HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 91


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Sudah hampir 2 jam lamanya Emilia dan Michelle duduk di atas sofa mewah di dalam mansion utama keluarga Vernandez.Meskipun sofa yang mereka duduki terasa sangat empuk dan nyaman,tetap saja bokong mereka berdua terasa panas.


Emilia menghembuskan nafasnya kasar kala orang yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang untuk sekedar menyapa nya.


“Nona..apakah anda baik-baik saja?”tanya Michelle yang melihat nonanya memasang ekspresi kesal.


“Sepertinya kesabaranku sudah habis”jawab Emilia yang langsung berdiri.


“Anda ingin kemana nona?”michelle ikut berdiri


“Aku harus mendatangi langsung jika dia tak mau mendatangiku”Emilia mulai melangkah menuju tangga.


Para pengawal langsung bersiaga dan segera menghadang langkah Emilia.


“Berhenti nona”Teriak salah satu pengawal


“Minggir..aku sudah cukup bersabar sedari tadi”kini Emilia menatap tajam ke arah para pengawal tanpa takut sedikitpun.


“Maaf nona..jika anda bertindak lebih jauh lagi kami tidak segan untuk melukai anda..”ancam sang pengawal.


“Hah..apa kalian pikir aku peduli?”smrik khas seorang Damian terukir jelas di raut wajah Emilia.


Michelle yang berdiam diri sedari tadi dengan wajah penuh kekhawatiran,terkejut tidak percaya dengan keberanian sang nona.


“Apakah nona sedang dirangsuki oleh roh tuan Damian atau semacamnya”gumam Michelle dalam hati.


“Tuan Vernandez!!!!..”teriak Emilia lantang


“NONA!!..”bentak salah satu pengawal


“Sampai kapan anda akan mengurung diri dan menyalahkan orang lain atas apa yang telah terjadi”teriak Emilia dengan lantas dan tegas.

__ADS_1


“Nona..kami tidak pernah main-main dengan ucapan kami meskipun anda seorang wanita”


“Aku tidak akan takut dengan apa yang akan kalian lakukan..tujuanku kesini hanya untuk bertemu dengan tuan Vernandez”


Seakan menantang,Emilia melangkah maju menuju tangga yang sudah dijaga ketat oleh para pengawal.


“Nona..saya peringatkan sekali lagi..mundur atau kami akan melakukan tindakan”ujar sang pengawal yang menahan tangan Emilia dengan tatapan tajam.


“Lakukan sesuka hatimu”jawab Emilia yang membalas tatapan sang pengawal.


Emilia melangkahkan kakinya lagi namun kali ini sang pengawal memenuhi ucapannya,tubuh Emilia ditarik kebelakang dan dihempaskan begitu saja hingga ia jatuh tersungkur.


“Nona..”teriak Michelle yang langsung menghampiri Emilia.


“Hah..lumayan”ujar Emilia meremehkan


Emilia kembali berdiri meskipun siku nya terasa sedikit berdenyut karena terbentur dilantai saat menopang tubuhnya.


“Tidak..aku tidak akan berhenti sampai tuan Vernandez keluar menemuiku”teriak Emilia.


“Aku disini”jawab seseorang yang baru saja tiba yang tak lain adalah tuan Vernandez


Semua orang menoleh ke arah sumber suara,Emilia tersenyum senang melihat seseorang yang datang.


“Maaf tuan..nona ini sangat keras kepala”lapor salah satu pengawal.


Vernandez menggerakkan tangannya sebagai isyarat agar mereka pergi dari tempat itu.


“Sekarang katakan..apa yang ingin kau sampaikan hingga kau membuat keributan di dalam mansionnya dan setelah itu kau boleh pergi”suara Vernandez terdengar dingin persis seperti Damian ketika sedang marah.


“Saya hanya ingin anda berdamai dengan masa lalu anda dan terimalah maaf dari putra anda meskipun ia tak bersalah dalam hal ini”ujar Emilia tO the point


Awalnya ia ingin berbicara dari hati ke hati,namun karena sikap Vernandez yang acuh dengan kedatangannya membuatnya sedikit kesal.

