HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 85


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Cahaya matahari mulai memaksa masuk melalui celah jendela,itu artinya hari telah berganti.Setelah perjuangan panjang selama semalam penuh untuk mengurangi efek dari obat yang disuntikkan Audrey,akhirnya di jam 2 dini hari Emilia bisa tertidur meskipun sesekali merasa kepanasan.


Bahkan Damian sempat menemani wanitanya untuk berendam air dingin.Saat ini posisi mereka saling memeluk satu sama lain di ruangan khusus yang ada dirumah sakit Dion.


“Eenngghh…”lenguhan kecil terdengar dari bibir Emilia.


Sontak Damian membuka matanya kala merasakan gerakan tubuh dari kekasihnya.Bukan hanya sekali,setiap Emilia bergerak,mata Damian otomatis terbuka lebar.


“Baby..kau sudah sadar..”tanya Damian sembari mengusap lembut pipi sang kekasih.


“Sa-kit..”lirihnya sembari memegangi kepala.


“Ssttt…tidurlah..setelah itu sakitnya akan berkurang”ujar Damian yang kembali membawa kekasihnya kedalam pelukan.


“Aku ingin pulang..”pinta nya kala menyadari jika dirinya sedang berada di tempat yang asing


“Tidak bisa..aku harus memastikan jika kau benar-benar sudah sehat..”tolak Damian


“Aku ingin beristirahat di mansion..aku tidak mau disini..”rengek Emilia.


Jika sudah begini,Damian yang terkenal tegas jika sudah memberi perintah akan luluh begitu saja jika berhadapan dengan wanitanya.Bukan karena takut,tapi ia ingin wanitanya merasa nyaman ketika berada di sisinya.


“Baiklah..kita pulang”


Damian beranjak dari tidurnya,mengambil posisi bersiap untuk menggendong sang kekasih.


“Tunggu..kau mau apa?”tanya Emilia yang sedikit bingung.


“Menggendong mu..apa lagi?”


Emilia sontak menggelengkan kepala dengan cepat mendengar jawaban dari kekasihnya.Bukan karena ia tidak mau,tapi ini adalah tempat yang dikunjungi banyak orang dan pasti diluar sana akan ada banyak orang yang melihatnya.


“Kenapa?”

__ADS_1


“Aku malu.,”cicit Emilia sembari menundukkan kepalanya.


“Hah..”Damian menghela nafasnya sejenak lalu tanpa aba-aba ia menggendong Emilia.


“Aakkhh..”pekik Emilia kala merasakan tubuhnya tengah mengambang.


“Sekarang sembunyikan wajahnya di dada ku,,”perintah Damian yang langsung di jawab dengan anggukan kepala.


Mereka akhirnya keluar dari ruangan itu,diluar sana sudah ada Louis dan Michael yang setia menjaga selama semalam penuh.


Mungkin itu hal biasa bagi Louis tapi tidak dengan Michael,ia benar-benar tersiksa menahan rasa kantuknya.


“Selamat pagi tuan..”sapa Louis dan Michael


“Siapkan mobil..kita pulang sekarang..”perintahnya kepada kedua kakak beradik itu.


Tak berselang lama,Dion menghampiri mereka yang baru ingin beranjak.


“Kalian sudah ingin pergi?”tanya Dion


“Apakah efek obatnya sudah benar-benar hilang?”


“Aku rasa sudah..”


“Baiklah..kalian boleh pulang..dan jika terjadi sesuatu kau menghubungiku..”


“Satu lagi..jangan lupa membayar administrasinya..”ujar Dion dengan percaya diri


“Tak usah khawatir..bahkan aku akan membeli rumah sakit jelek ini..”teriak Damian yang sudah sedikit jauh dari posisi Dion.


****


Ditempat lain,seorang wanita tengah berada di sebuah ruangan yang sedikit gelap.Ia mengerjapkan matanya perlahan kala rasa pusing menghampirinya.


Setelah berhasil kabur dari Damian,tiba-tiba seseorang membekap mulut Audrey dengan kain hitam berisikan obat bius dan setelah itu ia tak ingat apa-apa.

__ADS_1


Ia segera beranjak bangun ketika mendengar suara perdebatan dua orang laki-laki dengan nada yang sedikit tinggi.


“Tak bisakah kau bersabar sedikit saja dad?”Bentak Brave


“Sabar?…aku sudah bersabar selama bertahun-tahun lamanya Brave..dan kau masih bertanya apa aku tidak bisa bersabar?”jawab milano tak kalah keras


“Yang kita hadapi adalah seorang monster dad..dia bisa membunuh kita kapan saja jika dia tahu bahwa kita sedang berusaha mengusiknya..bagaimana jika kemarin kau ditangkap dan pistolnya melubangi kepalamu..Hah..”


“Aku bukan tidak mau bergerak dad..aku mencari moment yang pas untuk membunuhnya..dan waktunya bukan sekarang..”suara Brave mulai sedikit merendah.


“Lalu sampai kapan aku harus menunggu..”


“Wanita itu bukan titik kelemahan Damian karena wanita itu adalah berlian baginya..sebuah berlian pasti dijaga dengan ketat dan mustahil bagi pencuri untuk mengambilnya..kita harus memanfaatkan sesuatu yang berharga bagi berlian itu untuk bisa membuat sang pemilik berlian mendatangi kita..”ujar Brave dengan smrik di wajahnya


“Apa maksudmu?”


“Untuk saat ini kau tidak perlu tahu..dan jika moment itu telah tiba..aku akan mulai beraksi”


Ceklek…


Suara pintu terbuka membuat Brave menoleh,wajahnya kini berubah kesal ketika melihat seseorang yang baru saja keluar.


“Brave..”panggil Audrey


Dengan langkah yang panjang Brave berjalan menghampiri Audrey dan..


Plakkkkk….


Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi mulus Audrey..


“Aakhhh…”pekik Audrey merasakan perihnya akibat tamparan Brave


“Ini peringatan untukmu..jika kau berani ikut campur lagi maka aku tidak akan segan2 untuk membunuhmu”ancam Brave dengan menatap tajam kekasihnya.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2