
✨Happy Reading✨
Suasana di ruang tamu masih sepi,tidak ada obrolan yang tercipta diantara mereka hingga Wijaya mencoba membuka suara.
“Maaf tuan Damian jika saya lancang..jika boleh saya tahu dimana anda bertemu dengan putri saya?”wijaya manatap penuh tanya ke arah Damian.
“Tidak perlu merasa sungkan tuan Wijaya..waktu aku tidak sengaja bertemu dengannya ketika menyelamatkan adik Albert yang diculik oleh Justin..dia berada di pihak Justin waktu itu dan Albert menyerahkannya padaku dengan alasan dia adalah kakak dari Emily”jelas Damian
Louis menahan nafasnya sejenak mendengar obrolan di antara keduanya.Entah kenapa ia merasa khawatir jika tuannya merasa tak nyaman dengan pertanyaan dari ayahnya.
“Aku sempat melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku dengan ikut memberinya rasa sakit tanpa aku tahu jika selama hidupnya ia sudah merasakan sakit..namun sekarang aku ingin menggantikan semua rasa sakit itu dengan sebuah kebahagiaan yang ia tak dapat sebelumnya..”Damian melirik ke arah Emilia yang masih terkulai lemas.
“Terima kasih tuan Damian..terima kasih karena anda sudah berbaik hati menggantikan saya memberinya kebahagiaan..saya bukanlah sosok ayah yang baik bagi anak-anak saya dan saya merasa tidak yakin jika ia akan bahagia berada di sisi saya,.”Wijaya menundukkan kepalanya karena merasa gagal menjadi sosok ayah bagi anak-anaknya.
“Dad..jangan bicara seperti itu..kau sosok ayah baik bagi kami..semua ini terjadi karena takdir dad..ini bukan kesalahan daddy..”Michael menggenggam tangan sang ayah.
“Benar kata Michael tuan..semua yang terjadi di dunia ini sudah diatur sedemikian rupa oleh yang maha kuasa…tugas kita hanya menjalani dan berusaha berbuat yang terbaik untuk hidup kita sendiri,,”jelas Damian (sok bijak iblis ini ye kan🤪)
“Nngghhh..”lenguhan kecil mulai terdengar dari sofa tempat Emilia berbaring.
“Damian..hiks..hiks..hiks..”isakan kecil juga terdengar.
Semua orang menoleh ke arah Emilia,sedangkan Damian langsung bergegas menghampiri wanitanya.
“Ssttt…aku disini..”Damian membawa tubuh Emilia ke dalam pelukannya.
Damian membiarkan wanitanya menangis dalam pelukannya,ia mengelus punggung Emilia dengan lembut berusaha memberi kenyamanan untuk wanitanya.
“Sudah..kau sudah lebih tenang?”tanya Damian kala ia tak mendengar isakan lagi dari arah pundaknya.
Emilia mengangguk lalu melerai pelukannya dengan Damian.
“Apa kau haus?”damian mengambilkan segelas air yang ada di atas meja.
“Terima kasih”ujarnya
Setelah merasa lebih tenang,Emilia mengedarkan pandangannya ke arah sang ibu dan ayahnya yang terlihat sudah menanti panggilan darinya.
“Ayah..ibu..”panggilnya
Benar saja wajah keduanya nampak berbinar kala suara panggilan itu terdengar merdu ditelinga mereka.
“Aku rindu kalian..”ujar Emilia memeluk kedua orang tuanya dengan erat.
“Kami juga sangat merindukanmu nak”sahut Wijaya.
Damian menyingkir sejenak memberi ruang untuk keluarga kecil yang baru saja berkumpul bersama setelah sekian lama.
“Hhmm..mom bolehkah aku ikut berpelukan?”tanya Michelle sembari menautkan jari-jarinya.
“Tunggu…mom?..apa maksudnya?..kenapa kau memanggil ibuku dengan sebutan mom?”tanya Emilia yang segera melerai pelukannya.
“Anda tahu nona..sekarang kita adalah saudara”jawab Michelle bersemangat.
__ADS_1
“Saudara?”emilia semakin penasaran.
“Benar nak…dulu ayah mempunyai seorang istri dan tiga orang anak sebelum bertemu dengan ibumu..kami memilih berpisah karena suatu alasan dan akhirnya aku menikah dengan ibumu..anak-anak ayah dibawa oleh mantan istri ayah.,ayah berusaha mencari mereka namun ayah tak bisa menemukan mereka..hingga hari itu datang dan Tuhan mempertemukan kami..”jelas Wijaya menatap secara bergantian ketiga anaknya.
“Jadi maksud ayah..kak Louis,Michael dan Michelle adalah saudara tiriku?”tanya Emilia
“Benar nak..”
“Waahh..aku memiliki kakak sekarang..”seru Emilia dengan wajah gembira.
“Ya..ayah sekarang mempunyai 2 anak laki-laki,3 anak perempuan,satu menantu dan..”Wijaya menghentikan kalimatnya.
“Dan apa ayah?”tanya Emilia semakin penasaran.
“Dan satu calon menantu..”bisiknya ditelinga Emilia sembari melirik ke arah Damian yang masih duduk dengan santai di atas sofa.
