HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 127


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Damian diam sejenak di dalam mobil yang sudah terparkir di depan mansion sang ayah sejak 1 menit yang lalu.Entah apa yang sedang ia pikirkan,Emilia memilih untuk membiarkan sang suami termenung sejenak tanpa berniat mengganggu.


“Huft..”helaan nafas panjang terdengar setelah beberapa menit ia termenung.


Emilia meraih tangan sang suami yang sedikit dingin,ia tahu jika Damian sedang gugup saat ini.


“Hey..apa kau gugup?”tanya Emilia


“Sedikit”jawabnya singkat.


Seperti perintahnya pagi tadi,Damian meminta kepada Louis untuk memberitahu sang ayah dan kedua orang tua Emilia berkumpul di mansion utama.Namun ia meminta agar kedatangannya di rahasiakan terlebih dahulu karena takut mereka semua akan syok dan tidak percaya.


“Sudah siap?”tanya Emilia sembari menggenggam erat tangan Damian


Damian menoleh ke arah Emilia,lalu menganggukkan kepalanya dengan yakin.


Ceklek..


Pintu mobil terbuka,Emilia turun terlebih dahulu dan setelah itu disusul oleh Damian.Dua orang pengawal langsung terkejut,bahkan tanpa disadari,mulut mereka tengah terbuka lebar.


“Tu-tu-tuan..mu—da”ujar salah satu pengawal dengan bersusah payah.


Emilia tersenyum melihat ekspresi kedua pengawal,jika diperhatikan,ekspresi keduanya seperti melihat hantu saat ini.


Damian masuk dan menyempatkan menepuk bahu keduanya secara bergantian.


“Aku masih hidup”ujar nya sembari berlalu masuk.


Sedangkan diruang tengah,Vernandez dan Wijaya tengah mengobrol sembari menikmati secangkir kopi panas.Mereka terlihat akrab,bahkan suara gelak tawa Wijaya terdengar hingga ke depan.


“Baby..tunggulah disini..aku akan menjelaskan sedikit kepada mereka agar mereka tidak terlalu terkejut..terlebih lagi daddy baru saja keluar dari rumah sakit”pinta Emilia yang dijawab anggukan kepala oleh Damian.


Emilia mengelus pipi Damian sejenak sebelum akhirnya ia melangkahkan kaki menuju ruang tengah tempat kedua orang tuanya berkumpul.


“Hy guys..”sapa Emilia dengan nada yang sedikit berbeda.


Mereka semua menoleh secara bersamaan,dan secara kompak juga mereka mengernyitkan dahi melihat ekspresi Emilia yang sedikit berbeda.


“Kau baik-baik saja nak?”tanya Vernandez yang terheran-heran melihat wajah berseri sang menantu.


“Benar nak..apa kau baik-baik saja?”timpal Wijaya yang juga merasa aneh dengan ekspresi ceria Emilia.


Bukan tanpa alasan mereka merasa bingung,itu karena selama 5 bulan lamanya,Emilia selalu menampilkan wajah dingin dan muram.


“Aku baik dad..bagaimana dengan daddy?..apakah daddy sudah lebih baik?”tanya Emilia sembari mendaratkan bokongnya di atas sofa.


“Kau lihat sendiri..aku bahkan sudah bisa tertawa lebih keras dari hari-hari sebelumnya”jawab Vernandez


Emilia mengangguk”bagaimana dengan ayah dan ibu?..apakah kalian baik-baik saja?”kini matanya beralih menatap ke arah ayah dan ibunya


“I-iya kami baik”jawab jesica mewakili sang suami yang terlihat semakin bingung


“Lalu bagaimana denganmu uncle”kini Emilia beralih menatap laki-laki yang menjadi gurunya selama 5 bulan terakhir.

__ADS_1


“Saya baik nona”jawab Gery dengan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.


“Kak Michael,Michelle aku harap kalian juga baik-baik saja”tidak lupa ia menyapa kedua saudaranya yang sedari tadi terlihat sudah tidak sabar.


“Kami baik”jawab Michelle singkat


“Syukurlah jika kalian semua baik-baik saja karena setelah ini aku akan memberikan kejutan untuk kalian semua..dan tentu saja kejutan ini akan sedikit membuat kalian terkejut..jadi aku harap kalian menyiapkan diri”ujar Emilia menatap Vernandez dan kedua orang tuanya secara bergantian.


Vernandez menatap ke arah Wijaya mencoba mencari jawaban untuk apa yang dikatakan oleh menantunya,namun Wijaya tak bisa memberi jawaban apapun karena ia sendiri terlihat bingung.


“Baiklah..hari ini aku ingin mempertemukan kalian dengan seseorang yang sudah sangat kalian rindukan..orang yang kita sangka pergi untuk selamanya dan orang yang membuat kita merasa kehilangan selama 5 bulan ini..”Emilia menghentikan kalimatnya ketika orang-orang yang berada di hadapannya saling pandang.


