
✨Happy Reading✨
Raut wajah penuh kekhawatiran terlukis jelas di wajah Michelle.Meskipun ini ide dari nona nya,tetap saja ia sedikit takut karena ini kali pertama baginya menginjakkan kaki di mansion utama keluarga Vernandez.
Berbeda dengan Michelle,Emilia nampak begitu antusias membayangkan rencana yang ia buat akan sangat seru.Ia sudah tidak sabar melihat ayah dan anak kembali menyatu.
“Apakah masih jauh?”tanya Emilia sembari menatap kedepan.
“500 meter lagi kita akan sampai nona”ucap sang sopir.
Emilia mengangguk mengerti lalu menoleh ke arah samping dan melihat ekspresi Michelle.
“Ada apa Michelle?”tanya Emilia penasaran.
“Tidak apa nona..saya hanya sedikit gugup”jelas Michelle
“Gugup?..kenapa?”
“Ini pertama kalinya saya akan memasuki mansion utama keluarga Vernandez dan tentunya saya sedikit gugup”
“Oooo..”Emilia manggut-manggut dengan mulut membentuk bulat.
Matanya kembali fokus ke arah depan,tak jauh dari sana terlihat sebuah bangunan kecil dengan 2 orang berada di dalamnya.
Mobil mereka berhenti tepat di sebelah bangunan kecil yang di depannya terdapat gerbang tinggi berwarna hitam.
“Kenapa kita berhenti?”tanya Emilia
“Kita harus melewati pengecekan para pengawal terlebih dahulu nona,sama seperti seseorang yang asing masuk ke lingkungan mansion tuan Damian”jelas Michelle
Emilia kembali menganggukkan kepala,lalu pandangannya tertuju kepada 2 laki-laki berbadan tegap yang menghampiri mobil mereka.
Kaca mobil mulai diturunkan oleh sang sopir,salah satu pria berbadan tegap lengkap dengan senjata ditangan menundukkan kepala untuk bertanya.
“Apa tujuan kalian dan siapa yang menyuruh kalian?”tanya sang pengawal
“Kami ditugaskan khusus oleh tuan Damian untuk membawakan bingkisan kepada tuan Vernandez sebagai ungkapan permintamaafan nya”ujar sang sopir sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Emilia.
Kedua pengawal itu seperti tidak percaya,mereka mengkerutkan dahi sebagai tanda curiga.
__ADS_1
“Apa yang dia katakan itu memang benar,jika tidak percaya kau bisa memeriksanya di belakang”Imbuh Emilia
Salah satu pengawal berjalan kebelakang,pada saat yang bersamaan pintu bagian belakang terbuka.Terlihat beberapa bingkisan tersusun rapi di bagasi belakang.Seperti biasa para pengawal memeriksa satu persatu dan Emilia tidak keberatan dengan hal itu.
Beberapa menit menunggu akhirnya mereka diijinkan untuk masuk.Kini mobil mereka sudah terparkir di loby mansion.Diluar sana terlihat beberapa pengawal berjaga ketat lengkap dengan senjata mereka masing-masing.
“Hah..kenapa begitu banyak pengawal di mansion ini”gerutu Emilia
“Bukankah di mansion tuan Damian juga ada banyak pengawal nona”ujar Michelle mengingatkan
“Benarkah?..aku tidak menyadarinya”jawab Emilia santai
“Hah bagaimana anda menyadarinya sedangkan anda bisa keluar masuk tanpa pemeriksaan yang ketat”gerutu Michelle dalam hati.
Mereka berdua turun dari mobil,dan tentu saja kedatangan mereka disambut oleh dua pengawal pintu utama.
“Kami diutus oleh tuan Damian untuk membawakan bingkisan kepada tuan Vernandez”ujar Emilia mendahului
Namun jawaban yang diberikan oleh Emilia membuat para pengawal semakin bersiaga.Tentu saja Emilia dan Michelle dibuat terkejut dengan tindakan para pengawal.
“Periksa barang bawaan mereka dan kau periksa kedua gadis ini”perintah salah satu pengawal.
