
✨Happy Reading✨
Mobil hitam jenis bugatti veyron melaju dengan kecepatan sedang menembus keramaian kota.Beberapa kali Damian melirik ke arah wanitanya demi memastikan mood Emilia tetap bagus.
“Baby..”panggilnya dengan lembut
“Yes…”Emilia mengalihkan pandangannya ke arah Damian.
“Apa keinginan terbesarmu saat ini yang ingin kau wujudkan?”tangan Damian terulur untuk menggenggam tangan wanitanya.
“Hhmm…aku ingin bertemu dengan kedua orang tuaku”ujarnya
“Wow..ini benar-benar suatu kebetulan”gumam Damian hati.
“Dan jika kau bertemu mereka apa yang ingin kau katakan?”tanya Damian
“Aku ingin bertanya banyak hal kepada mereka”kini pandangan Emilia menatap lurus kedepan.
“Baiklah..sekarang tutup matamu menggunakan kain hitam itu”mata Damian melirik ke arah kain hitam yang sudah ia sediakan di atas Dashboard.
“Untuk apa beib?”emilia kembali melirik ke arah Damian dengan tatapan bingung.
“Aku mempunyai sebuah kejutan untukmu..”ujarnya tak lupa ia tersenyum ke arah wanitanya.
Emilia mengangguk dan mengambil kain hitam itu untuk ia pakai sebagai penutup mata.Damian tersenyum senang karena hari ini ia akan mewujudkan keinginan terbesar wanitanya.
Damian semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar mereka segera sampai.Semalam ia sudah mengatur rencana ini dengan sedemikian rupa bersama sang sekretaris.
Tidak butuh waktu yang lama bagi Damian karena memang ia sudah dekat dengan rumah sang calon mertua.Mobilnya telah berhenti telat di depan pintu rumah kediaman Wijaya.
“Kita sudah sampai?”tanya Emilia kala merasakan mobil yang ia tumpangi sudah berhenti.
“Yes..kita sudah sampai..eeiiittsss jangan buka penutup matamu”Damian menahan tangan Emilia kala ingin membuka penutup mata.
“Diam disini aku akan membukakan pintu untukmu”Damian berlari turun lalu membuka pintu untuk Emilia.
“Pelan-pelan..ikuti aku..”Damian menuntun Emilia masuk kedalam rumah yang kebetulan pintunya terbuka lebar.
__ADS_1
Semua orang yang berada di ruangan itu menoleh secara bersamaan kala menyadari kehadiran seseorang.
“Selamat pagi tuan”sapa Louis
“Selamat pagi tuan”sapa si kembari yang bergegas berdiri.
Damian menganggukkan kepala memberi isyarat bahwa dia menerima sapaan dari mereka.
Sepasang suami istri yang masih duduk di atas sofa tak mampu menyembunyikan rasa keterkejutan mereka kala menyadari kehadiran sosok yang sudah sangat mereka rindukan.
“E-emilia?”panggil jesica dengan suara yang bergetar.
Emilia mengernyitkan dahinya kala mendengar suara yang tak asing ditelinganya.Dengan kasar ia membuka penutup matanya karena sudah sangat penasaran dengan suara yang baru saja ia dengar.
Deegggg….
Ia tertegun dengan apa yang ia lihat saat ini,mereka berdua sepasang suami istri yang sangat ingin ia temui kini tengah duduk Dihadapannya.
“I-ibu?”panggil emilia terbata-bata
“Ia nak ini ibu..”jesica berdiri dan hendak berlari menghampiri sang putri sulung.
“Ada apa nak?…apa kau tidak merindukan ibu?”tanya jesica yang sudah menangis.
“Bukan begitu ibu..hanya saja aku ingin menanyakan beberapa hal kepada kalian agar aku bisa meyakinkan hatiku..”pintanya
“Pertama..kenapa kalian menitipkan kU kepada uncle Justin?”mata emilia melirik ke arah Wijaya dan jesica.
Jesica menarik nafasnya sejenak untuk menjawab pertanyaan sang putri sulung.Ia sudah menduga sebelumnya jika suatu hari anaknya pasti akan menanyakan hal ini padanya.
