HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 83


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Louis masih fokus mengendarai mobil dengan kecepatan penuh,bahkan beberapa kali ia harus mendengar suara klakson dari pengendara lain.Di kursi penumpang,Michael masih fokus menatap layar tab yang memperlihatkan titik keberadaan Emilia saat ini.


“Dimana lokasi?”tanya Louis dengan mata yang masih fokus.


“Lokasi ada di 1 km dari tempat kita saat ini..dan sepertinya tempat itu berada di pesisir pantai..karena petanya menunjukkan warna biru..”jelas Michael


Louis tiba-tiba memperlambat laju mobilnya setelah mendengar penjelasan Michael.


“Ada apa?”tanya Damian yang sedari tadi tidak berkomentar apapun.


“Tuan..lokasinya berada di pesisir pantai”ujar Louis yang melirik melalui spion mobil.


“Lajukan mobilnya dengan cepat Louis…aku tidak ingin wanitaku menunggu lebih lama lagi..”perintah Damian yang seakan mengabaikan ucapan Louis


“Tapi tuan..apa..”


“Ternyata kau belum mengenalku Louis,.”ujar Damian yang ternyata sudah berganti peran dengan Lukas


“Maafkan saya tuan Lukas..”jawab Louis yang baru menyadari kehadiran Lukas.


“Aku akui dia lumayan pintar..tapi dia lumayan pikun sehingga tidak mengingatku”Lukas tersenyum sinis kala mengingat kebodohan Audrey.


Adurey tahu bahwa Damian pobia terhadap laut maupun pantai sehingga wanita itu memilih villa di pesisir pantai sebagai tempat menyandera karena ia pikir Damian tidak akan berani datang,namun Audrey melupakan sesuatu yang penting yaitu ada seorang Lukas di dalam diri Damian yang tidak takut akan apapun.


Sedangkan di sebuah kamar,Emilia merasa sangat tersiksa karena sesuatu yang disuntikan oleh Audrey membuat sekujur tubuhnya merasakan panas dan membuat gairahnya meningkat drastis.


Ia menyadari jika obat yang disuntikan adalah sebuah obat perangsang sehingga dengan sekuat tenaga ia tetap menjaga kesadarannya.Bibir bagian bawahnya mulai mengeluarkan darah karena ia terus menggigitnya untuk menjaga kesadarannya.


Bahkan kedua tangannya saling tertautan dengan kuku-kuku saling menancap satu sama lain.Air matanya mengalir deras,rasa sakit,panas,perih bercampur menjadi satu.


“Brain..ku mohon lepaskan aku..”lirihnya


“Maaf Emilia..aku harus melakukan ini demi bisa bersamamu..”


Brain mendekat ke sisi ranjang sembari membuka satu persatu kancing kemeja yang ia gunakan.Sedangkan disisi lain adurey tersenyum puas dengan sebuah kamera di tangan.


“Sudahlah..kau nikmati saja permainan Brain..aku rasa dia cukup handal..”ledek Audrey yang disambut tatapan tajam dari Brain.


Emilia menggeleng pelan kala Brain menundukkan tubuhnya untuk mengungkung Emilia.Dengan kedua tangan dan kaki yang masih terikat,Emilia berusaha memundurkan tubuhnya untuk menjauh dari Brain.


“Kemarilah..aku janji tidak akan berbuat kasar jika kau menurut..”ujar Brain

__ADS_1


Awalnya Brain merasa iba karena selama ini dialah yang menjaga wanita itu,namun jiwa laki-lakinya menolak untuk merasa kasian kala melihat tubuh indah Emilia yang terlihat semakin menggoda dengan keringat disekujur tubuhnya.Bahkan baju yang emilia kenakan sudah basah oleh keringatnya sendiri.


“Bra-in..ku-mo-hon..lepaskan aku..”lirihnya yang masih berusaha memohon.


Namun Brain seolah tuli dan terus mendekat bahkan saat ini wajahnya sudah menunduk untuk mencium wajah Emilia.


Bbbrrraaakkkk…..


Pintu tiba-tiba dibuka paksa oleh seseorang,Audrey dan Brain dibuat terkejut dengan hal itu.Namun seseorang yang masuk langsung menarik tubuh Brain yang masih mematung dengan kasar.


Bbuugghhh…


Pukulan keras mendarat sempurna di pipi Brain hingga darah segar mengalir dari bibirnya.Brain jatuh tersungkur ke atas lantai dengan keadaan setengah telanjang.


“Beraninya kau menyentuh wanitaku..”ujar Lukas dengan wajah yang merah padam karena emosi.


Kedua tangannya mengepal sempurna seolah siap memberi pukulan kedua kepada Brain.