“Baiklah keluarkan bingkisan kalian dan kalian bisa pergi”ujar sang pengawal
“Tidak..kami ditugaskan untuk memberikannya langsung kepada tuan Vernandez”tolak Emilia
“Hari ini tuan tidak bisa diganggu oleh siapapun..jadi silakan tinggalkan bingkisan kalian disini lalu pergi”ujar sang pengawal tak ingin kalah.
“Tidak..kami akan tetap memberikannya langsung karena ini perintah dari tuan kami”
“Dan kami juga tidak akan membiarkan kalian masuk karena ini perintah dari tuan kami”
Emilia nampak berpikir sejenak,mereka benar-benar keras kepala dan susah untuk di ajak berkompromi.
“Ini adalah permintaan dari tuan Damian yang tak lain adalah putra dari tuan Vernandez..itu artinya perintah dari tuan Damian merupakan perintah dari tuan Vernandez”ujar Emilia mencoba berkompromi dengan nada bicara sedikit lebih keras berharap tuan Vernandez mendengarnya.
“Dan itu berarti perintah tuan Vernandez harus kalian patuhi juga karena beliau adalah ayah dari tuan Damian..”
“Kami mematuhi perintah beliau..kami tidak ingin mengganggu,kami hanya akan memberi bingkisan ini..jika kami tidak memberikannya langsung,pesan yang ada di dalam bingkisan itu tidak akan tersampaikan karena di setiap bingkisan terdapat pesan yang tersirat”
__ADS_1
Beberapa detik kemudian,seorang pria dengan perawakan mirip Louis muncul dari dalam.Pria itu melangkah untuk menghampiri Emilia dan Michelle.
“Ada apa ini?”tanya Gery
“Maaf tuan..kedua gadis ini bersikeras ingin masuk dan memberikan bingkisan kepada tuan Vernandez”jelas sang oengawal
“Ini bukan kemauan kami,ini perintah dari tuan Damian”potong Emilia
Gery melirik sekilas ke arah dua orang gadis yang masih berdiri dengan ekspresi yang berbeda.Yang satu menunduk seolah takut,dan yang satu berkacak pinggang seperti seorang yang sedang menantang.
“Rupanya gadis ini kekasih tuan Damian”gumam Gery dalam hati.
Tidak perlu merasa heran dengan insting yang dimiliki oleh gery,pria berumur 40 tahun itu tahu semua hal tentang tuan mudanya karena ia sering kali diperintahkan untuk menyelidiki keseharian dari putra tunggal Vernandez.
“Kalian bisa meninggalkan bingkisannya disini dan aku akan memberikannya langsung kepada tuan”ujar Gery
“Tidak..kami tidak bisa membiarkannya disini..tuan memerintahkan kami untuk memberikannya langsung”tolak Emilia lagi.
“Hari ini tuan tidak bisa diganggu..dan jika kalian tetap bersikeras,silakan pergi dari sini”jawab Gery dengan nada dingin.
“Ti-tidak..kami akan tetap disini sampai bisa masuk dan bertemu tuan”
Gery masih diam,ia sedang menerka-nerka apa rencana dari calon nona muda nya itu.
“Ku mohon..ijinkan kami bertemu dengan tuan dan memberikan bingkisan ini..jika tidak nyawa kami menjadi taruhannya”ujar Emilia dengan raut wajah bersedih.
“Benarkah semua ini dari tuan muda..setahu ku tuan muda tidak pernah memberikan bingkisan apapun selama ini”
“Aaa itu..tuan hanya ingin meminta maaf..ya tuan bilang ia ingin meminta maaf dengan cara memberikan bingkisan ini”emilia terlihat gelapan mencari alasan.
“Benarkah?..lalu kenapa tuan muda tidak mengantarkannya sendiri?”
“Tuan muda sedikit gengsi..ya beliau sedikit gengsi..dan nanti setelah tuan menerima maaf dari tuan muda..aku akan menghubunginya”
“Sepertinya kau sangat keras kepala nona”gumam Gery dalam hati.
“Baiklah kalian boleh masuk..namun aku tidak bisa berjanji pada kalian jika tuan akan mau menemui kalian”ujar Gery lalu masuk ke dalam mansion.
Bersambung…
__ADS_1