“Dengarkan ibu baik-baik nak..kami berdua tidak pernah mau menitipkan kamu kepada Justin..waktu itu ayah tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya rumah sakit dan terpaksa ibu meminjam kepada uncle kalian..uncle kalian memberikan sebuah surat perjanjian sebagai bukti peminjaman..ibu setuju dan langsung menandatangani surat itu tanpa membacanya terlebih dahulu..sehari setelah itu uncle kalian datang dan menagih hutangnya,kami sedikit terkejut dengan kedatangannya ditambah isi dari surat itu benar-benar gila..disurat itu tertera jika bunga dari pinjaman itu sebesar 50% perharinya..dan jika kami tidak bisa membayarnya dalam waktu sehari itu maka salah satu dari kalian akan ia ambil sebagai anak angkat..kami awalnya tidak mau namun uncle kalian merebut salah satu dari kalian secara paksa..”jesica menghentikan ceritanya karena tidak kuasa menahan tangisnya
“Hiks..hiks..tapi kenapa harus aku ibu?..katakan kenapa harus aku?”suara Emilia sedikit meninggi.
“Waktu itu aku sedang menyusuimu dan unclemu kebetulan datang..kami berdebat untuk beberapa saat hingga unclemu mengambil secara paksa dirimu dari gendongan ibu,,”jesica mencoba menjelaskan secara perlahan kepada putri sulungnya.
Dengan air mata yang mengalir deras,jesica mencoba mendekati putrinya yang juga sedang menangis bahkan tubuh Emilia bergetar hebat.
__ADS_1
“Maafkan ibu nak..maafkan ibu yang tak bisa berbuat apa-apa saat itu..”jesica memeluk erat tubuh putrinya yang semakin gemetar karena menangis.
Damian yang berada disamping Emilia memilih diam,ia bukannya tak ingin merangkul wanitanya,ia hanya ingin memberikan Emilia waktu untuk menyelesaikan masalahnya.Namun tatapannya tak teralihkan sedikit pun,ia tetap waspada jika sewaktu-waktu tubuh gemetar itu tiba-tiba luruh.
“Kenapa harus aku ibu yang merasakan semua rasa sakit itu..”teriaknya di dalam pelukan sang ibu.
“Sa-sakit..rasa sakit apa yang kau bicarakan nak..?”jesica menatap putrinya dengan tatapan penuh tanya.
“Dia tidak menganggapku sebagai anak bu..dia memperlakukanku seperti robot dan mesin uang..dia merenggut kebahagiaanku bu..dia selalu memaksaku untuk mengikuti semua rencana jahatnya..dia jahat bu..dia menyakitiku..”suara tangisan Emilia terdengar pilu hingga jesica kembali mengeratkan pelukannya.
“Maafkan ibu..maafkan ibu karena tidak mengetahui semua yang kau rasakan selama ini..ibu tidak menyangka uncle mu akan berbuat sejahat itu..”
Sungguh jesica benar-benar tidak menyangka selama ini anaknya mengalami tekanan selama bersama sang kakak.
“Dia jahat bu..dia..ja..ha..t..”Kini tubuh Emilia benar-benar luruh ke lantai.
“Emilia..”teriak jesica kala merasakan tubuh putrinya semakin berat.
Dengan sigap Damian menangkap tubuh lemah itu dan membawanya ke atas sofa.Wijaya juga terkejut karena putrinya tiba-tiba tak sadarkan diri.
“Michael..”panggil Damian
Michael mengerti dengan isyarat tuannya,ia bergegas mendekat ke arah nona nya lalu memeriksa keadaannya.
Wijaya menghampiri sang istri dan merangkulnya untuk menenangkan.Michelle pun ikut mendekati sang ibu mengelus lembut lengannya.
“Nona mengalami syok sehingga ia tak sadarkan diri..untuk sementara waktu biarkan nona istirahat..”
“Mom..aku butuh minyak aromaterapi dengan aroma lemon grass atau sejenisnya..”Michael menoleh ke arah jesica.
“Ada tunggu sebentar..”jesica bergegas mengambil sesuatu yang dibutuhkan sang anak.
“Terima kasih mom..”ucap Michael
“Tenang saja tuna..nona baik-baik saja..biarkan nona istirahat sejenak sebentar lagi nona pasti akan sadar..”jelas michael yang melihat raut wajah penuh kekhawatiran dari Damian.
Bersambung….
__ADS_1
Besok lagi yah..