“Siapa yang mau menikah dengannya yah?”emilia ikut berbisik.
“Bukankah kau akan menikah dengannya?”
“Aku tidak tahu yah karena dia tidak kunjung melamarku”sindirnya dengan suara yang bisik-bisik.
“Sudah sudah tidak baik berbisik-bisik seperti itu”ujar jesica
“Kemarilah..kita berpelukan bersama..”jesica mengajak semua anaknya untuk berpelukan.
Dengan senang hari Michael dan Michelle berjalan menghampiri mereka lalu ikut berpelukan.
“Louis kau tidak mau ikut berpelukan?”tanya jesica
“Ayolah kak ikut kami berpelukan”ledek Michael yang tahu jika saat ini kakaknya sedang menjaga image di depan tuannya.
“Tidak kau saja..”tolaknya lagi.
“Pergilah..aku tidak akan melihatnya”ujar Damian yang langsung berpura-pura menutup mata.
“Tidak tuan..saya disini saja”Louis masih menolak dengan gaya cool nya.
Namun tiba-tiba suara teriakan mengejutkan mereka semua.
“Hheeyyyyy….kalian melupakanku..”teriak seseorang dari balik pintu.
Semua orang menoleh ke arah sumber suara,dan siapa sangka mereka kedatangan tamu tak di undang.Seorang wanita yang tengah berbadan dua berjalan menghampiri mereka.
“E-Emily..”Emilia tertegun sejenak melihat sang adik.
“Kau jahat kak..kau tak menghubungi sampai saat ini..”tanpa aba-aba ia memeluk sang kakak yang masih terdiam.
“Honey bisakah kau berhati-hati..ingat ada junior di dalam sana”ujar sang suami posesif.
“Kau pun sama jahatnya denganku…kau menikah bahkan saat ini kau sudah mengandung tapi kau tidak memberitahuku sama sekali”ujar Emilia tak mau kalah.
“Bukannya aku tidak mau kak..kata Albert kau sedang liburan bersama Damian..”jawab Emily polos yang berhasil membuat sang suami mengalihkan pandangannya karena merasa kebohongan terbongkar.
__ADS_1
“Liburan?…bersama Damian?”gumam Emilia sembari melirik ke arah Albert dan Damian secara bergantian.
“Liburan katanya..liburan macam apa seperti itu..dia menyiksaku..”gerutu Emilia dalam hati.
“Ah iya liburan..aku liburan bersamanya..kau tahu aku sangat merindukanmu..”Emilia memeluk erat sang adik.
“Aku juga kak..aku sangat merindukan moment seperti ini..kita sudah benar-benar seperti Kakak beradik yang sesungguhnya sekarang”celoteh ibu hamil itu.
“Aku mempunyai sebuah ide..”seru Emilia sembari tersenyum devil ke arah Albert dan Damian.
“Apa kak?”
“Ayah..ibu..bolehkah kami semua menginap disini..aku ingin merasakan menjadi keluarga yang lengkap dan tinggal bersama”ujar Emilia memberi ide.
“Tentu nak..malah kami akan sangat senang”sahut Wijaya.
“Bagaimana dek..kamu mau kan?”tanya Emilia kepada sang adik.
“Ide yang bagus kak”jawab Emily tak kalah bersemangat.
“Kak Louis mau kan?…Michael dan Michelle juga mau kan?”kini Emilia menatap ketiganya dengan tatapan penuh harap.
Louis tidak menjawab apapun tapi si kembar kompak menganggukkan kepala.
“Ah aku melupakan kakak-kakak baruku.,”ujar Emily
“Kau sudah tahu?”tanya Emilia heran
“Tentu saja..ayah memberitahu beberapa hari yang lalu”pamer Emily
“Tapi ayah tidak memberitahuku”ujar Emilia kesal.
“Bagaimana caranya ayah memberitahu kakak sedangkan ayah tak bisa menghubungi kakak ataupun bertemu”jawab sang adik
“Sudahlah..kenapa kalian bertengkar..lebih baik ikut ibu ke dapur kita memasak bersama”jesica berdiri dan berjalan mendahului mereka.
Para perempuan kini sudah beranjak dari tempat itu diikuti oleh Wijaya di belakangnya karena laki-laki tua itu tahu jika para lelaki muda membutuhkan ruang untuk mengobrol.
“Kau bujuk lah kekasihmu itu untuk pulang ke mansion”seru Albert
“Kenapa tidak kau saja yang membujuk istrimu untuk pulang”sahut Damian
“Dia tidak akan mau dan aku tidak mau memaksanya karena dia sedang hamil”jawab Albert tak mau kalah.
“Kalau begitu biarkan saja..”Ujar si damian pasrah
“Louis bujuk Michelle agar pulang ke mansion”perintah damian yang membuat sahabatnya tersenyum geli.
“Bahkan kau sendiri pun tak rela jika harus tidur sendiri di ranjang besar”ledek Albert dengan senyum remeh.
“Aku hanya membantumu agar kau bisa tetap menjenguk junior”balas damian.
Begitulah mereka saling melemparkan ledekan satu sama lain,sedangkan Louis dan Michael hanya bisa menggeleng mendengar perdebatan mereka.
__ADS_1
Bersambung…
Part terpanjang sih ini😮💨