__ADS_1


“Berdamai?..siapa kau berani memerintah kU?”Kini Vernandez menatap remeh ke arah Emilia.


“Maaf jika saya lancang tuan..saya rasa anda sudah tahu siapa saya dan apa hubungan saya dengan putra anda..saya tidak bermaksud memerintah anda,saya hanya mewakili Damian untuk meminta maaf kepada anda karena kesalahan masa lalu..”


“Hahahaha..apakah bocah itu berubah menjadi seorang pengecut sekarang sehingga meminta seorang wanita untuk menyampaikan maaf kepadaku”Vernandez tertawa renyah mendengar penuturan sang calon menantu.


Emilia tersenyum sekilas.


”Saya melakukan ini bukan karena perintah dari siapa pun..ini murni karena inisiatif saya sendiri..mungkin anda berpikir ia begitu pengecut karena tak datang sendiri dan meminta maaf secara langsung kepada anda..tapi maaf apa yang anda pikirkan tidak benar..”


“Ia yang anda anggap sebagai pengecut begitu perduli dengan anda..ia bisa saja datang dan berbicara langsung atau bahkan ia datang setiap hari hanya sekedar untuk menyapa anda namun ia tak melakukan itu..bukan karena tak ingin,ia tahu jika anda akan merasa tidak nyaman jika bertemu dengannya maka dari itu ia memutuskan untuk tidak mengganggu anda”Emilia menghentikan kalimatnya kala Vernandez memotong pembicaraannya.


“Ia bukannya tak ingin menggangguku tapi dia memang tidak pernah mengakui kesalahannya”potong Vernandez


“Kesalahan seperti apa yang anda maksud?..kematian istri anda murni karena sebuah kecelakaan lalu dimana letak kesalahan Damian?”emilia benar-benar dibuat kesal dengan sikap keras kepala Vernandez


“Kau tidak tahu apapun tentang kejadian itu..istriku meninggal karena mengikuti kemauan bocah itu..andai saja ia tak menangis dan memaksa istriku mengantarnya maka semua ini tidak akan terjadi..istriku pasti masih hidup dan bersamaku saat ini..dan aku tidak akan kesepian seperti sekarang ini”ujar Vernandez sendu.


“Benarkah?..jika saja anda tidak pergi waktu itu bisa saja Damian tidak menangis dan meminta istri anda untuk mengantarkannya ketempat anda..bukankah disini anda juga bersalah?..dan lagi apakah yang merasa kehilangan hanya anda seorang?..apakah yang merasa kesepian hanya anda?”


“Tidak tuan..jika anda merasa kehilangan,putra anda jauh lebih merasa kehilangan bahkan ia kehilangan kasih sayang dari sang ayah yang seharusnya menjadi penyemangatnya..anda merasa kesepian?..putra anda jauh lebih merasa kesepian..ditinggal ibu dan ayah sekaligus bahkan selama hidupnya ia hanya ditemani 3 bersaudara dan para pekerja di mansion..apakah anda pernah perduli dengan trauma yang ia alami selama ini karena kecelakaan tersebut..oh atau anda tidak tahu karena anda sudah membuangnya..”


“CUKUPPP!!!…kau tidak tahu apapun..”


“SAYA TAHU TUAN..BAHKAN SAYA SANGAT TAHU WALAU HANYA TINGGAL BEBERAPA BULAN DENGANNYA..TRAUMA,KESEDIHAN,RASA BERSALAH..IA RASAKAN SELAMA BERTAHUN-TAHUN LAMANYA SEORANG DIRI..BAHKAN IA MENJADI MANUSIA SADIS KARENA KETERPURUKANNYA”teriak Emilia dengan air mata penuh emosi.


Vernandez terdiam sejenak mendengar ungkapan kekasih sang putra.Didalam kepalanya begitu banyak pertanyaan yang melintas begitu saja.


“Beginikah jika seorang keras kepala bertemu dengan kepala batu?”gumam Michelle dan Gery dalam hati.


Mereka berdua hanya terdiam menyaksikan perdebatan antara calon menantu dan calon mertua yang sama-sama keras kepala.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2