
✨Happy Reading✨
Belum genap satu jam Damian meninggalkan dirinya,Emilia sudah merasa rindu setengah mati.Ia memainkan ponselnya membuka dan menutup setiap aplikasi yang terinstal namun tidak berniat melihatnya dengan serius.
“Hah..”helaan nafas berat kembali terdengar karena sungguh ia merasa rindu.
Kembali ia melirik jam yang berada di dinding,ingin rasanya ia memutar waktu agar berlalu dengan cepat.
“Apa sebaiknya aku menginap di rumah ayah dan ibu?”gumamnya
Setelah memikirkan selama 5 menit,akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah ayah dan ibunya agar suasana hatinya bisa sedikit lebih tenang.
“Michelle..”teriaknya sembari berjalan ke arah dapur.
“Ada apa nona?”tanya Michelle yang baru saja tiba
“Bisakah kau berhenti memanggilku nona?”
“Maaf nona..ini sudah menjadi aturan di mansion ini”
“Baiklah..tapi jika di luar apakah kau bisa memanggil namaku saja?”
Michelle mengangguk setuju.
“Sekarang ganti bajumu..aku ingin kerumah ayah dan ibu untuk menginap..”
“Menginap..apakah tuan mengijinkan?”tanya Michelle
“Asalkan bersamamu dia pasti mengijinkan”
“Tapi..”
“Percayalah padaku “Emilia mengedipkan salah satu matanya.
Dengan berat hati Michelle menuruti kemauan sang nona sekaligus adik tirinya.
“Apa sebaiknya kita mengajak kak Michael?”seru Michelle
__ADS_1
“Kenapa?”emilia mengernyitkan dahinya mendengar ide dari Michelle
“Begini nona..kita tidak pernah tahu siapa musuh tuan diluar sana..mungkin nona merasa aman selama ini karena tuan berada disisi anda..tapi ketika tuan tidak ada saya tidak bisa memastikan bahwa kita akan tetap aman..ditambah lagi kak Louis ikut bersama tuan..saya hanya takut jika anda dalam bahaya karena tuan tidak ada saat ini..”terlihat jelas raut wajah penuh kekhawatiran dari Michelle.
“Baiklah..baiklah kita ajak kak Michael”Emilia menyetujui permintaan Michelle,ia sempat berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Michelle ada benarnya.
Mereka berdua akhirnya pergi ke kamar masing-masing untuk mempersiapkan diri.Namun sebelum itu,Michelle pergi ke kamar sang kakak untuk menyampaikan hal yang baru saja mereka bicarakan.
Ditempat lain seorang wanita tengah berjalan menuju pintu utama perusahaan Vernandez corp.Sebuah kacamata hitam menempel sempurna di sela-sela matanya.
Ia berjalan begitu percaya diri,setelah bertahun-tahun lamanya akhirnya ia bisa menginjakkan kaki di perusahaan ini lagi.
“Nona Audrey..”sapa salah satu penjaga yang bertugas di depan pintu.
Audrey menoleh ke arah penjaga sembari membuka kacamata hitamnya.
“Kau mengenalku?”
“Tentu saja nona..anda adalah salah satu orang yang masuk daftar blacklist pengunjung diperusahaan ini..mustahil bagi saya tidak mengenali wajah anda”tutur sang penjaga
“Daftar blacklist?”adurey mengernyitkan dahinya mendengar penjelasan dari sang penjaga
“Apa ini?..sepertinya dia benar-benar sudah melupakanku”gerutunya dalam hati.
“Ah..baiklah aku mengerti..tapi bisakah kau panggilkan Damian sebentar,ada hal yang harus aku selesaikan denganya”
“Maaf nona..tuan Damian sedang tidak berada di perusahaan”
“Tidak ada?”
“Benar..”
“Memangnya dia pergi kemana?”
“Maaf nona saya rasa anda tidak memiliki hak apapun untuk tahu tentang keberadaan tuan”tolak sang penjaga dengan wajah yang sedikit kesal.
“Jadi kau tidak ingin mengatakannya padaku?”
__ADS_1
Sang penjaga menggelengkan kepalanya dengan tatapan yang tetap lurus kedepan.
“Jika begitu aku akan berkunjung kesini setiap hari”ancam Audrey
“Tuan sedang dalam perjalanan bisnis ke luar negeri”jawab sang penjaga
Ia terpaksa mengatakan keberadaan Damian karena Ja tak ingin wanita itu datang setiap hari demi mencari tahu keberadaan tuannya.
“Luar negeri?..apakah dia akan pergi dengan waktu yang lama?”
“Maaf nona..saya sudah mengatakan keberadaan tuan saat ini dan saya harap itu sudah lebih dari cukup..silakan tinggalkan tempat ini sebelum saya bertindak tegas”
“Hah..baiklah aku pergi”
Audrey segera bergegas pergi meninggalkan tempat itu dan masuk kedalam mobil.
“Keluar negeri?..sepertinya ini moment yang pas..jika aku tidak bisa membunuhnya maka aku akan memancingnya datang menyerahkan diri untuk aku bunuh”gumam adurey sembari mengambil benda kotak dari dalam tasnya.
“Ada apa?”
“aku gagal untuk mendekatinya,sekarang adalah giliranmu untuk merebut kembali wanitamu dari tangannya..”
“Aku akan mencobanya”
“Aku ingin memberimu sedikit saran agar kau tidak gagal seperti ku..”
“Apa itu?”
“Jika kau tak bisa memilikinya dengan cara yang halus maka kau harus memilikinya dengan cara apapun termasuk dengan sebuah paksaan”
“Aku bukan tipe orang pemaksa”
“Jika kau tidak melakukan itu maka aku pastikan rencanamu akan gagal total..satu lagi aku membutuhkan wanita itu untuk membuatnya hancur..setelah ini temui aku di restaurant biasa,aku akan memberitahumu rencana yang sudah aku susun matang”
Audrey memutuskan sambungan telepunnya tanpa menunggu jawaban dari seseorang yang ia hubungi.
“Kau akan mati ditanganku karena wanita itu..dan setelahnya aku akan mendapat restu dari calon mertuaku”ekspetasi Audrey benar-benar membuatnya semakin bersemangat.
__ADS_1
Bersambung….