HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 36


__ADS_3

✨Happy Reading✨


“Yyeeyyyy...”seru Emilia kegirangan setelah presentasi yang ia lakukan sukses.


Tuan Fred bahkan memberi nya standing applause kepadanya sebagai ungkapan rasa kagum.


“Apa kau sudah siap menerima kekalahanmu tuan muda Damian?”ejek Emilia


“Tuan Fred hanya kagum dengan penampilanmu bukan dengan presentasi yang kau sampaikan”Damian mencoba menyangkal kenyataan yang ada


“Benarkah seperti itu..aku rasa tidak”Emilia tak mau kalah.


“Sejak kapan kau berani melawanku”Damian menatap tajam ke arah Emilia


“Ta..tapi kau sendiri yang mengajakku taruhan”jawab Emilia


“Jika aku menolak pasti dia akan menganggapku seorang pengecut..sialll”gerutu Damian dalam hati.


“Baiklah anggap saja ini hadiah karena kau mau bekerja keras”akhirnya Damian memilih untuk mengalah.


“Terima kasih”ucap Emilia dengan menunjukkan senyum manis


“Katakan apa yang kau minta”ucapnya


“Aku ingin membeli es krim Turki tapi kau yang harus membeli”kata Emilia tanpa ragu


“Es krim Turki?..kau ingin aku terbang ke Turki hanya untuk membeli es krim?..dan setelah itu kau akan mencoba untuk kabur?...begitu maksudmu”Damian tiba-tiba menjadi sensitif


“Tidak..aku tidak menyuruhmu terbang ke Turki..di kota ini juga ada penjual es krim Turki jadi kau tidak perlu jauh-jauh terbang kesana”jelas Emilia


“Terlalu gampang”remeh Damian lalu melangkahkan kaki menuju lift


“Kita lihat saja nanti”gumam Emilia


Mobil yang membawa Damian dan juga Emilia melesat menuju kedai yang berada di tengah kota.Emilia terlihat begitu antusias karena ia sangat rindu dengan es krim kesukaannya.Bukan hanya karena rasanya yang enak tapi cara unik sang penjual membuatnya merasa senang.


“Itu dia kedainya”seru Emilia menunjuk ke arah pedagang es krim Turki


Ccciitttt...


Mobil Damian berhenti tepat di depan kedai yang kebetulan sedang sepi.


“Tunggu disini aku akan membelikannya untukmu”ujar Damian yang langsung keluar dari mobil.

__ADS_1


“Semoga berhasil”jawab Emilia


Damian berjalan dengan penuh percaya diri dan mulai memesan es krim rasa strawberry untuk Emilia.Ia memilih rasa secara asal karena ia merasa gengsi untuk bertanya.


Sang pedagang mulai menyendok kan satu scoop es krim sesuai dengan pesanan Damian.Seperti biasa ia menaruh es krim itu di atas cone yang berwarna cokelat.setelah selesai,sang pedagang menyerahkan es krim itu kepada Damian dan tentu saja Damian tersenyum remeh.


“It's easy”ucapnya


Namun ketika ia ingin mengambil es krim itu dari tangan sang pedagang,tiba-tiba sang pedagang memutar cone es krim itu.


“Ooww”seru Damian yang merasa bahwa es krim itu akan terjatuh.


Namun di luar dugaan es krim itu sama sekali tidak terjatuh meskipun dengan keadaan terbalik.


Segera sang pedagang membalikkan posisi es krim itu dan kembali menyerahkannya kepada Damian.Kali ini Damian berhasil mengambilnya namun itu hanya cone nya sedangkan es krimnya masih berada di tangan sang pedagang.


Damian sedikit mengernyitkan dahinya merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh sang pedagang.Berkali-kali ia ingin mengambil es krim itu namun berkali-kali juga ia dipermainkan hingga kesabarannya pun habis.Ia meraih sesuatu di balik saku celananya.


Dari dalam mobil Emilia tertawa terbahak-bahak karena rencananya berhasil.Tadi pagi ketika Damian mengajukan taruhan,sebuah ide jahil terselip dipikirkannya.Namun beberapa detik kemudian tawa nya lenyap ketika melihat Damian merogoh benda kecil yang tak lain adalah sebuah pisau kecil.


