HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 41


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Emilia kembali meringkuk di atas ranjang setelah kepergian sang adik beberapa menit yang lalu.Senyum penuh kebahagiaan terlukis indah di wajah cantiknya,setelah bertahun-tahun lamanya ia hidup dengan beban dan rasa bersalah terhadap adiknya,hari ini ia bisa tersenyum tulus tanpa berpura-pura.


“Semoga kau bahagia setelah ini”doanya untuk sang adik


Ceklek...


Pintu kamarnya tiba-tiba terbuka.


“Apa kau baik-baik saja?”suara bariton itu terdengar tidak asing.


“Hhmm seperti yang kau lihat”jawab Emilia


Damian berjalan menuju sisi ranjang sembari membawa nampan yang berisikan sarapan untuk Emilia.Sebelumnya Michelle telah berada di depan pintu dan hendak masuk,namun Damian mencegahnya dan mengambil alih nampan yang berisi bubur hangat untuk Emilia.


“Lihat aku membawakan sarapan untukmu”ujar Damian meletakkan nampan itu di atas meja.


Emilia mengernyitkan dahinya melihat tindakan Damian yang terkesan lebih peduli padanya.


“Apa ada yang aneh?”tanya Damian yang melihat ekspresi wajah Emilia.


“Tidak...aku hanya merasa lapar”jawab Emilia asal


Damian mengambil mangkok yang berisi bubur itu lalu mengambilnya dengan sebuah sendok.


“Hhhuuuu...”Damian meniup bubur yang terlihat masih panas itu.


“Buka mulutmu”perintahnya


Emilia menuruti perintah Damian dengan membuka mulutnya ketika satu sendok bubur mengarah kepadanya.


“Ini terasa seperti 15 tahun yang lalu” Ujar Emilia dengan mulut yang penuh dengan bubur.


“15 tahun yang lalu?”damian mengernyitkan dahinya.


“Ya 15 tahun yang lalu..ketika aku dikatai pengemis oleh seorang bocah laki-laki”sindirnya


Damian berpikir sejenak lalu tersenyum setelah mengingat kembali ucapannya saat itu.


“Bukankah memang seperti pengemis?”ejek Damian yang membuat Emilia mendengus kesal.


Suapan demi suapan masuk ke dalam mulut Emilia,obrolan yang tercipta di antara keduanya membuat Emilia tidak sadar jika sudah menghabiskan setengah dari bubur itu.


“Hah..kau tahu..aku pernah mendengar pepatah seperti ini...”jika didepan orang aku bisa terlihat kuat,tangguh,dan kejam tapi di saat aku berada dalam titik lemah dalam hidup kau ada disana dan melihatnya..itu artinya kau adalah orang spesial”Damian menatap lekat ke arah Emilia

__ADS_1


“Aku tidak tahu ini adalah sebuah kebetulan atau tidak..tapi kau adalah satu-satunya wanita yang melihat semua sisi lemah dalam hidupku..semua orang melihat diriku sebagai sosok yang tangguh dan kejam,bahkan orang-orang diluar sana takut kepadaku tapi kau bisa tersenyum saat menerima luka dariku...Dan kau adalah satu-satunya orang yang tak bisa aku bunuh meskipun Lukas mengusai diriku”imbuh Damian


Suasana tiba-tiba menjadi sedikit serius,Emilia terdiam sejenak mendengar semua kalimat yang terucap dari mulut seorang Damian.


“Uuhhuukk...uuhhukkk...”Emilia tiba-tiba tersedak karena tidak fokus dengan makanan yang masih ia kunyah


Dengan sigap Damian mengambilkan air untuk Emilia.


“Gadis ceroboh”gerutunya


Emilia menenggak minum air itu hingga tandas,dalam hatinya masih bertanya-tanya apa maksud dari ucapan Damian.


“Ada apa?..kenapa menatapku seperti itu?”tanya Damian sinis


“Apa arti dari kalimatmu?”Emilia menatap Damian semakin lekat.


“Hah?..kalimat seperti apa yang kau maksud?”tiba-tiba Damian merasa gugup


“Kalimat yang baru saja kau ucapkan panjang lebar”


“Aku sudah lupa”jawab Damian singkat dan lagi-lagi Emilia mendengus kesal karena Damian tak bisa diajak bicara serius


Damian meletakkan kembali mangkok itu ke atas nampan.Ia mengambil sebuah kotak yang terdapat di samping mangkok itu.


“Ini..ambillah”Damian menyerahkan kotak itu kepada Emilia


“Ponsel?...ini untukkku?”tanya Emilia


“Benar..ponsel itu untukmu”


“Wwaahh...akhirnya aku bisa memiliki benda ini lagi”seru Emilia dengan senyum manis


Jantung Damian kembali berdetak kencang melihat wajah cantik Emilia ketika tersenyum manis seperti itu.


