HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 88


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Suasana masih hening,kepala mereka masih menunduk untuk memanjatkan doa kepada yang maha kuasa agar sang ibu selalu diberi kedamaian disana.


“Hy mom..apa kabar?”ujar Damian setelah selesai memanjatkan doa.


“Semoga kau selalu damai disana”


Emilia masih terdiam membiarkan Damian berbicara dengan sang ibu.


“Aku ingin mengucapkan kata yang setiap tahun tidak akan pernah aku lupakan..maaf..maaf untuk kejadian 25 tahun lalu..maaf karena aku menjadi penyebab kepergianmu..karena sifat egoisku kau harus berkorban demi keselamatanku..jika saja waktu itu aku tidak memaksa untuk pergi..kau pasti masih berada di sisi kami..”bahu damian terlihat mulai bergetar.


“Hari ini aku kesini lagi dan tentu tidak bersama daddy seperti tahun-tahun sebelumnya..orang tua itu masih tidak mau berbicara padaku..tapi tak apa..ini memang hukuman yang paling pantas untukku karena membuatnya berpisah dengan belahan jiwanya..”


“Tapi bisakah aku meminta tolong padamu agar dia mau menemuiku sekali saja..aku tidak berharap dia memaafkanku karena semua itu memang kesalahan fatal dalam hidupku..”


Akhirnya air mata yang sudah ia tahan sedari tadi lolos begitu saja tanpa bisa ia kontrol.Tenggorokannya terasa kelu,bibirnya terasa kaku saat ingin melanjutkan kalimat selanjutnya.

__ADS_1


Emilia menyadari itu,dengan sigap ia mengusap punggung Damian dengan lembut.Tanpa disadari air matanya juga ikut keluar karena ia tahu bagaimana kesedihan yang Damian pendam selama ini.


Rasa bersalah akan kematian sang ibu menghantuinya selama bertahun-tahun lamanya.Dan Emilia tahu itulah alasan kemunculan Lukas dalam hidup Damian.


Sosok rapuh seorang Damian membutuhkan sosok kuat yang siap muncul disaat Damian merasa lemah.


“Maafkan aku mom..hiks..hiks..”tubuh Damian luruh begitu saja diiringi dengan tangisan pilu.


“Damian..Hey…berhenti menyalahkan dirimu sendiri..ini semua sudah rencana Tuhan dan kau tak bisa melawan itu”ujar Emilia yang iba melihat keadaan kekasihnya saat ini.


Aura dingin dan kejam seorang Damian luntur begitu saja,yang Emilia lihat saat ini hanyalah sosok rapuh dan lemah,sosok yang sudah seharusnya mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya.


Namun yang berbeda hanyalah perannya,jika ditahun-tahun sebelumnya ia menjadi penopang untuk Damian tapi kali ini perannya sudah digantikan oleh seseorang yang tepat.


“Berhenti menyalahkan dirimu..aku yakin di alam sana ibumu pasti sangat bersedih jika melihat keadaanmu seperti ini”kata Emilia dengan lembut sembari membawa Damian kedalam pelukannya


“Lihat aku..”Emilia menangkup wajah Damian yang sudah banjiri air mata dengan kedua tangannya

__ADS_1


“Tidak ada seorang pun di dunia ini akan hidup kekal abadi..kita semua pasti akan mengalami hal yang namanya kematian..bahkan kita tidak tahu kapan hari itu akan datang..Tuhan sudah merencanakan semuanya,bahkan bagaimana jalan kita nanti untuk bertemu dengan-Nya dan siapa yang akan menjadi perantaranya..ibu mu pasti mendapat tempat yang paling indah disana karena di detik-detik terakhir dalam hidupnya ia masih bisa menyelamatkan nyawa seseorang yang berharga dalam hidupnya..jadi mulai hari ini dan seterusnya berhenti membuat ibumu bersedih karena kau terus menyalahkan dirimu sendiri..”jelas Emilia dengan tatapan penuh ketulusan


Perlahan Damian lebih tenang,meskipun isakan tangisnya masih terdengar.


“Oh ya..bukankah kau ingin mengenalkanku kepada calon ibu mertua?”seru Emilia berusaha mencairkan suasana.


Damian seketika mengusap air matanya,tatapannya sudah kembali seperti semula.Sepertinya kalimat yang dikatakan Emilia berhasil membuatnya kembali bersemangat.


“Mom..tahun ini aku datang bukan hanya dengan Louis..hari ini aku membawa calon menantu untukmu..dia adalah wanita terhebat yang pernah aku temui setelah mu..dia juga sangat cantik persis seperti mu..namanya Emilia..”


“Hallo Aunty..oh maaf mungkin mulai hari ini aku akan memanggilmu mommy..apakah boleh?..terima kasih karena mommy telah melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan dan kuat sepertinya..hanya saja ia sedikit dingin dan kejam..bahkan dia pernah menyakitiku dulu..tapi itu dulu..sekarang dia sudah berubah menjadi laki-laki yang selalu memberiku cinta dan kenyamanan..dan semoga saja cepat atau lambat ia melamarku”ujar Emilia yang diakhiri dengan bisikan halus penuh sindiran.


“Semoga saja..”jawab Damian dengan nada ledekan.


Kini mereka berdua tertawa bersama saling melontarkan sindiran satu sama lain sehingga suasana kembali terasa hangat.


“Terima kasih Tuhan karena kau telah menjawab semua doa yang aku panjatkan..dan semoga mereka berbahagia selalu seperti saat ini”gumam Louis dalam hati.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2