Tanpa pikir panjang Emilia turun dari dalam mobil dan berlari menuju kedai es krim itu.Tujuan Emilia hanya ingin Damian bisa mengendalikan dirinya dengan menyuruhnya membeli es krim Turki,tapi dia melupakan satu hal yaitu Damian adalah seorang psikopat yang tak kenal kata sabar.


Damian sudah berhasil mengambil pisau lipat dari saku celananya dan selanjutnya ia membuka pengunci pisau itu lalu mengeluarkan pisau kecil yang cukup tajam.Damian mulai mengangkat pisau itu dan ingin mengarahkannya ke pedagang es krim namun tiba-tiba seseorang datang dan menghampiri.


“Maaf tuan..bolehkah anda menghentikkan atraksi ini karena saya dan teman saya sedang buru-buru”ucap Emilia yang baru saja tiba dan menahan sesuatu yang terasa ngilu dibawah sana.


“Silakan nona..saya tidak tahu jika teman anda sedang terburu-buru”ucap sang pedagang


“Tidak apa-apa..permisi”Emilia mengambil es krim miliknya lalu pergi menuju mobil,tak lupa ia melepaskan pisau itu dan mengajak Damian.


“Ayo..”ajaknya


Damian masih terdiam dengan apa yang dilakukan oleh Emilia.


“Bolehkah aku meminta sehelai kain”ucapnya kepada sang pedagang


“Tentu..ini tuan”sang pedagang memberikan sehelai kain untuk Damian


Setelah mendapat kain,ia berlari menghampiri Emilia.


“Apa yang kau lakukan gadis bodoh”Damian menarik tangan Emilia lalu membungkus telapak tangan Emilia dengan kain yang diberikan oleh sang pedagang.


“Akkhh..aw..aw..aw..sakit...”rintih Emilia ketika Damian melilitkan kain itu ke telapak tangannya.

__ADS_1


“Sudah tahu sakit kenapa kau bertindak bodoh”celoteh Damian yang disambut senyuman oleh Emilia


“Sepertinya kau sangat mengkhawatirkan keadaanku”gumam Emilia dalam hati.


“Aku hanya tak ingin kau membunuh seorang pedagang es krim hanya karena merasa kesal”jelas Emilia


“Bodoh..aku hanya akan menggertaknya saja..”Damian menyentil dahi Emilia karena ia merasa kesal


“Aaawww..sakit”protes Emilia sembari memegangi dahinya


“Diam..sekarang kita pergi ke rumah sakit untuk menjarit luka di tanganmu”Damian menarik Emilia menuju mobilnya.


Emilia tersenyum senang karena merasa Damian tengah mengkhawatirkan keadaannya.


Dengan kecepatan penuh Damian menembus kemacetan kota di siang hari.


“Cepat turun”perintahnya ketika mereka sampai dirumah sakit


Emilia menurut,ia segera turun dari mobil dan Damian langsung membawanya menuju ruang UGD.


“Panggil Dion kesini”pintanya kepada salah satu suster.


“Maaf tuan..dokter Dion sedang berada di ruang oprasi”jawab sang suster


“Suruh dia meninggalkan tempat itu karena ini sangat penting”perintahnya lagi


“Maaf tuan tidak bisa..jika boleh tahu ada hal penting apa hingga anda harus bertemu dengan dokter Dion?”tanya sang suster


“Kau tidak lihat temanku sedang terluka dan membutuhkan penanganan”ujarnya


Sang suster melirik ke arah Emilia yang tengah tersenyum kikuk menahan malu.


“Begini saja tuan..bagaimana kalau saya panggilkan seorang dokter untuk menangani luka nona ini”ucap sang suster


“Tidak..aku tidak percaya kepada dokter manapun kecuali Dion..cepat kau..”


“Tolong panggilkan saja dokter yang bertugas di ruang UGD ini suster”buru-buru Emilia memotong pembicaraan Damian sebelum Damian menghancurkan ruangan ini.


“Hey..kita tidak bisa mempercayakan luka mu kepada dokter lain selain Dion”protes Damian


“Sudahlah..luka ini tidak terlalu parah...dokter lain pasti bisa menanganinya”Emilia mencoba memberi pengertian kepada lelaki psikopat yang ada di hadapannya saat ini.


“Terserah kau saja”akhirnya Damian memilih mengalah untuk kedua kalinya.

__ADS_1


“Kau terlihat begitu khawatir dengan keadaanku saat ini..apa itu artinya kau mulai menerimaku?”gumam Emilia dalam hati.


Bersambung....


__ADS_2