“Daddy tidak mengerti”ujar Vernandez


“Ayah juga tidak mengerti”imbuh Wijaya


Emilia tersenyum”jika begitu persiapkan diri kalian..jangan sampai kalian pingsan nantinya karena aku yakin kalian tidak akan percaya dengan apa yang akan kalian lihat nanti”lanjut Emilia


“Masuklah beib”teriak Emilia


Semua mata menatap fokus ke arah pintu,mata mereka bahkan tidak berkedip saat ini.Suara langkah kaki terdengar semakin mendekat,begitu juga dengan suara detak jantung mereka yang semakin berpacu.


“Da—m-ian.,”ujar Wijaya terbata-bata ketika laki-laki berpostur tegap itu sudah masuk ke ruang tengah.


Semua terlihat terkejut,dan semua itu tergambar jelas di wajah mereka yang hadir di ruangan itu.


Vernandez masih terdiam,bibir dan lidahnya terasa kaku saat ini.Ia begitu kesulitan untuk mengucapkan kalimat yang sangat ingin ia ucapkan.


“Tu—tua-n..”panggil Michael dengan bersusah payah,bahkan cairan bening mulai terlintang menggenang di pelupuk matanya.


Damian melangkah lebih dekat ke arah mereka yang masih tak berkedip dan tak bergerak.Entah mengapa suasana menjadi haru,sehingga Damian harus menyeka air matanya yang mulai mengalir tanpa dikomando.


“Dad..”panggil Damian kala ia sampai di depan seseorang yang begitu ia rindukan setelah sang istri.


“Damian..”lirih Vernandez diiringi oleh tetesan cairan bening dari matanya.


“Ya..ini aku”jawab Damian sembari berjongkok di hadapan sang ayah.


Vernandez menoleh ke arah sang menantu,dan dijawab anggukan kepala oleh Emilia.


Kini ia kembali beralih menatap Damian yang masih setia menggenggam tangannya dan menatapnya penuh kerinduan.


“Ini aku dad..Damian”ujar Damian


Hhaappp!!!


Vernandez meraih tubuh Damian dan membawanya kedalam pelukannya.Bahkan ia memeluk begitu erat putra semata wayangnya dengan sangat kencang.


“Dad…i Miss you and i’m sorry”ujar Damian lirih


Vernandez mengangguk namun tak satu pun kalimat yang berhasil terucap dari mulutnya.


Damian melerai pelukannya dengan sang ayah lalu menatap sang dalam-dalam.


“Maaf karena telah membuatmu bersedih dan jatuh sakit dad”imbuh Damian

__ADS_1


“Tidak..kau tidak salah..ini semua takdir dan aku bersyukur karena ia masih melindungi mu hingga saat ini”jawab Vernandez


Setelah itu,Damian beralih menghampiri kedua mertuanya yang juga masih mematung.


“Dad..mom..terima kasih karena telah menjaganya selama aku tidak ada”ujar Damian


Wijaya tersadar dan langsung meraih tubuh Damian.


”syukurlah Tuhan masih memberikan kesempatan yang begitu luar biasa untukmu”ujar Wijaya


Damian memeluk kedua mertuanya secara bergantian lalu ia beralih menatap kakak beradik yang sudah berderai air mata.


“Kemarilah..”panggil Damian yang tahu jika kedua Kakak beradik itu sangat merindukan dirinya.


“Tuan..”Michael menghamburkan pelukannya bak sepasang sejoli yang telah lama berpisah.


“Hey..jangan memelukku terlalu lama..istriku adalah seorang yang posesif”ledek Damian


Michael langsung melerai pelukannya dan melihat ke arah Emilia.


“Maaf..aku hanya merasa sangat senang”ujar Michael


Kini Damian beralih Michelle”kau sudah sembuh?..aku dengar kau sempat tak bisa berjalan”tanya Damian


“Sudah tuan..dan semua itu tidak akan berhasil tanpa semangat dari nona”jawab Michelle


Damian mengangguk lalu sekilas melirik sang istri.


Setelah menyapa dan menumpahkan rindu kepada semua orang,kini Damian berdiri dan menghampiri seseorang yang sedari tadi menundukkan kepalanya.


“Apa kabar uncle?”tanya Damian kepada Gery


“Baik tuan..bagaimana dengan anda?”tanya Gery


“Aku baik”jawab Damian singkat


“Syukurlah”balas Gery


Bbbuugghhh!!!


Tiba-tiba Damian mendaratkan sebuah pukulan keras ke arah perut Gery.


“Damian..”teriak Emilia yang terkejut dengan apa yang dilakukan sang suami.


“Uuhhukss..uuhhuuukkss”Gery memegangi perutnya karena ia tak tahu jika Damian akan menyerangnya


“Terima kasih karena uncle telah menjaga dan menjadi pembimbing untuk istriku selama 5 bulan terakhir,aku akan memberikan hadiah untuk itu..dan tadi hukuman untuk uncle karena membiarkan istriku bertarung dengan seorang bajingan yang hampir membunuh istriku”ujar Damian lalu berlalu menghampiri sang istri


Gery kembali mengambil posisinya”maafkan saya tuan”ia membungkukkan badannya


“Tidak apa uncle..”jawabnya singkat.


Setelah pertemuan yang haru itu berlalu,mereka pergi ke meja makan untuk menyantap hidangan yang sudah disediakan khusus oleh para koki untuk menyambut kedatangan Damian.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2