“Terima kasih”tak lupa ia berterima kasih untuk ponsel yang telah diberikan kepadanya.


“Di dalam ponsel itu sudah berisikan beberapa kontak yang bisa kau hubungi..semua aplikasi yang menurutku tidak penting telah aku hapus dan jika kau mengisinya kembali tanpa persetujuan dariku maka ponsel itu akan aku sita”jelas Damian


Emilia bergegas menekan satu persatu tombol ponsel itu,lalu tiba-tiba ia menatap kearah Damian dengan tatapan tak percaya.


“Kau bilang beberapa..tapi di ponsel ini hanya ada namamu saja..”wajah Emilia terlihat frustasi


“Apa ada yang salah dengan itu?..aku yang memberi ponsel itu dan tentunya hanya aku yang bisa menghubungi mu..jangan coba-coba mengisinya dengan kontak orang lain..”


Emilia ingin menyela namun Damian telah memotongnya terlebih dahulu.

__ADS_1


“Termasuk Michelle..di ponsel itu hanya boleh ada namaku saja..mengerti”imbuhnya


Emilia benar-benar tidak percaya dengan kenyataan ini,bagaimana bisa ia memiliki handphone canggih namun hanya ada 1 kontak saja didalamnya.


“Hhmmm...bolehkah aku mengganti tampilan layarnya”tanya Emilia sedikit ragu


Damian mengangguk pelan menjawab pertanyaan dari Emilia.Dengan gerakan tangan yang cepat,Emilia mulai mengutak Atik ponsel itu.


“Sudah..tampilannya terlihat lebih segar”gumam Emilia lalu menunjukkannya ke arah Damian


Emilia mengganti tampilan layar itu dengan sebuh gambar pemandangan pantai dengan air yang berwarna biru muda.


Damian menoleh untuk melihat tampilan dari layar namun tiba-tiba ia terlonjak dan secara spontan menjauh dari Emilia.Ia menutup rapat-rapat matanya dengan ekspresi wajah ketakutan.


“Ganti..cepat ganti..jangan memakai gambar sialan itu..cepat!!!”Tubuh Damian tiba-tiba gemetar dengan buliran keringat dingin menghiasi bagian wajahnya.


Emilia ikut terkejut dengan reaksi Damian,ia hanya memperlihatkan gambar pantai dengan air yang berwarna biru,tapi mengapa ia seperti melihat monster.


Segera Emilia mengganti tampilan layar ponselnya dengan gambar semula,lalu bergegas turun dari ranjang untuk menghampiri Damian yang masih terduduk di lantai.


“Aku sudah menggantinya”ucap Emilia yang ikut mensejajarkan tubuhnya dengan Damian.


“Hah..Hah..Hah..jangan coba-coba menggantinya dengan gambar itu lagi..jika sampai itu terjadi maka aku akan membanting ponsel itu”ucapnya dengan ekspresi ketakutan.


“Apa kau phobia dengan pantai atau laut?”Emilia memberanikan diri untuk bertanya


“Hah..sekali lagi kau lihat titik lemahku”kepala menunduk merasa pasrah.


“Tidak ada satupun manusia didunia ini yang tidak memiliki titik lemah...bahkan orang seperti Albert pun memiliki titik lemah dan itu hanya ia tunjukkan didepan adikku..kau boleh terlihat kuat dan tangguh di depan mereka..tapi jika denganku kau bisa menunjukkan titik terlemah dalam hidupmu..seperti yang kau katakan tadi karena aku seorang yang spesial”Emilia tersenyum kala mengucapkan kata-kata itu.


“Kau terlalu percaya diri”ejek Damian


“Benarkah..kau tahu sepertinya aku tidak akan takut lagi denganmu tuan psikopat”ledek balik Emilia


“Siapa yang kau sebut tuan psikopat?”ucap Damian tak terima


“Tentu saja dirimu..kalau bukan psikopat apalagi..bahkan kau bisa tersenyum dengan tenang setelah melukai seseorang bahkan aku melihat kau tersenyum bahagia setelah berhasil memenggal kepala manusi...Hah aku tak bisa membayangkan jika aku berada di posisi itu”celoteh Emilia


“Tapi mulai hari ini aku tidak akan takut kepadamu..karena aku sudah tahu titik lemahmu”imbuhnya tersenyum bangga


“Sepertinya nyawaku dalam bahaya jika berada didekatmu”ucap Damian


“Tentu saja..mulai sekarang kau harus berhati-hati”bisik Emilia yang membuat tubuh Damian menegang mendengar suara lembut Emilia.


“Sial..bahkan jantungku begitu lemah hanya mendengar suaramu saja”gerutu Damian dalam hati

__ADS_1


Bersambung...


Bentar lagi bucin nih bakalan🤭


__ADS_2