HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 104


__ADS_3

Holla guys🥳


Mohon maaf karena suka ngilang selama beberapa minggu ini,setelah merenung selama kurang lebih seminggu ini..aku memutuskan untuk melanjutkan cerita ini sampai ending..tapi updatenya gak bisa setiap hari..


Intinya ceritanya pasti bakal sampai end kok..cuma gak tahu mau sad atau Happy..


Terima kasih untuk suporter setia aku..Love you all😘


✨Happy Reading✨


Emilia tampak gelisah setelah kepergian sang suami yang begitu terburu-buru.Ia tahu betul jika sang suami sedang dalam masalah meskipun ia tak tahu masalah apa yang sedang dihadapi sang suami.


Dengan tekad yang kuat,Emilia memutuskan untuk keluar dari kamar dan mencari tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi.


Langkah kakinya terdengar tergopoh-gopoh,melihat kesana kemari mencari seseorang yang bisa memberinya informasi.


“Selamat malam nona..apakah ada sesuatu yang nona perlukan?”tanya salah maid yang menghampiri Emilia.


“Katakan padaku…apa yang terjadi tadi?”tatapan Emilia kini berubah mengintimidasi


“Eee..itu nona..”maid terlihat melihat kesana kemari untuk menghindari tatapan Emilia.


Sesungguh ini adalah perintah dari Damian agar menyembunyikan semua masalah yang terjadi,ia tak ingin sang istri merasa khawatir apalagi masalah ini menyangkut keluarganya.


“Cepat katakan atau aku akan memecat semua orang yang ada disini”ancam Emilia yang merasa jika semua orang tengah menyembunyikan sesuatu.


“Itu nona..mobil yang dibawa oleh tuan Louis dan rombongan di hadang oleh musuh tuan Damian..saat ini mereka semua menjadi sandera dan tuan Damian menuju kesana untuk menyelamatkan mereka”jelas sang maid


Deggg…


Jantung Emilia terasa dihantam sesuatu yang besar kala mendengar kabar itu.Itu berarti kedua orang tuanya dan ketiga saudaranya tengah dalam bahaya begitu juga dengan suaminya.


Meskipun ia sedikit kecewa karena tidak ada yang memberitahu,setidaknya ia harus bertindak membantu sang suami dan tidak membiarkan Damian berjuang sendiri.


Emilia langsung berlari menuju kamarnya kala mendengar informasi dari salah satu pelayan.Ia segera mencari benda kotak yang tergeletak di atas meja untuk menghubungi seseorang.


“Halo..Emily apakah kau sudah tidur?”tanya Emilia kala telepunnya sudah tersambung


“Belum kak..ada apa?”


“Bisakah kau memberikan ponselmu sebentar kepada Albert..ada sesuatu yang ingin aku bicarakan”pintanya


“Baik kak”


Beberapa detik kemudian,ponsel Emily telah berpindah tangan ke tangan Albert


“Ada apa?”


“Albert..aku butuh bantuanmu”ujar Emilia dengan nada bicara penuh kekhawatiran


“Katakan..”


“…,,,”Emilia menceritakan semua yang ia dengar tadi tanpa terlewatkan sedikit pun.


Ia juga meminta kepada Albert agar membantu Damian karena saat ini perasaan aneh mulai menghampirinya.

__ADS_1


“Baiklah..aku akan segera berangkat menyusulnya..aku juga akan menghubungi yang lain..apakah Damian membawa ponsel?”


“Ia..sepertinya dia membawa ponsel”


“Baiklah..aku akan melacaknya melalui bantuan Dannis..kau tak perlu khawatir”ujar Albert dan sambungan telepunnya terputus.


Wajah Emilia masih terlihat begitu khawatir,perasaan yang ada di dalam hatinya begitu aneh.


“Semoga tidak terjadi sesuatu padanya..”gumamnya dalam hati


Ia masih terlihat mondar-mandir sembari menggigit jarinya,kini Emilia kembali melangkah keluar kamar untuk menggali informasi lebih dalam lagi.


Tujuan utama saat ini adalah dapur,ia tahu disana pasti ada beberapa pelayan yang sedang bekerja dan mempunyai informasi lebih dalam lagi.


“Kemarilah..”ujar Emilia kala melihat salah satu maid


“Selamat malam nona..ada yang bisa saya bantu?”


“Apakah kau tahu Damian pergi kemana?”


“Ti-tidak nona..”


“Tidak apa katakan saja..karena jika tidak maka hari ini adalah hari terakhirmu bekerja”ancaman itu seakan menjadi senjata untuk Emilia


“Hhmm..itu nona..jika saya tidak salah dengar..tuan pergi ke sebuah bangunan yang terletak di pesisir pantai di pinggiran kota karena para pengawal sedang menuju kesana untuk membantu”jelas maid yang sedang ketakutan itu.


“Baiklah..”Emilia kini kembali merogoh ponselnya untuk menghubungi seseorang


“Hallo..tuan Gery..aku emilia istri Damian”sapa emilia


“Ada apa nona?”


