HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 140


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Suasana di perusahaan VERNANDEZ CORP sedikit berbeda hari ini.Bau semerbak buah strawberry memenuhi setiap sudut ruangan perusahaan itu.


Audrey menatap aneh ke arah tuannya karena sejak tadi Damian terlihat sangat berseri dan bersemangat.Senyum manis terukir jelas di raut wajah tampannya,dan hal itu sedikit membuatnya terlihat berbeda dengan sikap dinginnya selama ini.


“Audrey..”panggil Damian tiba-tiba.


Audrey yang mendengar panggilan dari tuannya langsung menoleh.


“Ada apa tuan?”


“Apakah sudah ada perubahan pada hubunganmu dengan Louis?“Tanya Damian to the point


“Aa..itu..masih sama”jawab Audrey sedikit gugup karena Damian tiba-tiba bertanya mengenai masalah pribadinya.


Akhir-akhir ini Audrey memang sedikit bimbang karena Louis tak kunjung mengatakan apapun padanya padahal sikap Louis terhadap dirinya terbilang cukup manis.


“Hah..dasar payah..dia bahkan tak tahu apapun mengenai cinta”gumam Damian


Damian terdiam sejenak,entah kenapa ia sangat ingin membantu Audrey kali ini.Dalam hatinya timbul perasaan iba dengan apa yang dilalui Audrey selama ini.


“Hhmm..besok pergilah ke kantor cabang,bawa beberapa perlengkapanmu kesana dan diamlah disana selama dua hari..tapi jangan katakan apapun kepada Louis tentang perintahku ini..aku akan mengutus Harry bersamamu..”perintah Damian.


Ia tahu jika selama ini Harry menyukai Audrey.Begitupun Audrey,ia tahu jika Harry menyukainya namun ia harus mengatakan sejujurnya kepada Harry agar pria itu tak menaruh harapan kepada dirinya.


“Ta-tapi tuan..tuan Harry…”Audrey menggantung kalimatnya.


“Aku yang akan memberinya perintah..bersikaplah profesional..aku hanya ingin memberi laki-laki payah itu sedikit pelajaran”sambung Damian.


Audrey mengangguk,ia tak tahu apa maksud dari perintah yang diberikan oleh Damian.Namun apapun itu,ia harap sesuatu yang baik menghampirinya esok hari.


Tidak lama setelah itu Louis masuk ke dalam ruangan.Damian maupun Audrey kembali terdiam dan mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.


Louis tak menaruh curiga apapun,ia juga kembali duduk dan mengerjakan pekerjaannya.


*****


Pukul 23.00


Deretan laki-laki bertubuh tegap dengan pakaian serba hitam tengah berbaris dengan rapi menunggu kedatangannya tuannya.


Malam ini mereka kembali berkumpul di gedung yang menjadi tempat bisnis gelap dilakukan.Louis sudah berdiri dihadapan mereka,dan seorang yang menjadi pemimpin mereka tengah duduk santai di atas kursi kebesarannya.


“Lepaskan aku..”pinta salah satu dari mereka yang telah berani berkhianat.


Damian,bukan dia bukan Damian,laki-laki bermata tajam dengan aura dinginnya bukanlah seorang Damian.Ia adalah Lukas,monster yang ditakuti oleh orang-orang yang tahu bagaimana kejamnya dia.


“Apa?”lukas mendekatkan telinganya dengan tubuh sedikit menunduk.


“Lepaskan aku..”kali ini pria itu sedikit berteriak.


Lukas menyunggingkan bibirnya”lepaskan kau bilang?”


Lukas berdiri”kau meminta dilepaskan setelah apa yang kau perbuat?..hahaha kau adalah orang lama di organisasi ini dan seharusnya kau tahu aturan yang aku buat”ujar Lukas dengan mata yang menatap tajam ke arah pria itu.

__ADS_1


Pria itu hanya bisa diam,padahal ia sudah sangat berhati-hati agar tidak ketahuan.Tapi siapa siangka Lukas akan mengetahui pengkhianatannya.


“Tapi aku akan memberimu kesempatan..kau adalah orang lama dan aku akan memberimu sebuah penawaran”


Sang pria mengangkat kepalanya,manatap penuh harap ke atah Lukas dengan raut wajah senang.


“Louis ambilkan aku dua pedang dan berikan satu untuknya”perintah Lukas


Wajah senang si pria seketika berubah pucat pasi kala mendengar perintah dari seorang Lukas.Ia sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,melawan Lukas bertarung dengan pedang sama saja seperti bermain dengan malaikat maut.


“Ambil..”Louis melempar pedang ke arah si pria.


Pedang itu jatuh tepat Dihadapannya,keringat dingin mulai membanjiri seluruh tubuhnya.


“Bangunlah dan lawan aku..jika kau berhasil mengalahkanku maka aku akan melepaskan mu”ujar Lukas yang sudah bersiap dengan pedang ditangannya.


Si pria hanya bisa pasrah menatap nasibnya nanti,jangankan mengalahkan seorang Lukas,meninggalkan satu goresan saja sudah sangat mustahil.


