
Bbbuugghhh.....
“Aaawwww...”pekiknya
Karena berjalan dengan menundukkan kepala,Emilia tidak tahu jika Damian menghentikkan langkahnya.
“Angkat kepalamu..”perintah Damian
Emilia masih diam tak mengikuti perintah Damian,sehingga Damian mengambil inisiatif untuk menyentuh dagu Emilia.
“Kau berada di mansionku saat ini..yang menatapmu hanya maid dan para pengawal..bagaimana jika kau berjalan bersamaku diluar sana..apakah kau akan menyembunyikan wajahmu?...”Damian menjeda kalimatnya.
“Mulai sekarang jangan pernah menundukkan kepalamu dan berjalanlah layaknya kau melakukan Fashion show”jelasnya yang dijawab anggukan kecil dari Emilia.
Mereka kembali berjalan beriringan untuk pergi ke dapur membuat ramen lalu menyantapnya bersama-sama bak sepasang suami dan istri.
Dari kejauhan sosok wanita cantik tersenyum haru melihat kedekatan tuan dan nona barunya,ia berdoa semoga apa yang ia harapkan segera menjadi kenyataan.
Bersambung....
👧Author:Mungkin ada yang berpikiran kalau Emilia terlalu gampang jatuh hati,gak mau jual mahal dulu,gak mau sok nolak dulu..aku sebagai wali dari Emilia mohon maaf karena dia terlalu cepet baper dan terlalu gampang dirayu maklum udah lama sendiri(jomblo)
👩🦰Emilia:aku bukan jomblo ya..aku banyak yang deketin kok dulu cuma aku tolak aja.
👧Author:iyain aja dulu kenapa sih..
👩🦰Emilia:gak bisa dong..Emang kenapa kalau gampang jatuh hati..kalian kayak gak pernah jatuh cinta aja..
👧Author:maaf ya guys Emilia lagi PMS jadi rada Sensi gitu😁🙏
👩🦰Emilia:iihhh author bukannya belain malah ngatain PMS
👧Author:🤫...jangan marah-marah nanti aku bikinin adegan romantis deh 2 bab biar seneng.
👩🦰Emilia:janji ya...
👧Author:ya..(kalo inget🤪)
Tolong jangan bully dia lagi ya...
__ADS_1
gitu-gitu Emilia galak orangnya🙏