Sedangkan Audrey begitu terkejut mendapati Lukas datang tanpa rasa takut sedikit pun.


“Kau lumayan pintar tapi kau sedikit pelupa..bahkan kau melupakan hal yang begitu penting”ujar Lukas menunjuk ke arah Audrey yang masih terpaku.


“Sial..aku melupakan iblis ini..”gumam Audrey yang masih didengar oleh Lukas


“Benar..kau melupakan iblis ini sehingga kau harus bersiap menghadapi kematianmu hari ini..”suara dingin Lukas benar-benar membuat Audrey bergidik ngeri.


Emilia bisa sedikit tersenyum senang karena seseorang yang ia harapkan benar-benar datang untuk menyelamatkannya.Namun senyum itu tak bertahan lama karena efek obat itu benar-benar membuatnya tersiksa.


“To-long,,”lirih Emilia


Mendengar suara lirih itu,Michael mendekat untuk membantu melepas ikatan Emilia.


Bbuugghhhh….


Satu pukulan lagi melayang ke pipi Brain sehingga lagi-lagi ia harus terjerembab.Brain ingin melawan namun setiap ia ingin bangun,Lukas sudah lebih dulu memberinya serangan.


Michael sudah selesai membuka ikatan pada kaki Emilia,kini ia berusaha membuka ikatan pada tangan Emilia yang terbilang cukup erat.


“Maafkan aku..mungkin ini akan sedikit sakit..”ujar Michael yang masih berusaha melepas ikatan di tangan Emilia.


“Hah..”akhirnya Michael bisa bernafas lega karena ikatan itu sudah terbuka.


Namun tiba-tiba Emilia bangun dan melepas kancing baju yang ia gunakan.

__ADS_1


“To-long aku kak..panas..”racau Emilia


Michael melotot sempurna karena Emilia tengah membuka kancing kemejanya sendiri(ini maksudnya kancing baju Emilia ya bukan baju Michael😉),dengan cepat ia menutupnya kembali sebelum semua kancing terlepas.


“Kak..biarkan aku melepasnya..ini sangat panas..”racau Emilia yang mulai kehilangan kesadaran.


“Hey..jangan lakukan itu..bersabarlah sedikit lagi”Michael masih berusaha menahan tangan Emilia agar tak membuat ulah.


“Sial..bajingan ini memberi adikku obat perangsang”gerutu Michael kala menyadari sesuatu aneh yang tengah dirasakan Emilia karena pengaruh obat.


“Tuan Lukas..biarkan saya yang membereskan ini semua..cepat bawa nona ke rumah sakit tuan Dion karena dia pasti tahu obat penawar untuk nona..”teriak Michael yang masih memegang erat kedua tangan Emilia.


Lukas menghentikan gerakannya dan menoleh ke arah ranjang,disana ia dapat melihat jelas wanitanya tengah kesusahan.


Ia menarik kembali tangannya dan melangkah menuju ranjang.


“Apa bajingan ini memberi wanitaku obat perangsang?”tanya Lukas


“Benar tuan..dan anda harus segera membawa nona ke rumah sakit tuan Dion..”


Lukas mengangguk setuju lalu membawa Emilia kedalam gendongannya.


Sedangkan disisi lain,Audrey memanfaatkan kesempatan untuk kabur melalui jendela tanpa sepengetahuan dari Michael dan Lukas.


“Beib..tolong aku..ini sangat panas..”ujar Emilia yang berada di gendongan Lukas


“Bersabarlah baby..kita akan kerumah sakit sekarang”jawab Lukas dengan lembut.


“Habisi dia..”perintah Lukas kepada Michael.


“Ssshhh..jangan bunuh dia..sshhh….ku mohon…”pinta Emilia di sela-sela rasa sakitnya.


Lukas nampak kecewa namun ia tak ingin membuat wanitanya kecewa sehingga dengan berat hati ia harus mengikuti kemauan Emilia.


“Baiklah jangan bunuh dia..tapi buat dia menyesali perbuatannya hingga ia tak akan bisa melupakan itu untuk seumur hidupnya..”Lukas melirik sekilas ke arah Brain yang sudah tidak berdaya karena dua pukulan keras darinya.


“Buat ia tak bisa melangkah kedepan..”perintahnya sebelum akhirnya ia keluar dari ruangan itu.


“Aaarrrggghhhhhh…..”suara teriakan menggelegar terdengar dari kamar itu.


Sesuai perintah dari Lukas,Michael mematahkan kedua kaki Brain untuk memberinya pelajaran dan setelah itu mereka kembali ke mobil.


Bersambung….

__ADS_1


Mau lanjut lagi gak?


komen sebanyak-banyaknya ya..🤭


__ADS_2