Lukas mulai berlari ke arah sang pria,dengan tangan gemetar pria itu mengangkat pedangnya.


Ttrraaannggg!!!!


Suara gesekan pedang mulai terdengar,pria itu berusaha menahan serangan Lukas yang cukup cepat dan keras.


Kkkrraaasss!!! Kkkrraaasss!!!


Mata pedang Lukas berhasil menggores,lebih tepatnya meninggalkan lubang yang cukup dalam di bagian perut dan dada laki-laki itu.


“Aaakkhhhhh…”teriak si pria.


Lukas terlihat senang,ia bahkan tertawa melihat musuhnya jatuh terkapar.Ia ingin berjongkok di hadapan sang pria namun sesuatu yang aneh mulai menganggu.


“Hhmm..bau apa ini?”tanya Lukas sembari menutup rapat hidungnya.


Semua orang terlihat bingung dan ikut mencari sumber bau yang dikatakan Lukas.


“Bau?”louis terlihat sedikit bingung.


“Bau seperti apa tuan?”tanya louis


“Bau amis..apa kau tidak menciumnya?..hhooeekkk”tiba-tiba rasa mual pagi tadi kembali menghampiri.


“Amis?..mungkin maksud tuan bau darah.”jelas Louis


“Hhoooeekkk..kenapa darah baj*ngan ini bau amis”keluh Lukas sembari memegangi perutnya yang terus bereaksi


“Tapi bau darah memang amis tuan”imbuh Louis


“Hhooeekkk..tidak..aku tidak pernah mencium bau darah seperti ini”protesnya lagi.


Louis tak menjawab lagi,ia sedikit bingung dengan sikap aneh tuannya.


“Bereskan dia Louis..aku harus kembali ke mansion..perutku benar-benar mual mencium bau darahnya”perintahnya lalu beranjak pergi dari tempat itu.


Louis mengangguk dan segera menjalankan perintah tuannya.Sebuah pistol sudah berada tepat di dahi si pria,tanpa aba-aba Louis melepas timah panas dan si pria jatuh terkapar ke atas lantai.

__ADS_1


Lukas berlari menuju lantai atas,kepalanya benar-benar terasa pusing dan perutnya terasa begitu mual.


“Beib..kau sudah pulang?”panggil Emilia yang sedang duduk di depan meja rias.


Lukas tak menjawab pertanyaan Emilia,ia berlari menuju kamar mandi dan…


“Hhooeekkk….hhooooeekkk”suara itu terdengar lagi.


Emilia segera bergegas menghampiri sang suami.


“Ada apa beib?..apa kau merasa mual lagi?”tanya Emilia dengan nada khawatir.


Lukas mengangkat wajahnya,ia mengangguk lemah setelah mengeluarkan isi perutnya.


“Lukas?”panggil Emilia kala netra mata mereka bertemu.


Lukas tersenyum tipis,ia senang ternyata istrinya sangat mengenal mereka berdua hanya dengan menatapnya.


“Ya ini aku baby..”jawabnya lemah.


“Ada apa?..apa kau habis memakan sesuatu?”tanya nya lagi.


“Aku tidak tahu..bau darah baj*ngan itu sangat amis dan itu membuat perutku terasa mual”jelasnya


“Darah?..bukankah darah memang berbau amis beib”ujar Emilia sedikit merasa aneh dengan jawaban suaminya.


“Aku tidak pernah mencium bau darah seperti itu baby..ini benar-benar sangat bau”imbuhnya.


Emilia tak menjawab lagi”baiklah..kemari aku akan membantumu”Emilia memapah tubuh Lukas menuju ranjang.


Emilia merebahkan Lukas ke atas ranjang”tunggu disini..aku akan membuatkan sesuatu untukmu”Emilia hendak pergi.


“Tunggu..jangan pergi kemana-mana..tetaplah disini.”Lukas menahan tangan Emilia


“Hah baiklah..”Emilia ikut berbaring di samping sang suami.


“Baby..bolehkah aku meminta sesuatu?”tanya Lukas dengan mata berbinar.


Emilia mengangguk”ada apa dengannya,kemana tatapan tajamnya..kenapa tatapannya berubah menggemaskan”gumam Emilia dalam hati.


“Apa?..katakan saja”


“Hhmm..maukah kau mengelus rambutku seperti Ini?”lukas meraih tangan Emilia dan mengusapkannya beberapa kali di kepalanya.


“Ten-tu..”entah kenapa Emilia tersipu dengan tingkah manis suaminya.


Lukas tersenyum dalam pelukan Emilia,ia begitu menikmati setiap sentuhan tangan Emilia di atas kepalanya.


“Kau membuatku mengantuk..berikan aku ciuman selamat malam dan setelah itu aku akan tidur”imbuh Lukas dengan suara manisnya.


Emilia mengangguk dan memberi kecupan singkat di kening Lukas.


“Ada apa dengannya..kenapa dia berubah menjadi kucing”gumam Emilia dalam hati.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2