“Katakan saja nona..”


“…….”emilia kembali menceritakan semua yang ia ketahui,tidak lupa ia memberi tahu lokasi dari musuh.


“Baiklah..saya akan mengerahkan anak buah saya untuk membantu karena saya masih menjaga tuan”ujar Gery


“Satu lagi..aku harap kau tidak memberitahu daddy..aku takut kesehatannya akan semakin memburuk”Emilia takut jika masalah ini akan berdampak pada kesehatan Vernandez mengingat jika mertuanya sedang sakit.


“Baiklah nona..”


Tut..tut..tut..


Sambungan telepun sudah terputus dan kini emilia memilih duduk di ruang tamu sembari menunggu kabar dari Albert.


****


Ditempat lain,mobil Damian telah berhenti tepat di depan bangunan yang dimaksud.Ia tersenyum sinis kala melihat hamparan pantai di belakang bangunan itu.


Ia tahu musuh sudah mengetahui kelemahannya sehingga mereka memilih bangunan ini sebagai markas.Namun mereka tidak tahu jika kelemahan itu hanya dimiliki oleh Damian,tapi mereka tidak tahu jika di dalam diri Damian ada seorang Lukas yang tidak takut dengan apapun.


Sebuah pistol berukuran kecil ia selipkan di saku celana bagian belakang dan sebuah belati ia selipkan di dalam saku jasnya.


Ia membuka pintu mobil dengan hati-hati,matanya menelisik setiap tempat untuk melihat situasi.

__ADS_1


Tempat itu terlihat kosong,yang terdengar hanya suara deburan ombak saja.Namun Lukas yakin jika di dalam sana ada begitu banyak jebakan yang sudah menantinya.


“Baiklah..ayo kita mulai”gumam Lukas setelah kakinya berhasil menginjak pasir pantai.


Ia mulai melangkahkan kaki kedepan,mengikis jarak antara dirinya dan bangunan tua tak berpenghuni di depan matanya.


Tak ada keraguan maupun ketakutan sedikitpun pada diri seorang Lukas,yang ia tahu hanya mencari musuh dan menyelesaikan semuanya dengan cepat karena sang istri sudah menunggu di mansion.


Kkrreeekkkk….


Lukas menghentikan langkahnya sejenak kala merasakan kakinya menginjak sesuatu.Matanya melihat kesana kemari dengan tubuh siaga.


Cceeeessstttt…


Benar saja,sebuah pisau melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi dan beruntung mata tajamnya melihat pisau itu.


Jjlleebbb!!!!


Pisau itu tertancap di atas pasir dengan begitu dalam.


“Terima kasih untuk sambutan kalian yang sudah sangat biasa”gumamnya tersenyum remeh.


Ia kembali melangkah,namun kali ini sedikit lebih berhati-hati.Matanya masih menatap fokus ke arah depan namun sesekali melirik ke arah samping karena ia takut jika musuh menyerang dari arah yang tak terduga.


Kini lukas sudah semakin dekat dengan bangunan itu.Ia terlihat semakin waspada karena dirinya berada di tengah-tengah Padang pasir tanpa penghalang pohon satu pun.


Hal itu bisa saja digunakan musuh untuk menyerang,mengingat jika Lukas akan sulit untuk mencari perlindungan.


Benar saja,sebuah cahaya merah mengarah tepat ke kepalanya dan membuatnya mengumpat kasar.


“Sial..bedebah pengecut”


Lukas mulai berlari mencari perlindungan karena musuh mulai mengincarnya.


Dor..dor..dor..dor!!!


Belasan tembakan mulai terdengar dan semua tembakan itu mengarah ke arahnya.Lukas berlari dengan kencang berusaha menggapai pohon kelapa yang berada di pinggir.


Sesekali ia berguling dan melompat untuk menghindari peluru-peluru yang mengarah kepadanya.


“Hah..Hah..Hah..”ia mengatur nafas sejenak sebelum mengeluarkan senjata.


Suara tembakan masih terdengar dan peluru-peluru masih mengarah ke arahnya dengan membabi buta.Ia sedikit kesulitan untuk membidik karena musuh tak memberi celah untuk itu.


Dor..dor..dor..dor..


Suara tembakan semakin riuh terdengar,namun peluru-peluru itu tak lagi terdengar mengenai pohon kelapa yang menjadi pelindungnya sehingga ia mencoba membalikkan badannya mengarah ke depan untuk membidik.


“Kenapa mereka berhenti menembak?”gumam Lukas yang kebingungan.


Tidak ada lagi tembakan yang terdengar saat ini,namun ia menyadari jika sebuah helikopter terbang di atasnya.


“Jangan bergerak atau ku tembak kepalamu”kata seseorang yang berada di belakang Lukas


Lukas diam mematung,ia sangat ceroboh saat ini karena membiarkan musuh menyerang dari belakang.

__ADS_1


Ia mengangkat kedua tangannya ke atas.


Bersambung…


__ADS_2